Wewenang Satu Juta Dollar

Masih ingat kan salah satu adegan di film Austin Powers? Waktu itu si penjahat yang baru saja lolos dari penjara es membuat makar baru terhadap dunia. Karena berasal dari masa lalu, dia minta tebusannya cuman satu juta dollar. Para pemimpin dunia yang jadi korban pemerasan pada bingung, kok mintanya dikit amat?

Yah, kata-kata satu juta dollar memang seksi. Jumlah itu menjadi satu parameter jumlah yang sangat besar. Walaupun saat ini karena inflasi nilainya tak lagi sebesar satu juta dollar jaman dulu, tapi bagaimanapun juga satu juta dollar terlanjur mewakili batas pengakuan kaum kaya.

Untuk mendapatkan efek fenomenal ini pulalah kita dulu mengenal ada film berjudul The Six Million Dollar Man. Enam kali satu juta dollar! Bayangkan teknologi apa saja yang bisa ditanamkan dalam tubuh manusia, dengan investasi sedemikian besar.

Nah, ternyata wewenang memegang kekuasaan atas satu juta dollar itu akhirnya mampir ke saya juga. Lho? Gimana tuh ceritanya? Gini boss. Sejak bendahara penerima iuran Dana Reboisasi membuka rekening valas, semua wajib bayar kehutanan sekarang diwajibkan menyetor iuran Dana Reboisasi menggunakan valas. Dulu kan dikurskan dulu ke rupiah baru disetor.

Uang valas tersebut ujung-ujungnya mampir ke kantor saya. Tentunya dalam bentuk Bagian Daerah untuk Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan. Nah, jumlah valas yang akan dibagikan itu sudah melebihi satu juta dollar.

Hehehe, percaya atau tidak, waktu saya membaca surat dari Dephut yang isinya menyerahkan (sebenarnya menyerahkan bukan istilah yang tepat ya, wong tidak disertai dengan penyerahan uang, tapi wewenangnya memang berpindah. mungkin lebih tepatnya mengusulkan) uang satu juta dollar (+lebih) itu ke kantor saya, saya ingin memegang surat itu tinggi-tinggi sambil berteriak histeris, “Satu juta dollar! Satu juta dollar! Satu juta dollar, man!”. Hehehe norak.

Yah maklum lah. Wong Mister Krab aja gelo kecewa waktu dollar pertamanya hilang. Itu kan menandakan penghargaannya terhadap uang. Bukan uang sendiri kok bangga sih? Ya gitu deh saya kalo lagi kumat noraknya. Harap maklum ya..

Categories: Persepsi

  • totti

    Bang, boleh tanya… itu bentuk fisik atau rekening, bila itu bentuknya fisik sepertinya kita bisa berlanjut. thanks.

  • Justru karena bentuknya bukan fisik, makanya kata “wewenang” yang dipakai di judul tulisan ini. Yang berpindah ke saya cuman wewenangnya aja, mau diapain uang itu.