Perjalanan dinas ke Tanah Bumbu adalah perjalanan pembuka saya ke Kalimantan tahun ini. Setelah ke Tanah Bumbu, saya dijadwalkan mengunjungi Pasir di Kaltim, Ketapang di Kalbar dan Pangkalan Bun di Kalteng. Perjalanan ini bisa jadi adalah perjalanan terunik. Sampai dengan hari H, contact person di tempat tujuan tidak dapat dihubungi. Tak disangka, beberapa hari sebelumnya, direktur RSUD Kab. Tanah Bumbu justru datang ke kantor saya. Akhirnya saya pun nunut (Jawa, mengikut) beliau pasrah bongkokan (Jawa, pasrah sepenuhnya) gimana caranya bisa sampai ke ujung tenggara pulau Kalimantan.

Kenapa tiap perjalanan dinas saya diwanti-wanti oleh atasan untuk selalu menghubungi contact person terlebih dahulu, karena memang tidak semua perjalanan dinas saya ke daerah-daerah yang mudah dicapai. Tentu kita semua tidak menginginkan ada berita tentang pegawai pusat yang tersesat nggak ada juntrungnya di tengah hutan Kalimantan. Apalagi perjalanan ke Tanah Bumbu yang merupakan kabupaten pemekaran dari Kab. Kota Baru ini memang membutuhkan stamina lebih. Tanah Bumbu hanya bisa dicapai melalui perjalanan darat selama 10 jam dari Banjarmasin. Tadinya ada penerbangan perintis ke kota ini, namun karena alasan perijinan landasan pacu yang bukan dimiliki oleh otoritas penerbangan resmi maka untuk sementara penerbangan dihentikan. Pantas saja saya kebagian daerah tujuan ini. Mungkin karena paling muda di kantor jadi saya dianggap paling kuat. Padahal sih tukang mabok..
Dari Banjarmasin, kami berangkat malam hari. Mobil bermesin diesel yang dikemudikan sendiri oleh pak dokter Direktur RSUD melesat menuju timur. Perjalanan yang nyaman hanya berlangsung kurang lebih 6 jam. Selepas menyisir pantai selatan Kalimantan, jalanan mulai tak rata. Kendaraan kami harus mengerem tiap 200 meter. Jalanan rusak berat karena memang kondisi tanah di sini tidak memungkinkan untuk dibalut aspal. Aspal tidak bisa ditaburkan begitu saja seperti di Jawa. Urat-urat air di bawah tanah akan segera menggerus aspal di atasnya.

Di Batu Licin, ibukota Tanah Bumbu, kami menginap di Hotel Ebony. Sebuah hotel yang masih baru bergaya modern. Tempatnya sangat nyaman. Tidak terasa bahwa saya sebenarnya berada di ujung tenggara Kalimantan. Tempat dimana sama jauhnya menuju ke Banjarmasin atau ke Balikpapan.
Komplek perkantoran Pemda Tanah Bumbu dipusatkan di pedalaman. Suatu pemikiran yang bagus, karena pembangunan kantor di sana akan menarik orang-orang untuk berkembang ke arah utara. Tidak melulu berkumpul di pinggir jalan lintas provinsi saja.
Yang dibangun agak terpisah justru gedung DPRD. Letaknya sudah mulai di luar kota ke arah Jorong. Saat itu, pembangunan gedung ini sedang berjalan.

Sementara di Pagatan, ada pelabuhan yang menghubungkan daerah ini dengan Kota Baru. Satui juga wilayah yang sangat penting bagi Tanah Bumbu. Konon, aspirasi pemekaran wilayah Tanah Bumbu dari Kota Baru digalang di daerah ini.
Sinyal telepon seluler pun tidak mengalami hambatan. Saya sebagai pengguna Indosat tidak kekurangan sinyal. Demikian pula Dadang, rekan perjalanan saya yang menggunakan Telkomsel. Sinyal penuh. Pulsa kosong.

Tanah Bumbu memiliki potensi pertambangan yang luar biasa. Bahkan bisa-bisanya setiap perusahaan pertambangan memiliki pelabuhan sendiri-sendiri. Sangat tidak efisien dan merusak alam. Mustinya cukup satu pelabuhan yang ditangani secara professional saja sudah cukup. Dengan banyak pelabuhan seperti ini, juga akan menurunkan system pengendalian. Pemda tidak bisa sepenuhnya mengawasi keluar masuk barang dan hasil alam.
Produksi kehutanannya juga menjanjikan. Bandara yang saya sebut sedang ditutup itu pun bekas sebuah perusahaan penebangan.
Kabupaten Tanah Bumbu sendiri baru terbentuk tahun 2003 melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003. Dana Perimbangan dari pemerintah pusat pun baru dikucurkan tahun 2004.
Dua hari, satu malam saya berada di kota ini. Ketika tiba waktunya untuk pulang, entah rejeki apa, kebetulan pula pak dokter direktur RSUD pun ada keperluan di Banjarmasin. Tak menolak tawara beliau, kami pun numpang beliau lagi kembali ke Banjarmasin. Pak dokter satu ini memang hobi mengemudi. Mungkin mirip dengan pak Gubernur Aceh yang kabarnya jagoan rally itu. Istimewanya, karakteristik mengemudi Pak dokter justru lebih cocok dengan mobil bermesin diesel. Dasar pejabat, hampir semua mobil di RSUD yang beliau pimpin, mulai mobil operasional sampai ambulans, bermesin diesel.
Berbeda dengan perjalanan berangkat, kali ini kami bisa menikmati pemandangan karena perjalanan berlangsung di siang hari. Dan benar saja, saya pun dimanjakan dengan pemandangan-pemandangan landscape yang lebih indah dari wallpaper Windows XP. Hutan yang asri, hijau lebat, diseling padang rumput yang luas. Sempat saya melamunkan asyiknya berkuda di sana. Mengelilingi ranch berisi sekawanan ternak (halah cowboy banget). Sayangnya kamera yang digunakan tidak memadai untuk menangkap keindahan di depan mata.

Rute perjalanan kami dimulai dari Batu Licin – Satui – Kintap – Jorong – Pelaihari – Banjarbaru dan akhirnya Banjarmasin. Di sekitar daerah Jorong kami sempat beristirahat sejenak.
Sesampainya di Banjarmasin, ternyata hanya tersisa dua jam sebelum pesawat kami berangkat. Saya pun tidak bisa berbelanja banyak. Hanya sempat membeli apa yang terseida di bandara saja. Titipan bang Anto dari kantor pun tidak terbeli. Sempat saya menitipkan titipan (halah integral dong..) yang dimaksud ke salah satu kerabat di Banjar. Dijawab, “Kalau cinderamata perahu karet nggak bisa dikirim via pos Bang. Terlalu lunak untuk masuk bagasi.” Ya sud, saya hanya bisa meneruskan jawaban ke sang penitip. Yang penting sudah usaha.
Perjalanan ke Tanah Bumbu memang unik. Disopiri pak dokter menjelajahi tanah yang sangat kaya alamnya, membuat saya optimis. Indonesia masih bisa maju! (Asal bener yang ngelola..)







Aku bentar lagi jadi warga Tanah Bumbu…jadi kangen nih..kapan ya kesana…picnya diganti donk
Mengutip tuliasan di atas “benar saja, saya pun dimanjakan dengan pemandangan-pemandangan landscape yang lebih indah dari wallpaper Windows XP. Hutan yang asri, hijau lebat, diseling padang rumput yang luas” salah lihat kali… mas, itu semua gak benar
Sewaktu pertama kali menginjak kaki di Borneo, sepanjang perjalanan saya ngomel, karena merasa telah di BOHONGI guru SD, sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar, beliau bercerita kalau Kalimantan itu adalah hutan yg luas & penuh pepohonan yg besar & tinggi, ternyata semua itu Busyeet…!!! Tapi maklum saja wong guru SD saya tidak pernah kekalimantan, beliau hanya tau dari cerita di TV dll
kalo ada yg mau tahu Tanbu dari sisi yg lain
kunjungi blog aq donk…!!!
anginlautpagatan.blogspot.com
@The One
Pengalaman Anda beda dengan yang saya alami. Terima kasih sudah numpang ngiklan di blog saya.
@The One
“Sewaktu pertama kali menginjak kaki di Borneo, sepanjang perjalanan saya ngomel, karena merasa telah di BOHONGI guru SD, sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar, beliau bercerita kalau Kalimantan itu adalah hutan yg luas & penuh pepohonan yg besar & tinggi, ternyata semua itu Busyeet…!!! Tapi maklum saja wong guru SD saya tidak pernah kekalimantan, beliau hanya tau dari cerita di TV dll”
Borneo bagian mana dulu bung?
Tanah borneo tu luas, emang ente udah pernah jelajah setiap jengkal tanah di pulau kalimantan?
Jangan langsung men-justifikasi gitu donk!
Ada yang ga terima nih!Tanah kelahirannya dihina kayak gitu.
Hai teman teman, aq bru aja ni masuk keblog ini,aqkan sbnrnya mau buka friendster pagatan, syp tau ada temen aq, tp ternyata gk ada, aq mlah nyasar kesini tp asyik jg sich denger cerita kalian aq jg sdh lama ninggalin TANBU,ditahun 2000, sebenernya aq kngen bnget sama kampung kelahiran aq, masa2 kecil aq dulu, pingin ktemu sama temen sepermainan ku, wich rasanya sedih bnget pas aq buka internet tentang tanah bumbu. Rasanya pingin bnget liat pantainya. Temen buka ya web aq syp tau kalian ada yg kenal sama aq. http://yhonz.mw.lt
Teman klik friensdter aq ya? Coz web jg terkadang error
Selamat saya ucapkan kpd selurh anggota Dewan yang terhormat yang telah terpilih menjadi wakil rakyat di DPRD Kab.Tanah Bumbu…Ingat janjinya untuk memajukan Kab.Tanah Bumbu…krn kami akan selalu ingat akan janjimu kpd kami waktu kalian berkampanye dulu…
buat.. teman2 semua yang bermukim di tanahbumbu, terutama anak alumni SDN1 sungaidanau, alumni SDN3 sungai danau, SMPN1 satui, SMAN1 Kusan Hilir, ato kalian yang sedang kuliah di jogyakarta search Kawanua Rangga Wirawan ya di facebook.
nuzan yg baek…!!!
mohon maaf…. sekali maaf, saya tidak ada bermaksud menghina, tapi saya ketika ke Kal-Sel di sunguhi pemandangan yg jauh dari hayalan saya, karena d suguhi hutan yg gundul & abrasi pantai yg sangat parah sepanjang jalan Sungai Loban – Pagatan (Tanah Bumbu.
nuzan perlu ada ketahui, saya kerja d Coal Mining Company jadi saya bukan hanya melihat kawasan di pinggir jalan raya saja, tetapi saya telah masuk ke pedalaman, gimana ganasnya para Perusahaan Asing membabat hutan kita tanpa reklamasi
saya masih sangat lirih ya melihat sarana jalan yang kurang mendukung untuk transfortasi.
kenapa sih belum ada perbikan,,???
Asss………..
Ini imay alumni SMA 1 kusan hilir angktan 2007.
Titip slam gsan buhan kekawanan angktan 07 lah,,, moga sukses berataan.
assalaamu’alaikum tanah bumbu……lama nian tak pulang kampung. jadi kangen ma kamu,ma keluarga, temen-temen MTs Al-Ishlahiyyah di ds.1, dll.sebenarnya, liburan ini orang tua minta aku tuk pulkam, but aku masih banyak agenda liburan di Malang.buat temen-temenku di rumah pa kabar? kalian tega yan g’ pernah komunikasi lagi ma aku. buat Dewi, Sidah, Anang, Gatot, Sutar, Sisri, and all of my friend salam ukhuwah dariku.Tanbu makin OK aja…
halo semua…tadi aku baca banyak yang nanya dimana letak hotel ebony..ee..kebetulan rumah aku cuma 100 meter dari hotel ebony dibatulicin…tapi skrg aku tinggal dijkt…tp sayang lebaran ini aku ga bisa pulang cause istri ga dpt cuti dr kantor..salam kenal semua..
Mat kenal bos !!!!!!!!!!!!!!!!
hai teman2 jd kn kota kita itu m’jd kota yg bersih dr segala maslah baik masalah pribadi maupun umum….agar tidak m’rugikan org bnyk,biar lah masa lalu berlalu…jangan biarkan terulang kmbli..agar ms depan kita cerah seperti awan dilangit yang m’yelimuti kita…??????
assalamu alaikum!! teman2 yg berasal dari tanbu maaf yach numpang coret!! q mahasiswa UIN makassar mau cri temn2q alumni SLTPN 1 Kusan Hilir angktan 2003!!
assalm, say anak batulicin juga, kebetulan ayah juga bekerja di RSUD Batulicin. kalau boleh tahu nama direkturnya sapa? , kali ja kenal,..
@aulia
waktu itu, dijabat pak drg. Harry.