Tiap pagi, di stasiun Tanah Abang, kereta memuntahkan ribuan penumpang. Ketika pintu kereta terbuka, penduduk komuter bergegas menuju tangga keluar stasiun. Untuk kemudian mereka berebut lagi saat beralih moda transportasi menuju tempat tujuan.

Naik tangga perlu dikendalikan juga rupanya..

Yang jadi masalah, tangga keluar stasiun tak mampu melayani debit arus manusia. Bak semut mereka harus sabar mengantri. Kadang bersungut-sungut melihat tangga tertutup orang-orang yang duduk menunggu kereta. Sebaliknya orang yang turun dari atas untuk mengejar kereta, pias tak mampu melawan arus. Padahal dalam hitungan menit, keretanya akan bergerak.

Ada ide pengendalian? Usul saya, buat saja tangga berjalan. Tangga yang terus bergerak jelas tidak bisa diduduki. Arah arus penumpang pun bisa diatur. Kalau bukan karena makanan suplemen yang buat orang jadi super pede, bergairah dan cenderung cari sensasi, tak ada orang yang mau melawan arus eskalator kan?

Category: Persepsi
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
One Response
  1. @ry says:

    se7 om…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>