Bacaan: One World Schoolhouse

Bismillah.

Tulisan kali ini berasal dari semangat menulis yang datang kembali. Terakhir kali saya menulis tentang sebuah proyek nyata yang mempengaruhi dunia adalah tentang Grameen Bank, Bank Kaum Miskin. Kali ini saya akan menulis tentang buku One World Schoolhouse yang ditulis oleh Salman Khan, pendiri khanacademy.org.

Salman Khan: One World Schoolhouse

Rasa penasaran saya muncul ketika istri saya membeli buku One World Schoolhouse ini. Sebagai praktisi pendidikan (alias ibu rumah tangga), istri saya memang punya perhatian khusus terhadap pendidikan. Sedikit sekali praktisi pendidikan (entah guru, guru les, guru ngaji, kepala sekolah) yang mau menulis tentang pendidikan. Kalaupun ada, topiknya umumnya sama: kekecewaan terhadap sistem pendidikan yang ada. Sebut saja John Holt, Tetsuko Kuroyanagi, Ayah Edi, Andreas Harefa, dst. Ups maaf, sebagian dari yang saya sebut malah bukan praktisi, tetapi pengamat. Jadi sangat menarik buat saya, melihat kreator video pendidikan, menulis sebuah buku.

Saya pertama mendengar Khan Academy ketika media-media online ramai memberitakan bahwa Bill Gates menyanjung-nyanjungnya. Situs yang dikembangkannya, bernama khanacademy.org, menyediakan materi pembelajaran berbasis video yang membahas topik-topik pelajaran sekolah. Topik yang tersedia meliputi aljabar (dari pemula sampai mahir), trigonometri, bahkan kalkulus. Selain topik matematika, terdapat juga materi sejarah (sejarah Amerika dan Eropa tentu saja), dll. Perhatian dunia terhadap khanacademy dimulai sejak Bill Gates, pendiri Microsoft, menyatakan bahwa anaknya menggunakan dan menyukai khanacademy.

Oya, jangan kesasar ke halaman Wiki Salman Khan yang artis Bollywood ya, Salman Khan yang ini memiliki halaman wikipedia di sini: http://en.wikipedia.org/wiki/Salman_Khan_(educator).

Berikut ini beberapa gagasan menarik yang disampaikan dalam buku One World Schoolhouse tersebut:

  1. Pembelajaran yang Fleksibel. Salman Khan tidak menggunakan istilah ini di bukunya, istilah ini dari saya. Di beberapa bab, Salman Khan mengutarakan bahwa sistem pendidikan di dalam kelas akan menghambat pembelajaran seseorang. Siswa dipaksa untuk melanjutkan ke materi berikutnya padahal mungkin belum semua materi terkuasai. Ada juga masalah bias materi pembelajaran, kontradiksi antara buku teks dan pendapat guru, ujian dan PR, dll. KhanAcademy.Org dibangun dengan harapan dapat memperbaiki dan menyempurnakan hasil pembelajaran di kelas yang dirasa kurang manusiawi. Fitur andalannya adalah fleksibilitas.
  2. Fenomena Pembelajaran Keju Swiss. Sepanjang masa pendidikan kita di sekolah, apakah kita selalu mendapat nilai sempurna? Katakanlah seseorang selalu mendapat nilai 95 untuk semua tes. Berarti, siswa tersebut masih belum memahami 5% dari materi yang diajarkan. Dan jika hal ini berulang dari SD sampai Perguruan Tinggi, maka akan memperbesar risiko si siswa mendapatkan kesulitan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini yang diyakini sebagai jawaban, kenapa anak yang nilainya sama di kelas yang lebih rendah ternyata mengalami kesulitan yang berbeda di kelas yang lebih tinggi. Karenanya, melalui khanacademy, bolong-bolong keju swiss pendidikan ini dapat ditambal.
  3. Flipping Classroom (Membalik Ruang Kelas). KhanAcademy.Org telah digunakan dengan membalik kelas: siswa di rumah diminta belajar mandiri dengan video dari KhanAcademy, lalu di kelas berdiskusi mengerjakan tugas-tugas yang tadinya PR. Mirip metode pembelajaran mandiri di Perguruan Tinggi, ketika kesempatan tatap muka dengan dosen digunakan untuk mengkonfirmasi pembelajaran mandiri yang dilakukan mahasiswa di rumah.

Menindaklanjuti rasa penasaran saya, saya membuka situs TED dan menemukan video presentasi Salman Khan. Presentasi di forum TED ini dilakukan pada Maret 2011. Uniknya, Bill Gates turut naik ke panggung dan melakukan sedikit wawancara di akhir penampilan Salman Khan di panggung.

Isi video ini sama persis dengan isi buku One World Schoolhouse. Salman Khan sama-sama menyajikan konsep: keju bolong2, flipped class, dll. Satu-satunya perbedaan adalah istilah yang digunakan Salman yaitu One Worl Classroom bukan Schoolhouse.

Bagi saya yang visual, menonton video Salman Khan tsb mendapatkan materi yang sama didapat dari buku One World Schoolhouse ini. Karenanya, saya sangat menyarankan Anda untuk menonton video ini. Bisa dengan streaming ataupun mengunduhnya ke PC atau smartphone Anda.  Caranya, dari situs ted.com, Anda bisa mendownload video Salman Khan ini lengkap dengan subtitle-nya. Setelah klik play, akan muncul link download di sebelah kanan video yang sedang diputar.

Gagasan yang lebih mengenai disampaikan melalui video daripada bukunya, menurut saya, justru terletak pada konsep One World Schoolhouse itu sendiri. Contoh yang disampaikan di video lebih mengena: yaitu jika anak Anda (ini maksudnya untuk audiens TED yang orang amrik) bertutor dengan anak dari Calcutta maupun sebaliknya. Dengan KhanAcademy.Org, siswa yang sedang mempelajari suatu materi akan menjadi One World Schoolhouse sendiri. Sebuah ruang sekolah yang tercipta di dunia maya.

PENUTUP

Buku ini sangat menarik dan sarat dengan perpaduan kisah perjuangan KhanAcademy.Org dan penyampaian gagasan-gagasan seputar pendidikan. Dengan metode tersebut, pembaca dapat terhindari dari rasa bosan dalam membaca. Buku ini cocok dibaca bagi para pembelajar, pendidik, perintis startup, aktivis sosial dan pendidikan, para orangtua, serta juga tak lupa pengguna internet biasa seperti saya.

Selamat tersinpirasi!

Categories: Persepsi