Instalasi Elkirtasse (Software Pembaca Kitab Arab) di Ubuntu Linux

Setelah sekian lama bersabar menanti, akhirnya arabic ebook reader sekelas Maktabah Syamilah muncul juga di Linux. Namanya Elkirtasse, buatan mas Abu Zakaria dari Aljazair. Saya dapat info ini dari muslihzarth via pak Noor Akhmad. Terimakasih.

Langkah-langkah instalasi software elkirtasse pada Ubuntu 10.10, adalah sebagai berikut:

1. Unduh dulu binary .deb elkirtasse dari link ini.

2. Install dulu library pendukung, yaitu: libqtgui4 dan libqt4-xml. Bisa pake apt-get atau download .deb nya.
sudo apt-get install libqt4-dbus libqt4-xml libqtcore4 libqtgui4 qt4-qtconfig
sudo dpkg -i /path/to/elkirtasse-2.00-ubuntu-10.4.deb

atau

masukkan keyword libqtgui4 dan libqt4-xml di apt-web, bisa di server Repo UGM atau di http://apt-web.dahsy.at/. Unduh file-file yang diperlukan, lalu install dengan perintah berikut:
sudo dpkg -i /path/to/libqtgui4.deb /path/to/libqt4-xml
sudo dpkg -i /path/to/elkirtasse-2.00-ubuntu-10.4.deb

Setelah terinstall, elkirtasse sudah dapat dibuka melalui:

Applications | Office | Elkirtasse

Pada titik ini, elkirtasse belum berisi kitab apa pun. Untuk itu, langkah selanjutnya adalah mendownload buku yang mau kita baca. Anda dapat memilihnya dari http://aatalla.p2h.info/listbook.html atau download selengkapnya dari http://dl.dropbox.com/u/6026273/Allbooks.zip (sayang sering kehabisan bandwidth).

Kalau mau pilih-pilih judul kitab, mendingan buka http://sites.google.com/site/kirtase/downbook/allbooks Tapi karena halaman web ini menggunakan bahasa Arab, kita bisa mempermudahnya dengan fasilitas translate pada Google Chrome.

Setelah didownload, file di ekstrak ke /home/USER/.elkirtasse/books/

Sampai di sini, Elkirtasse sudah siap digunakan.

Skrinsyut menyusul!

Share

Bantuan bagi Korban Merapi

Teman-teman dan alumni Maksi,

HIMMA MAKSI FEB UGM menyalurkan bantuan bagi pengungsi Merapi, khususnya pengungsi di kampus UGM. Bantuan berupa dana bisa disalurkan melalui: Mandiri, no rek 119-00-0486193-4 a.n. Beta Andri Anggiano Uliansyah, setelah transfer harap konfirmasi via sms ke 085292418613 atau 08567074554.

Formulir Serah Terima Bantuan

Bagi teman-teman di luar kota, kiriman bantuan berupa barang bisa menggunakan layanan:
1. KA GRATIS untuk angkutan barang bantuan bencana dr Jkt ke YK. Droppoint di Sta. Senen. Jadwal kereta dr St.Senen: KA Senja Utama:19.30, KA Senja Utama Solo: 20.00, KA Fajar Utama Solo: 06.45.
2. CSMCargo, pengiriman bantuan Jkt-Jogja, GRATIS! hub CSMCargo Jl.Manggarai utara 6 no 9. CP 021-8313132. Sementara ini bantuan bisa via CSM Jakarta dan Surabaya.

Untuk update kebutuhan pengungsi, bisa memantau via http://twitter.com/ger_ugm

Bantuan disalurkan HIMMA bekerja sama dengan HMP (Himpunan Mahasiswa Pascasarjana) UGM. Terima kasih atas bantuannya.

Share

Ronda di Kota dan di Desa

Hampir setahun tinggal di Jogja, ada banyak pengalaman baru yang saya alami. Kalo dipikir-pikir lucu juga. Saya menghabiskan masa kecil di Jogja, tetapi justru pengalaman sosial sebagai keluarga saya awali di Jakarta.

Adaptasi sosial kami sekeluarga di Jogja tidaklah mudah. Selama 3 bulan pertama, tidak ada dari kami yang kerasan. Kendala bahasa, budaya dan lingkungan sosial menjadi hambatan terbesar bagi kami untuk menyesuaikan diri. Salah satu yang paling bikin shock adalah kegilaan lalu lintas di Jogja yang tanpa sopan santun. Ada penyesuaian di sana-sini, termasuk untuk urusan pertemuan warga. Rapat RT kini wajib saya hadiri. Sederet kegiatan kemasyarakatan juga turut menghiasi agenda saya di Jogja.

Salah satu pengalaman baru yang saya alami adalah ronda. Seumur-umur saya belum pernah ikut ronda. Dulu ketika remaja, saya pernah harus menggantikan ayah saya. Itu pun langsung disuruh pulang oleh orang-orang sesampainya di pos ronda. Sekarang, mau tak mau saya sebagai kepala keluargalah yang harus ikut ronda. Awalnya memang cukup canggung menghabiskan 2-3 jam di malam hari bersama orang yang belum saya kenal. Namun lama kelamaan saya pun terbiasa. Bahkan saya merasa ronda memiliki berbagai fungsi sosial yang cukup bermanfaat.

Ronda ternyata tidak hanya sebagai sarana pengamanan saja, tetapi juga menjadi sarana interaksi dengan orang-orang di sekitar kita. Apalagi bagi pendatang seperti saya. Sesiangan sudah tidak berada di rumah, malam pun dihabiskan untuk istirahat. Mungkin ronda menjadi satu-satunya sarana sosial saya dengan tetangga. Tentunya selain say hi dengan tetangga kanan-kiri, atau acara-acara insidental seperti pernikahan dan kematian.

Selama berada di Jogja, saya sempat merasakan dua lingkungan. Lingkungan yang pertama berada di pinggiran kota Jogja tak jauh dari kampus UGM. Penduduknya sudah beragam dan banyak pula pendatang. Seorang guru besar FIB UGM juga tinggal di situ. Profesi para penduduknya sudah beragam, mulai dari pedagang, pegawai, wirausaha, dan penyedia jasa. Skala pekerjaannya pun bervariasi, ada pedagang kelas berat, pengecer tingkat retail, pedagang bubur keliling, mantan kepala kantor kejaksaan, sampai teknisi listrik di RSUD dr. Sardjito. Saya sempat menghabiskan satu tahun di lingkungan ini.

Lingkungan kedua yang saya rasakan adalah sebuah desa di luar kota Jogja. Desa tersebut masih benar-benar tipikal sosial sebuah desa. Lokasi rumah-rumah berkumpul di tengah-tengah sawah dan ladang. Pintu masuknya ditandai dengan gapura. Profesi dominan penduduknya adalah petani. Sedikit saja yang berprofesi pegawai. Luas sawah menjadi salah satu indikator status sosial. Sapi menjadi aset paling bonafid. Strata sosialnya terbentuk jelas: ada pak dukuh, beberapa ketua RT, imam masjid, serta kumpulan pemuda desa yang siap membantu acara apa saja.

Ronda di kota dan di desa, sama-sama menarik. Agendanya pun sama, kumpul di pos ronda, ngobrol sambil menikmakti hidangan yang disuguhkan secara bergilir salah seorang anggota tim ronda, serta berkeliling mengambil jimpitan di rumah-rumah. Bahkan saking tingginya chaivinisme ikatan ronda, diJogja sering ditemui kaos oblong dengan sablonan identitas ronda. Misalnya, “Malem Rebo: Karambol Ok, Gaple yo Wani!” (Malam Rabu: Berani ditantang main karambol ataupun kartu domino).

Jika ada yang berbeda, maka itu adalah jadwal ronda. Di kota, ronda di mulai jam sepuluh sampai jam dua belas malam, sementara di desa pada jam dua belas malam justru ronda baru dimulai dan nanti akan selesai jam tiga pagi. Ronda di desa juga dituntut lebih ketat karena sekaligus menjaga kandang sapi bersama yang memang ditempatkan di dekat pos ronda. Di kota, patroli malam Polisi turut membantu mengurangi risiko kejahatan. Sementara desa tidak memiliki rasio antara jumlah polisi dan luas wilayah yang mencukupi.

Sebagai sarana berinteraksi, ronda juga menjadi sumber informasi bagi saya. Saya menjadi lebih mengenal lingkungan dari informasi yang didapat selama menjalankan ronda. Kuncinya, kita harus pintar-pintar membuat agar setiap orang mengeluarkan informasi terhangat yang ia miliki. Bagi orang tua, hal ini cukup mudah. Kita tinggal puji-puji beliau dan minta diceritakan sesuatu di masa lalu. Kemudian di tengah cerita biasanya sang narasumber keceplosan atau kita sendiri bisa mengambil simpulan dari cerita masa lalunya dengan kondisi saat ini. Biasanya bentuknya informasi spasial, seperti tanah itu dulu dimiliki pak anu, lalu pak anu kena masalah dan dijual ke pak itu. Biasanya ada juga anggota tim ronda yang memang hobi menyebarkan info, mungkin mau menyaingi infotainment. Yang paling seru, kalau trouble maker atau oposan di lingkungan itu ada di tim ronda kita. Semua kebijakan RT dianalisis dan dikritisi habis-habisan. Kalau sudah bosan mendengar kata-kata pedasnya, kita tinggal tembak, kamu juga belum tentu bisa memecahkan masalah seperti itu. Sang oposan biasanya terpancing emosinya, apalagi kalau diingatkan pada kegagalannya ketika menjadi panitia suatu acara.

Dinamika sosial masyarakat sudah memberikan gambaran yang cukup beragam bagi diri saya. Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari sana. Beberapa pengalaman di antaranya bahkan membuka kesempatan untuk menangguk untung atau menyebarkan kebaikan. Info bisnis dapat ditindaklanjuti dengan langkah-langkah profitisasi, sementara info sosial disambar menjadi ladang pahala. Semuanya agar kita menjadi manusia yang lebih baik di masa datang. Amin.

Share

Terusik oleh Sejarah

Siang itu, pandangan saya tertumbuk pada kertas bungkus nasi yang akan saya makan. Kertas tersebut adalah sobekan dari pelajaran sejarah untuk SMA. Pada kertas tersebut tertulis sebuah pertanyaan, “Apa yang menyebabkan rakyat Banten menyerang Belanda?” Pilihan jawaban yang tersedia adalah:
a. Karena menolak monopoli dagang.
b. Adanya konflik antara Sultan Agung Tirtayasa dan Sultan Haji.
c. Karena menjadi basis pasukan Sultan Agung dari Mataram.
d. Karena didukung para ulama.

Hmm.. pertanyaan yang menarik. Sambil menikmati makan siang, romantisme pelajaran sejarah mengusik pikiran saya. Hadir kembali dalam ingatan saya bagaimana dulu pelajaran ini disampaikan. Sosok ibu guru yang sabar luar biasa menghadapi segerombolan anak-anak bandel membuat pelajaran ini kerap menjadi sarana pelarian intelektual (baca: melamun). Penempatannya di jam-jam pelajaran terakhir menasbihkan prioritas pengajarannya di nomor buncit. Untuk urusan nilai pun, selalu yang ditanyakan adalah IPA, Matematika, IPS, dan Bahasa Indonesia. Jarang sekali ada orangtua murid yang menanyakan perkembangan nilai sejarah anaknya. Kalau pun ada, orangtua tidak akan mengrenyitkan dahi mendengar anaknya mendapat nilai kurang memuaskan. Tak jarang orangtua tergelak mengolok-olok anaknya yang jeblok nilainya di pelajaran sejarah.

Sepertinya, metode hafalan menjadi satu-satunya kunci sukses dalam pelajaran sejarah. Bagi anak-anak yang cenderung berpikir logis, menghafal adalah sebuah siksaan. Mata disuguhi deretan angka tahun yang seolah tidak berpola. Kepala diisi nama orang dan nama tempat yang aneh diucapkan di mulut. Kira-kira bagaimana membuat pelajaran sejarah tidak sekedar menghapal ya? Apa sih sebenarnya maksud dan tujuan pelajaran sejarah di sekolah?

Sebuah pikiran usil muncul di kepala, apakah tidak lebih baik murid-murid mempelajari sesuatu yang lebih bermakna daripada sekedar deretan peristiwa? Bisakah sejarah diajarkan dalam bentuk pola yang logis? Dapatkah pelajaran sejarah diberikan dalam satu kesatuan nilai yang bermanfaat? Misalnya, pelajaran sejarah diarahkan untuk menjawab pertanyaan seperti: Bagaimana sistem politik kerajaan Banten? Siapa saja yang memiliki peran politik dalam kerajaan Banten? Apakah konflik Sultan Agung dan Sultan Haji bisa terjadi pada sistem politik kerajaan Mataram? Mungkin dengan pendekatan seperti ini, murid tidak dapat menghabiskan materi sebanyak kurikulum saat ini, namun murid diharapkan dapat mengambil pelajaran (lesson learned) dari beberapa peristiwa sejarah. Jika sang murid tertarik dengan pelajaran yang ia dapat, maka ia dapat melanjutkan mempelajarinya di kelas yang lebih lanjut (penjurusan).

Saya rasa, sejarah adalah sebuah hal penting yang dimiliki bangsa ini. Keanekaragaman sejarah bangsa jangan sampai menjadi siksaan bagi murid-murid sekolah dasar. Kekayaan sejarah kita dapat menjadi koleksi harta tak ternilai. Bayangkan jika kita memiliki data sejarah yang memuaskan. Bayangkan jika kita memiliki sekelompok sejarawan yang bekerja dalam sebuah rerangka sinergis. Mungkin Indonesia bisa memiliki museum sekelas Smithsonian atau perpustakaan sebesar Alexandria. Ironisnya saat ini kita`justru merujuk ke koleksi mikrofilm Universitas Leiden Belanda untuk mencari sumber sejarah bangsa.

Saya teringat sebuah film yang menceritakan tentang seorang guru sejarah yang dapat membangkitkan ketertarikan murid. Sang guru mengajak murid-muridnya untuk melakukan adegan-adegan sejarah, seperti perang Saudara (Civil War) antara Amerika bagian Utara dan Selatan, proklamasi Thomas Jeferson, dll. Mungkin dengan sentuhan yang sama, topik sejarah bisa menjadi pelajaran favorit di sekolah-sekolah di Indonesia.

Tapi tunggu dulu.. logika saya terantuk pada sebuah batu besar. Jika masalah metode pengajaran yang tepat sudah ditemukan, pertanyaan bergeser pada hal yang lebih mendasar. Apa sih gunanya belajar sejarah? Kalau sejarah membuat kita terkungkung di masa lalu, mungkin lebih baik tidak usah mengungkit-ungkit masa lalu. Sebaliknya jika pelajaran sejarah digunakan untuk memperbaiki diri menghadapi masa depan, maka pengajarannya harus berorientasi masa depan. Nah, sekarang apa relevansinya sejarah era kerajaan Nusantara dengan masa depan? Bukankah kondisi masa ini sudah jauh berbeda? Bukankah budaya feodal telah lama ditinggalkan bangsa ini?

Sejarah Indonesia terbagi menjadi 3 fase. Fase perjuangan kedaerahan, fase perjuangan nasional, serta fase pascakemerdekaan. Sejarah fase kerajaan Nusantara difokuskan pada sistem politik, keadaan, tata niaga, sistem sosial, dll. Fase perjuangan organisasi, fokus pembelajaran terletak pada pendidikan, organisasi politik, perubahan sosial di Belanda dan Hindia Timur, bagaimana perjuangan bisa berpuncak pada revolusi fisik, dll. Fase perjuangan pascakemerdekaan bisa mengangkat tema pengakuan kedaulatan, pergantian sistem politik, serta politik luar negeri kita. Nah, pelajaran apa yang bisa diberikan oleh masing-masing fase ini terhadap tujuan pembelajaran sejarah?

Mudah-mudahan, pelajaran sejarah tidak lagi menjadi momok bagi para siswa. Diharapkan dengan metode baru pembelajaran sejarah dapat menelurkan sejarawan-sejarawan berkualitas, generasi muda yang berwawasan sejarah, serta pemimpin bangsa yang menghargai dan mengambil pelajaran dari sejarah.

Tak terasa, nasi di mangkuk soto sudah tandas. Saya pun melanjutkan perjalanan meninggalkan bungkus nasi bersejarah itu.

-o0o-

Share

Dari Tugas Kuliah Lahirlah InfoKost

Nggak terasa sudah hampir setahun saya menimba ilmu di Jogja. Kuliah demi kuliah telah dijalani. Semester demi semester telah dilalui. Sampailah saya ke suatu mata kuliah yang berjudul Sistem dan Teknologi Informasi.

Berhubung sejak dulu saya sudah punya bakat geek dan nerd, sebagaimana anak cowok era digital lainnya, langsunglah saya nyambung banget sama mata kuliah ini. Tiap bahasan dan diskusi saya ikuti dengan penuh kenikmatan. Kapan lagi saya bisa ketemu sama narasumber-narasumber jagoan IT? Rugi kalo nggak nyemplung basah sekalian.

Suatu ketika, dalam mata kuliah ini, saya mendapat tugas kuliah yang rada-rada aneh buat mahasiswa Magister Akuntansi, yaitu membuat model bisnis online. Wedeh-wedeh.. apa sih hubungannya akuntan sama model bisnis? Memangnya kita mau jadi pengusaha bisnis online? Hehehe.. mungkin bagi rekan-rekan lain, tugas ini menjadi momok yang menakutkan. Biasalah.. akuntan kan jarang pake otak kanan (baca: kreativitas), tahunya pake otak kiri terus (baca: hafalan standar akuntansi keuangan). Tapi bagi saya, justru tugas kelompok ini menjadi berkah.

Saat akan mengerjakan tugas ini, saya langsung membuka salah satu folder keramat di PC saya. Nama foldernya adalah ideabox. Di folder inilah saya sering menyimpan mimpi dan angan-angan saya dalam baris-baris teks ASCII. Meskipun demikian, saya sadar bahwa folder ideabox terpenting saya letaknya bukan di hardisk, tapi di otak. Setelah lihat sini-lihat sana, saya bawa beberapa ide dari ideabox itu untuk dikembangkan bersama rekan-rekan sekelompok.

Di sesi brainstorming bersama rekan-rekan sekelompok, saya mengajukan ide-ide tersebut untuk dikembangkan lagi. Setelah sempat mental di ide pertama, Alhamdulillah, kawan-kawan menyambut baik ide saya yang kedua. Ide untuk menyediakan informasi kost berbasis GIS kemudian di-godog lagi oleh kawan-kawan sekelompok. Ketika hasilnya sudah disepakati, hati saya lega luar biasa. Ternyata ide yang selama ini tersimpan, tidak menjadi bisul yang berpotensi meledakkan nanah ke otak.

Saya kebagian tugas mengimplementasi ide tersebut dalam sebuah model aplikasi mini. Karena saya bukan programmer, dan latar belakang juga non-IT, saya hanya mengandalkan intuisi dalam mengembangkan aplikasi ini. Ditambah dengan keterbatasan peralatan yang saya miliki (hanya sebuah PC tua plus modem CDMA yang sayangnya lokasi rumah saya kurang mendukung untuk mendapatkan koneksi internet seperti di iklan), benar-benar cuman semangat yang menemani.

Untungnya, istri saya paham betul kapan saya sedang bersemangat melakukan sesuatu. Dia pun menyediakan waktu bagi saya untuk melakukan eksperimen ini. Anak-anak ditanganinya dengan baik. Tugas-tugas rumah yang biasa saya lakukan, diambil alih. Makasih ya Mom.

Lalu bagaimana hasilnya? Masih jauh dari harapan. Tapi setidaknya sebuah kerangka telah terbentuk. Apalagi ketika kelompok kami mempresentasikan materi ini, sambutannya lumayan hangat dari rekan-rekan sekelas. Sempat pula demo aplikasi ditayangkan walau waktu yang diberikan sangat terbatas. Di luar kelas, seorang sesepuh kelas yang nota bene Direktur Sistem Informasi di sebuah perusahaan forwarding nasional mendekati saya dan menyatakan minatnya untuk mewujudkan ide ini.

Penasaran mau lihat hasilnya? Cekidot gan, di www.uliansyah.or.id/infokost/. Jangan lupa tinggalkan komentar!

Share

Doa Iftitah bagi Kita yang sedang Bingung

Dari berbagai macam lafal doa Iftitah yang diajarkan Nabi, ada satu lafal yang dianjurkan bagi orang-orang yang sering kebingungan. Berikut ini lafalnya, saya kutipkan dari doa nomor 30 dalam kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa’id bin Wahf Al-Qohthony:

30- اَللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ. اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ.

30. “Ya Allah, Tuhannya Jibrail, Mikail dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, YangMaha Mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menghakimi hamba-hamba dalam semua hal yang mereka perselisihkan. Berilah kepadaku petunjuk dalam hal yang diperselisihkan agar aku mendapatkan kebenaran dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.”

Dalam Kajian Syarah Hisnul Muslim, Ustadz Aris Munandar menganjurkan bagi kita yang masih sering bingung untuk memilih pendapat mana yang dipegang, agar mengamalkan lafal doa iftitah ini dalam sholatnya. Dalam doa ini terdapat lafal اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ yang isinya berupa permohonan agar kita dapat mengikuti kebenaran dari hal-hal yang sedang diperselisihkan.

Mudah-mudahan kita diberi kemudahan dalam mengikuti kebenaran dan diberi ketetapan berada di atasnya. Amin.

-o0o-

Share

Operasi Bibir Sumbing Gratis (Jakarta dan Bekasi)

Alhamdulillahi rabbil alamin,
ada seorang dokter yang berkenan memberikan operasi gratis bagi para penderita bibir sumbing.

Berikut ini informasi lengkapnya:

Assalaamu’alaikum

Teman2, bilamana ada mengetahui anak2 malang dgn cacat sumbing bibir namun tidak bs operasi krn kendala biaya (tetangga, anak tukang cuci, tukang sampah, satpam, OB dll), saya informasikan bhw saya menyelenggarakan OPERASI GRATIS khusus SUMBING BIBIR di Jakarta dan Bekasi.

Jakarta:
RS YPR Hospital
Jl.Sawo 56 Menteng – Jakpus
Telp. 3906914/31926152 (Hub. ibu MONA)
Jam konsultasi saya: Selasa/Kamis/ Sabtu 10.00-12.00

Bekasi:
RS Juwita
Jl.M Hasibuan 78 – Bekasi
Telp. 8829590-1 (Hub. ibu KHUSNUL)
Jam konsultasi saya: Senin/Rabu 10.00-12.00

Mohon disebarluaskan informasi ini bilamana memungkinkan. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalaam,
Ahmad Fawzy, SpBP
dokter spesialis bedah plastik

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/52762

Saya sudah mengontak nomor RS YPR Hospital, diterima oleh ibu Nela. Dan memang betul RS YPR menyelenggarakan operasi bibir sumbing dan hernia anak gratis. Bagi yang ingin menggunakan layanan ini, silahkan hubungi terlebih dahulu nomor tersebut di atas.

Alamat web RS YPR Hospital adalah http://yprhospital.com/index.html

Mudah-mudahan bermanfaat.

Update info (13 Maret 2010):

Untuk operasi bibir sumbing dan hernia anak di RS YPR Hospital, berikut ini persyaratannya:

PERSYARATAN OPERASI HERNIA ANAK

  1. Foto copy KTP

  2. Foto copy kartu KK

  3. Foto pasien sluruh badan ukuran 3 R

  4. SKTM dari lurah dan kecamatan

  5. Surat keterangan dokter PUSKESMAS mengenai penyakit nya

  6. Usia pasien 1 s/d 15 tahun, belum pernah dioperasi sebelumnya, tidak memiliki kelainan bawaan seperti penyakit Jantung, kelainan darah ( Hemofilia ) dll.

PERSYARATAN OPERASI SUMBING

  1. Usia

  1. Sumbing Bibir : 3 bulan (berat badan min. 5 kg) s/d 40 tahun

  2. Sumbing langit-langit : 1.5 thn s/d 4 tahun

  3. Sumbing bibir & langit-langit : usia 2 – 4 tahun, Hb > 11gr%

  1. Jenis kelainan

  1. Labio skisis : unilateral (satu celah) : komplit, inkomplit

  2. Palato skisis : Bilateral (dua celah) : komplit, inkomplit

  3. Labio palato ( sumbing bibir & langit-langit)

  1. Belum pernah dilakukan operasi sumbing sebelumnya

  2. Tidak ada riwayat penyakit alergi/ darah/ sesak/ batuk /jantung /riwayat biru saat lahir/kecil.

  1. Pemeriksaan Laboratorium

  1. Hb, hematokrit, Lekosit, Trombosit, eritrosit

  2. Waktu pembekuan (CT), Waktu Perdarahan(BT)

6. Rekomendasi pemeriksaan kesehatan oleh dokter Spesialis anak (bagi pasien anak) / dokter spesialis penyakit dalam (bagi pasien dewasa) yang menyatakan dapat dilakukan operasi

Share

Silaturahmi Online FISI Alumni STAN

Kalo dulu waktu kuliah ada FISI STAN. Nah sekarang setelah lulus kuliah ada FISI Alumni STAN. Berhubung orang-orangnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia, supaya mudah, silaturahmi kita lakukan via media internet.

Silahkan klik pada poster untuk melihat poster pada ukuran sebenarnya.

Nah bagi yang mau pasang countdown, bisa pake kode berikut ini:

‹!– Do not remove the link –›‹a href=”http://www.countdown2zero.com” target=”_blank”›‹img src=”http://www.countdown2zero.com/mscd.php?code=afa9a” border=”0″›‹/a>‹!– http://www.countdown2zero.com –›

Hasilnya sebagai berikut:

Share