Kisah Unik di balik Seragam khas SD Serayu Yogyakarta

 

Nah, kali ini saya mau menulis tentang sekolah saya yang tercinta. Dulu, waktu saya masih kecil.. saya bersekolah di SD Serayu II, Yogyakarta. Sejak jaman dulu, SD Serayu sudah menjadi pilihan favorit bagi para orangtua untuk menyekolahkan anaknya. Saya ingat betul bagaimana perjuangan ayah dan ibu saya untuk memasukkan saya di sekolah ini. Mereka rela menginap di halaman sekolah agar tidak kehabisan formulir pendaftaran yang akan dibagikan esok pagi. Perjuangan kedua orangtua saya terus berlanjut sampai saya bisa menamatkan sekolah. Entah dalam bentuk uang sekolah, mengantar dan menjemput ke sekolah, menyediakan seragam. menyiapkan bekal, dst. Semua usaha dijalani agar saya nyaman bersekolah. Pokoknya kalau ingat perjuangan mereka menyekolahkan saya dari kecil sampai besar, saya terharu sekali. Benar-benar sebuah pilihan yang tepat untuk menyekolahkan saya di SD sebaik itu.

Nah.. ane dulu masuk di SD Serayu II. Waktu itu memang SD Serayu ada 2 sekolah dalam 1 kompleks. Kepala sekolahnya pun dua orang. Bu Yatini (yang galak luar biasa) menjadi kepala sekolah Serayu II, sementara Pak Sardi (yang baik luar biasa) menjadi kepala sekolah Serayu I. O ya, di kalangan murid-murid, Serayu I disebut dengan A, dan Serayu II disebut B. Hal ini untuk menyingkat penyebutan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, “Aku sekarang di kelas 4B”, atau “Victor itu anak kelas 5A”. Sekarang SD Serayu sudah tidak lagi terbagi dua, sudah menjadi 1 SD Serayu saja tanpa I dan II, atau A dan B lagi.

kontak sekolah

Waktu saya berada di kelas I, SD Serayu hanya memiliki satu seragam saja, yaitu putih-merah standar seragam SD. Beberapa waktu kemudian, kira-kira waktu saya kelas II atau III atau IV, SD Serayu mulai menggunakan seragam khas berwarna coklat. Seragam khas ini digunakan sampai generasi sekarang, sehingga menjadi ikon khusus yang melekat pada image SD Serayu Yogyakarta.

Ingatan saya kembali di suatu masa ketika seragam khas baru akan dikenakan untuk pertama kali oleh murid-murid SD Serayu. Setelah pertemuan orangtua murid dan pihak sekolah untuk membahas seragam khas ini, maka mulailah kain bahan seragam dibagikan kepada tiap orangtua murid. Selain itu disepakati pula kapan seragam khas akan mulai dikenakan. Namun karena ibu saya lupa tanggal mulai mengenakan seragam khas, maka pada suatu pagi saya dipaksa untuk mengenakan seragam yang tidak saya kenal sebelumnya, dan saya pun merasa canggung mengenakannya. Maklumlah, tingkat kePedean saya waktu itu masih timbul tenggelam. Lebih banyak tenggelamnya malah. Mungkin efek karena memiliki abang yang bersekolah di sekolah yang sama dan sangat berprestasi dan menjadi favorit para guru. Well, that’s another story to tell :P

Mama memang orangnya pelupa, tapi ngeyelan. Beliau ngotot bahwa hari itu adalah jadwal menggunakan seragam baru. “Pokoknya kata Bu Yatini, seragamnya buat hari Rabu!”, paksa Mamaku sambil mengenakan baju khas ke badanku yang masih imut-imut. Saya hanya bisa pasrah menghadapi kekhawatiran ibu-ibu (takut anaknya nggak taat aturan). Toh Mama juga sudah repot-repot mencari penjahit yang bersedia menyelesaikan pesanan tepat pada waktunya. Jadi kukenakan jugalah baju aneh itu ke sekolah. Daaaaan… benar saja…

Sesampainya di sekolah. semua murid mengenakan baju putih-merah! Tidak ada satupun yang mengenakan baju cooklat seragam khas itu. Aduuuh.. rasanya muka ini entah mau ditaruh di mana. Ini jamannya saya masih gampang sensi lho.. Bu Suwartini, wali kelas saya, hanya bisa berdecak dan menggumam.. Sepertinya beliau menyayangkan keteledoran ibu saya menepati jadwal penggunaan seragam baru! Saya masih ingat pandangan aneh dari teman-teman sekolah, dari kelas I sampai kelas VI. Saya masih ingat saya berusaha membaur dan menghilang di tengah kerumunan teman-teman. Saya masih ingat bagaimana saya berusaha untuk tidak menjadi pusat perhatian. Hari itu, sependek ingatan saya, entah karena apa, kami tidak belajar di kelas melainkan di aula. Hal ini memudahkan saya untuk bersembunyi di balik teman-teman lain.

Hehehe.. Jadi… penggunaan seragam khas yang seharusnya baru dimulai pekan depan, menjadi bukan suprise lagi. Ada seorang anak yang sudah memakainya duluan di hari ini :D Dengan demikian, pantaslah kalau saya memproklamirkan bahwa:

Saya adalah murid pertama yang memakai seragam khas SD Serayu

Hehehe.. lebay.. but it worth (tahu kan saya dapet gen ngeyelan dari siapa?) Nah berikut ini adalah penampakan seragam khas SD Serayu saat ini. Sama persis dengan seragam khas yang saya gunakan waktu itu. Tidak berubah sejengkal pun sejak pertama diadakan.

Seragam Khas SD Serayu Yogyakarta

Seragam Khas SD Serayu Yogyakarta (gambar diambil dari http://sdnserayuyogya.sch.id)

 

Demikian sekelumit kisah masa kecil saya, sekolah saya, dan seragamnya. Demikian banyak kenangan indah yang tertinggal di SD Serayu. Masa-masa penuh kemurnian dan keluguan. Optimisme yang meluap, dengan naif memandang bahwa dunia akan selalu bersikap manis kepada diri ini. Berteman dan bersahabat, penuh keceriaan. Kenangan yang tersimpan rapi di dalam kotak pandora yang terkunci, yang tidak bisa dibuka lagi. Kenangan yang hanya bisa terbangkitkan kembali dengan memandangi dan mengunjungi sekolah tercinta ini.

Sayangnya, saat terakhir kali saya berkunjung ke SD Serayu (lokasinya di antara SMP N 5 Yogyakarta dan Kantor Telkom), bangunannya sudah berbeda dari bangunan jaman saya SD dulu. SD Serayu sudah direnovasi pasca gempa Jogja tahun 2006. Layout bangunan masih sama. Bangunan dua lantai dengan tiga ruang kelas di masing-masing lantai, berada di depan sekolah, persis di belakang pagar sekolah (seperti terlihat di foto 1 di atas). Di bagian dalam, semua bangunan yang tadinya hanya 1 lantai, sekarang menjadi dua lantai. Serta, bekas gedung olah raga berubah menjadi ruang kelas 2 lantai pula, Lapangan berlantai semen tempat kami dulu bermain sepak bola, berubah menjadi lapangan berlantai konblok.

gb24

Tapi yang surprise dari kunjungan saya adalah saya masih melihat Pak Kampret, penjual mainan di depan gerbang sekolah. Haduh rasanya mau nangis melihat orang dari masa lalu saya masih setia di kondisi yang sama. Pak Kampret masih dengan setia menyeberangkan anak-anak atau membantu orangtua memanggil anaknya untuk dijemput. Persis seperti belasan tahun sebelumnya.

Melalui posting ini pula, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru-guru saya di SD Serayu Yogyakarta. Bu Yatini yang galak (kasek dan wali kelas 6B), Bu Suwartini yang anggun (wali kelas 5), Pak Yusuf yang menawan dan terlihat keren di mata kami (wali kelas 4), Pak Longgaryanta yang galaknya selevel dengan Bu Yatini (wali kelas 3), ibu guru yang paling senior dan sangat keibuan, tapi sayangnya saya lupa namanya (wali kelas 1 dan 2). Di mana pun Bapak dan Ibu berada sekarang, saya menghaturkan rasa hormat saya yang sebesar-besarnya. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengakui bahwa tanpa binaan dan didikan Bapak dan Ibu guru sekalian, saya tidak akan mengetahui dunia yang luas ini. Terima kasih.. terima kasih.. hanya itu yang bisa saya ucapkan. Biarlah Allah subhanaahu wa ta’alaa yang membalas kebaikan Bapak dan Ibu guru semua dengan balasan yang hanya Ia, Yang Maha Kuasa, yang bisa menetapkannya.

Untuk teman-teman seangkatan, mari kita sambung lagi tali komunikasi. Bisa memanfaatkan Facebook atau media komunikasi lainnya.

3 Thoughts on “Kisah Unik di balik Seragam khas SD Serayu Yogyakarta

  1. peta ini jelas salah. desa margodadi dan sirdekoto kok bisa terdampak, jauh dari sungai pula. Sungai bedog yang di Sleman tu gak dilalui lahar juga kok, mohon dicek kembali

  2. Semoga pada saat audit tidak ada kongkalikong preoyk lagi jadinya ambruk nih jembatan. Bukan apanya, di negeri ini kadang penyakit korupsi yg membuat banyak mega preoyk malah jadi mini preoyk yg sangat gampang di terjang alam.aamiin. . .semoga ini memang bencana alam yang benar2 bencana. . :senyum:

  3. saya baca blog Bapak sangat bagus..pak
    terimakasih atas upaya mengingat kembali masa masa sekolah di SD Serayu
    saya saat ini bertugas sebagai admin website resmi sdn serayu mengajak bapak untuk bergabung di forum alumni sdn serayu. masukan, kritik dan saran serta dukungan dari Alumni sangat berarti bagi kemajuan Sekolah terus dan terus untuk masa yang akan datang. amiin..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Post Navigation