Akuntansi sebagai Pemicu Aliran Sumber Daya Ekonomi Dunia

Hari ini saya berdiskusi lagi, untuk kesekian kali, dengan seorang kawan peneliti akuntansi. Topiknya adalah akuntansi sebagai sarana alokasi sumber daya ekonomi. Menurut paham tersebut, laporan keuangan membantu calon investor dan calon kreditor untuk mencari proyek dengan return yang paling optimal. Ketika mereka membuat keputusan untuk berinvestasi (entah dalam bentuk penyertaan modal atau pinjaman), maka mengalirlah sumber daya ekonomi kepada entitas usaha yang potensial.

Dari sudut pandang inilah, urgensi mengenai standardisasi laporan keuangan global menjadi relevan untuk dibicarakan. You know where this thought going at. Yes, IFRS. Convergence. Fair value. Dengan IFRS, maka cost of capital untuk menyiapkan laporan keuangan yang dapat dikonsumsi secara global akan menurun. Apakah keuntungannya hanya pada investor? Ternyata tidak. Menurut paham ini, suatu negara yang menggunakan basis IFRS dalam menyusun laporan keuangannya, akan mendulang keuntungan berupa aliran sumber daya ekonomi dari sumber global.

Konsep ini cocok dengan hipotesis pasar efisien (EMH). Dalam konsep EMH, seluruh pelaku pasar adalah pihak-pihak yang memaksimalkan kepuasan sehingga mereka akan memberikan respon yang sama jika memiliki sumber daya yang sama dan mendapat informasi yang sama. Syarat utopis dalam EMH adalah setiap orang memiliki kesempatan dan akses yang sama untuk mendapatkan informasi. Kondisi tersebut tentunya bertentangan dengan hukum asynchronous information yang mendominasi fenomena di lapangan. Kesesuaian konsep aliran sumber daya dengan EMH terletak pada perilaku pasar yang memaksimalkan kepuasan. Tanpa asumsi itu, konsep aliran sumber daya tidak akan menemui muara yang tepat.

Saya tidak serta merta menerima konsep tersebut. Hal pertama yang muncul di kepala adalah bagaimana cara membuktikannya secara empiris? Secara teoritis, konsep tersebut cukup masuk akal. Namun, teori tersebut masih harus dikonfirmasi dengan fakta di lapangan. Satu-satunya pasar hampir sempurna yang datanya dapat diakses publik adalah bursa saham. Artinya, bursa saham akan menjadi tempat yang ideal untuk menguji keempirisan topik di atas. Saya kembali memutar memori dan pemahaman saya terhadap bursa saham.

Masalahnya, informasi akuntansi itu hanya tersedia dalam beberapa saat dalam setahun. Sedangkan, respon pasar terhadap nilai perusahaan terus berubah sepanjang tahun. Meskipun demikian, para ahli meyakini bahwa nilai riil suatu perusahaan dapat ditaksir melalui informasi akuntansi. Fluktuasi nilai pasar akan bergerak menuju nilai riil tersebut, sehingga dengan pendekatan ini para analis finance dapat menentukan apakah harga saham suatu perusahaan dalam posisi underpriced atau overpriced.

Anyway, konsep aliran sumber daya adalah sebuah konsep yang menarik untuk dipelajari, diulas, didiskusikan dan dikaji. Hasil kajian tersebut hendaknya dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara ini. Tidak hanya menjadi sapi perah bagi kapitalisme global, namun setidaknya, meminjam istilah teman, menghindari kerugian yang lebih besar karena harus berjalan di luar sistem yang sudah ada.

Categories: Isi Kepala, Persepsi