Prestasi, Istiqomah dan Fitnah Akhir Jaman

Di Olimpiade Rio 2016 ini, ada akhwat Amerika yang ikut bertanding pada cabang olahraga Anggar (Fencing/Sabre). Namanya Ibtihaj Muhammad. Dalam wawancara dengan Stephen Colbert di acara Late Show[1], Ibtihaj mengatakan bahwa ketika dia kecil, semua orang bilang kalau gadis kecil kulit hitam berhijab tidak akan bisa melakukan apa-apa, tidak bisa meraih prestasi, maupun tidak punya masa depan yang cerah. Kedua orang tuanya sangat mendukung Ibtihaj melakukan kegiatan apa pun, Ibtihaj kecil mencoba hampir semua cabang olahraga, mulai dari atletik, voli, dll. Suatu saat ibunya melihat orang bermain Anggar dan kostumnya menutup seluruh badan. Ibunya lalu meminta Ibtihaj mencoba olahraga tsb, di saat umurnya 12 tahun. Pada tahun 2014 lalu, Ibtihaj memenangkan Kejuaraan Dunia Anggar bersama tim Amerika Serikat. Dan tahun 2016 ini, Ibtihaj akan tampil di Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil.

Mungkin ada dari kita yang melihat saudari kita Ibtihaj ini memiliki banyak kekurangan, namun bukankah kita (yang membaca dan men-share) tulisan ini, pun memiliki banyak kesalahan dan kekurangan? Bagaimana pun juga, kisah ke-istiqomah-an Ibtihaj menjalankan ajaran Islam untuk ber-hijab di segala situasi, telah memberikan inspirasi kepada jutaan anak muslim di seluruh dunia.

Menengok situasi politik di Amerika menjelang pilpres, tidak heran jika publisitas tentang Ibtihaj tidak disukai para pendukung Donald Trump. Apalagi, kubu Demokrat (Hillary Clinton[2] dan Michelle Obama[3]) sudah duluan mendukung Ibtihaj. Sampai saat ini pun, twitter Ibtihaj[4] masih sering diteror dan dibully kaum Islamophobia. Karenanya, amatlah pantas dipanjatkan oleh kita, doa agar Allah memberikan perlindungan padanya, pada kita dan seluruh kaum muslimin di Amerika dari huru-hara fitnah akhir jaman ini.

Fitnah akhir jaman yang sudah muncul satu per satu, dan semakin besar, dan terus semakin besar. Sampai akhirnya nanti muncullah firnah terbesar bagi manusia, yaitu Dajjal. Tidak bisa tidak, fitnah-fitnah ini hanya dapat dilawan dengan ilmu dan ke-istiqomah-an, sebagaimana tersirat dalam hadits Nabi riwayat Bukhari, bahwa Dajjal mulai terkalahkan ketika dia berhadapan dengan seorang pemuda yang mempelajari hadits Nabi.

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلًا عَنْ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيمَا يُحَدِّثُنَا بِهِ أَنَّهُ قَالَ يَأْتِي الدَّجَّالُ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ فَيَنْزِلُ بَعْضَ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ وَهُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ هَلْ تَشُكُّونَ فِي الْأَمْرِ فَيَقُولُونَ لَا فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْيَوْمَ فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلَا يُسَلَّطُ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] Telah mengabarkan kepada kami [Syu’aib] dari [Az Zuhri] Telah mengabarkan kepada kami [‘Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud], bahwasanya [Abu Sa’id] mengatakan, Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menceritakan kepada kami suatu Hadits panjang tentang dajjal, diantara yang beliau ceritakan kepada kami saat itu ialah, beliau bersabda: “Dajjal datang dan diharamkan masuk jalan Madinah, lantas ia singgah di lokasi yang tak ada tetumbuhan dekat Madinah, kemudian ada seseorang yang mendatanginya yang ia adalah sebaik-baik manusia atau diantara manusia terbaik, dia berkata; ‘saya bersaksi bahwa engkau adalah dajjal, yang Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam telah ceritakan kepada kami.’ Kemudian dajjal mengatakan; ‘Apa pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lantas aku menghidupkannya, apakah kalian masih ragu terhadap perkara ini? ‘ Mereka menjawab; ‘tidak’. Maka Dajjal membunuh orang tersebut kemudian menghidupkannya, namun orang tersebut tiba-tiba mengatakan; ‘Ketahuilah bahwa hari ini, kewaspadaanku terhadap diriku tidak sebesar kewaspadaanku terhadapmu! ‘ Lantas dajjal ingin membunuh orang itu, namun ia tak bisa lagi menguasainya.” (HR. Bukhari No. 6595)[5]

Semoga Allah melindungi kita dari segala fitnah dunia dan akhirat, serta memberikan kemudahan dan ganjaran pada orang-orang yang bertakwa dan istiqomah di segala kondisi.

Tangsel, 6 Dzulqo’dah 2437 H/9 Agustus 2016
Abu Abbas

[1] https://www.youtube.com/watch?v=xs8O-MFu4yU
[2] https://twitter.com/HillaryClinton/status/762675570937298944
[3] http://www.espn.com/olympics/story/_/id/15415007/first-lady-michelle-obama-appears-us-athletes-receives-fencing-lesson-olympian-ibtihaj-muhammad
[4] https://twitter.com/IbtihajMuhammad
[5] http://hadits.stiba.ac.id/?type=hadits&imam=bukhari&no=6599

Categories: Isi Hati