SMS Notifikasi untuk Status Dinas

Ada gunanya juga saya bergaul dengan kawan-kawan underground semacam neoteker dan kecoak elektronik. Cara berpikir ala hacker yang mereka anut, sedikit-sedikit nyangkut juga di otak saya. Saya bukan programmer profesional. Aplikasi-aplikasi kecil yang saya buat belum bisa disebut ‘aplikasi’ seperti yang dimaksud oleh orang-orang. Namun, saya selalu mencari jalan agar teknologi dapat membantu hidup saya menjadi lebih mudah.

Salah satu hasilnya adalah skrip yang saya buat hari ini. Berawal dari kejelian kegundahan saya melihat aplikasi perjalanan dinas di kantor saya yang saya rasa nilai informasinya akan lebih tinggi jika dikirimkan via SMS. Di kantor saya, surat tugas untuk perjalanan dinas akan diterbitkan sebelum hari H keberangkatan. Karena informasi yang kurang mengalir di antara pegawai kantor saya, seringkali saya baru mengetahui sedang ditugaskan dinas ketika pada hari H. Padahal saya juga tidak bisa setiap saat men-cek aplikasi SPPD hanya untuk melihat apakah saya akan dinas. Akibatnya, saya jadi kurang persiapan untuk melaksanakan dinas luar kantor.

Sejak seminggu lalu saya bertekad ingin membuat agar info perjalanan dinas di aplikasi SPPD dapat saya grab dan saya kirim via SMS ke ponsel saya. Tentu saja secara otomatis. Harapannya agar saya tidak perlu khawatir lagi kurang persiapan dalam menjalankan dinas luar.

Untuk mengambil data dari aplikasi SPPD berbasis web, saya menggunakan perl dengan library LWP dan HTML::TreeBuilder. Library LWP saya gunakan untuk mengakses platform web, jadi saya tidak perlu berpusing-pusing dengan pemrograman socket. Sementara library HTML::TreeBuilder saya gunakan untuk membaca tabel HTML yang terdapat pada halaman web SPPD.

Aplikasi SPPD

Untuk mempermudah penulisan skrip yang puaanjang bener, saya memilah-milah tahap penulisan menjadi (semacam) modul-modul kecil yang dapat bekerja sendiri-sendiri. Dalam proses penyelesaian skrip ini, saya membuat beberapa skrip pengujian, yaitu:

  1. Skrip untuk mengakses/membaca halaman web aplikasi SPPD.
  2. Skrip untuk memanipulasi teks dari halaman web menjadi sebaris pesan SMS.
  3. Skrip untuk mengirim SMS berisi pesan yang sudah disiapkan di skrip kedua.

Skrip Mini

SMS saya kirimkan melalui penyedia SMS gratis di web seperti http://www.sms-online.web.id/ dan http://smsgratis.web.id. Saya buat wrapper dengan perl. Sayangnya, penyedia SMS gratisan seperti ini masih kurang reliabel, kadang SMS terkirim dan kadang gagal. Tanpa ada report apa pun. Yah, namanya juga gratis, gak boleh protes. Jika memang perlu, nanti saya akan menggunakan ponsel yang dicolok ke PC sebagai basis pengiriman SMS. Sementara ini cukuplah menggunakan SMS gratisan.

Nah, setelah skrip-skrip mini itu teruji, baru saya rangkai menjadi sebuah skrip panjang yang menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai keinginan. Info yang dikirim via sms adalah tujuan dinas, tanggal dinas dan unit yang mengusulkan.

Skrip SMS Notifikasi DL

Hasilnya? SMS berisi info perjalanan dinas terbaru berhasil masuk ke ponsel. Alhamdulillah. Setelah berhasil, beberapa kawan juga tertarik turut merasakan aplikasi ini. Mudah-mudahan dengan aplikasi ini, saya bisa mengetahui jika dalam beberapa hari ke depan saya akan ditugaskan.

Ada yang mau ikutan?

Share

Fleksibilitas Sintaks Command SMS

SMS

gambar dari funnycraigslistads.com

Hari gini, layanan mobile begitu banyaknya. Mulai dari perbankan, tagihan macem-macem, sampai nilai rapor, kelulusan ujian, nomor polisi, dst. Semua informasi ini bisa diakses dari ponsel. Layanan premium yang tidak bermanfaat juga bertebaran (walaupun sudah disemprit BRTI).

Masalahnya, saya menggunakan beberapa layanan tersebut. Tapi, saya merasakan kurangnya fleksibilitas sintaks command pada sms sehingga terasa kurang nyaman digunakan. Sintaks atau susunan perintah bisa dikatakan sangat rigid dan tidak memiliki fleksibilitas. Bahkan ketika mengaktivasi SIM card baru pun kita sudah berinteraksi dengan sintaks command SMS. Perhatikan saja format registrasi SIM Card via 4444 berikut ini:

Nama#No.Identitas (No.KTP/No.SIM)#Jenis identitas (KTP/SIM)#Alamat+kota#Tempat lahir#Tanggal lahir#Pekerjaan.

Bah! Saya harus bolak-balik membandingkan isian SMS saya dengan format yang ditentukan. What a pain! Berapa banyak waktu dan tenaga yang terbuang hanya agar memastikan isian saya akurat.

Bandingkan dengan syntax command line pada DOS atau GNU/Linux atau bahkan UNIX. Mereka menyertakan option, misalnya dengan -o output_file. Dengan fleksibilitas ini yang kita hafalkan adalah logika jalannya command tersebut, bukannya susunan.

Duh.. saya mengangankan ada content provider yang responsif terhadap hal ini.

Sedikit berteori (konspirasi pula), muncul pertanyaan: apakah dari ruang kesalahan ini justru content provider menangguk untung? Kalo memang demikian, hmm.. nggak bener ini.. Bagi content provider yang mengutamakan kepuasan pelanggan, memiliki moral corporate yang baik, saya yakin tidak akan menempuh jalan ini. Justru content provider yang memperbaiki ketidaknyamanan ini akan mendapatkan positioning yang baik dalam pencitraan persepsi kepada pelanggan.

Frustrating Mummy Texting

gambar dari estergoldberg.com

 

Contoh kasus, jika ingin mentransfer pulsa ESIA, sintaks yang digunakan adalah sbb:

TRANSFER 10000 0219998877

Setelah kata TRANSFER, diikuti besaran pulsa yang akan ditransfer baru kemudian nomor tujuan. Dalam logika dan persepsi saya, jika kita ingin mentransfer pulsa maka kita memberitahukan nomor tujuan dahulu baru besaran pulsa yang akan ditransfer (alur yang biasa digunakan di kios-kios pulsa). Akibatnya, saya sering keliru dengan sintaks berikut ini:

TRANSFER 0219998877 10000

 

Padahal jika menggunakan options seperti pada command line DOS atau Linux, kurang lebih seperti ini:

TRANSFER -N 0219998877  -P 10000

Perintah tersebut tidak ada bedanya dengan sintaks berikut ini:

TRANSFER -P 10000 -N 0219998877

Lebih simpel kan? Bagaimana menurut Anda?

Share

Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya

Suatu hari saya mengikuti sebuah acara seminar. Acara tersebut telah memasuki bagian akhir. Saya kemudian keluar dari ruangan untuk menunaikan sholat Ashar. Bersamaan dengan itu, di ruangan seminar sedang dibagikan door prize. Ketika saya kembali ke ruangan seminar, door prize telah habis dibagikan.

Sebagai manusia biasa, ada perasaan sesal di hati. Aduh, kenapa saya tadi tidak bertahan sebentar di dalam ruangan. Rasa dongkol itu mungkin akan bertambah bila saya yang sebenarnya mendapat door prize, namun karena diangap tidak hadir di ruangan maka hadiah tersebut diberikan ke peserta lain.

Allah wa Rasuluhu

Gambar kaligrafi dari http://www.artislamic.com/cc-4.html

Untuk mengobati rasa sesal itu saya mencoba menghibur diri. “Bukan rejeki awak”, bisik hati saya. Rejeki memang tidak akan lolos dari kita, sepanjang kita sudah berusaha. Allah tidak akan lupa atau salah memberikan rizki kita ke orang lain. Bukankah burung yang berangkat dari sarangnya di pagi hari dalam keadaan lapar, Allah beri rizki sehingga ia pulang ke sarangnya pada petang hari dalam keadaan kenyang?

Saya teringat sebuah kisah yang sangat menyentuh mengenai harta dunia. Kisah tersebut terjadi pada perang Hunain. Kisah ini terdapat dalam hadits Nabi shalallahu alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Al-Musnad (3/76).

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam mulai membagi-bagikan ghanimah kepada beberapa tokoh Quraisy dan kabilah ‘Arab; sama sekali tidak ada dari mereka satu pun yang dari Anshar. Hal ini menimbulkan kejengkelan dalam hati orang-orang Anshar hingga berkembanglah pembicaraan di antara mereka, sampai ada yang mengatakan: “Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam sudah bertemu dengan kaumnya kembali.”

Kemudian masuklah Sa’d bin ‘Ubadah menemui Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam, katanya: “Wahai Rasulullah. Orang-orang Anshar ini merasa tidak enak terhadap anda melihat apa yang anda lakukan dengan harta rampasan yang anda peroleh dan anda bagikan kepada kaummu. Engkau bagikan kepada kabilah ‘Arab dan tidak ada satu pun Anshar yang menerima bagian.”

Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bertanya: “Engkau sendiri di barisan mana, wahai Sa’d?”

Katanya: “Saya hanyalah bagian dari mereka.”

Kata Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam: “Kumpulkan kaummu di tembok ini.”

Lalu datang beberapa orang Muhajirin tapi beliau biarkan mereka, dan mereka pun masuk. Datang pula yang lain, tapi beliau menolak mereka. Setelah mereka berkumpul, Sa’d pun datang, katanya: “Orang-orang Anshar sudah berkumpul untuk anda.”

Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam pun menemui mereka, lalu beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya dengan pujian yang layak bagi-Nya. Kemudian beliau bersabda: “Wahai sekalian orang Anshar, apa pembicaraanmu yang sampai kepadaku? Apa perasaan tidak enak yang kalian rasakan dalam hati kalian? Bukankah aku datang kepada kalian dalam keadaan sesat lalu Allah memberi hidayah kepada kamu melalui aku? Bukankah kamu miskin lalu Allah kayakan kamu denganku? Bukankah kamu dahulu bermusuhan lalu Allah satukan hati kamu?”

Kata mereka: “Bahkan Allah dan Rasul-Nya lebih banyak memberi kebaikan dan keutamaan.”

Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam menukas: “Mengapa kamu tidak membantahku, wahai kaum Anshar?”

“Dengan apa kami membantahmu, wahai Rasulullah? Padahal kepunyaan Allah dan Rasul-Nya semua kebaikan serta keutamaan,” jawab orang-orang Anshar.

Kata Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam: “Demi Allah, kalau kamu mau, kamu dapat mengatakan dan pasti kamu benar dan dibenarkan: ‘Engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami yang membenarkanmu. Engkau datang dalam keadaan terhina, kamilah yang membelamu. Engkau datang dalam keadaan terusir, kamilah yang memberimu tempat. Engkau datang dalam keadaan miskin, kamilah yang mencukupimu. Apakah kalian dapati dalam hati kamu, hai kaum Anshar keinginan terhadap sampah dunia, yang dengan itu aku melunakkan hati suatu kaum agar mereka menerima Islam, dan aku serahkan kamu kepada keislaman kamu. Tidakkah kamu ridha, hai orang-orang Anshar, manusia pergi dengan kambing dan unta mereka, sedangkan kamu pulang ke kampung halamanmu membawa Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam? Demi yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya, kalau bukan karena hijrah, tentulah aku termasuk salah seorang dari Anshar. Seandainya manusia menempuh satu lembah, dan orang-orang Anshar melewati lembah lain, pastilah aku ikut melewati lembah yang dilalui orang-orang Anshar. Ya Allah, rahmatilah orang-orang Anshar, anak-anak kaum Anshar, dan cucu-cucu kaum Anshar.”

Mendengar ini, menangislah orang-orang Anshar hingga membasahi janggut-janggut mereka, sambil berkata: “Kami ridha bagian kami adalah Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam.”

Kemudian Rasulullah n pergi, dan kami pun bubar.

Teman-teman, siapa di antara Anda yang tidak memiliki mobil karena menyelamatkan diri dari riba, saya ucapkan, “Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya.” Kepada teman-teman yang masih ngontrak rumah, belum punya rumah, karena menghindar dari korupsi, saya ucapkan, ”Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya.”

Bagi Anda yang terlewat dari kenikmatan dunia baik berupa harta, kendaraan, pasangan hidup, dll, karena disebabkan ia sedang menjaga hak-hak Allah. Saya ucapkan, ”Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya.”

Jika Anda sedang menghadapi pilihan, antara yang hak dan yang batil. Jangan ragu-ragu, pilihlah yang hak! Tinggalkan yang batil! Serugi apa pun pilihan itu dari kacamata dunia. Karena dari pilihan tersebut, saya dengan bangga akan mengucapkan pada Anda, ”Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya.”

Terjemahan hadits, saya copy dari http://asysyariah.com/perang-hunain-bagian-3.html

Share

Rekening Muda PNS Gendut

Gerah juga mendengar berita tentang rekening gendut PNS muda. Gerah, karena rekening saya tak segendut pemiliknya (ahem, pemiliknya memang tak gendut, cuma buncit). Gerah, karena keberadaan PNS muda berekening gendut telah digeneralisasi media untuk menyudutkan seluruh PNS.

Praktik penggendutan rekening pribadi oleh PNS bagaikan hantu di siang bolong. Saya tidak bisa menampik hal itu tidak ada, sekaligus saya juga tak bisa membuktikan hal itu ada. Kabar mengenai pegawai di tempat anu bisa berpenghasilan sekian, sering sekali mampir di telinga saya. Tapi saya juga belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri sosok yang demikian. Ah itu kan tugas PPATK. PNS dengan posisi dan kemampuan seperti saya mana mampu mengungkap aliran dana (kecuali praktikin hacking skill, #ahem..).

Rekening Muda PNS Gendut

Dalam membahas topik ini, alur logika yang dibangun media sangat aneh. Mungkin mereka ingin membangun opini publik mengenai PNS. Awalnya, mereka membesar-besarkan masalah rekening beberapa PNS. Kemudian kejadian itu digeneralisasi pada seluruh populasi PNS. Logika ini tentu berbeda dengan pendekatan statistika, yang memperlakukan data outlier sebagai sebaran di luar karakteristik populasi (you know what I mean tho guys?). Menurut pengamatan saya, karakteristik rekening PNS itu umumnya justru kurus-kurus. Berapa banyak kawan-kawan PNS yang memiliki gaji 15 koma atau 10 koma. Maksudnya, pas tanggal sepuluh kondisi sudah ‘koma’. Dikit lagi ‘koit’. Kenapa media tidak mengambil sampel rekening kurus (yang jumlahnya lebih banyak dari rekening gendut) sebagai wajah dari rekening PNS?

Ada benarnya rekening para PNS itu gendut-gendut, jika saldo rekening awal bulan yang menjadi patokan. Pada tanggal-tanggal muda tersebut, gaji dan tunjangan baru dibayarkan dan saldo rekening menjadi gendut karenanya. Tetapi jika dilihat di akhir bulan, rekening akan kurus kering bahkan sampai mepet di batas bawah limit saldo rekening. Dampaknya, angka akumulasi di rekening, awet muda selalu. Tidak bertumbuh besar dan dewasa. Kalaupun PNS bisa jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri, itu karena mereka menjadi turis dinas :D

Ada masalah lain dalam pembayaran gaji PNS, yaitu keterlambatan kliring dari perbankan. Saya tidak paham dengan sistem perbankan. Namun, beberapa kawan mengeluhkan gaji yang terlambat datang ke rekening. Gaji dikirim dari kantor bayar pada awal bulan, namun sampai di rekening tujuan bisa lebih dari waktu yang seharusnya. Modus pengendapan seperti ini jelas menguntungkan pihak tertentu.

Fenomena keterlambatan transfer gaji dan tunjangan sangat terasa di awal tahun. Sudah menjadi kebiasaan (yang tidak baik) bahwa transfer gaji dan tunjangan di awal tahun selalu terlambat. Mungkin karena persiapan kantor bayar gaji terganggu di akhir tahun oleh pergantian tahun.

Seorang kawan menceritakan bahwa di Papua, gaji dan tunjangan awal tahun bisa terlambat sampai 14 hari. Untungnya, saya tidak mengalami hal seperti itu. Catatan internet banking saya menunjukkan transfer tunjangan pada awal 2010 masuk rekening pada tanggal 7 Januari. Selanjutnya pada tahun 2011, transfer diterima di rekening pada 5 Januari. Tahun 2012 ini, meningkat lagi menjadi 4 Januari. Bagi PNS gendut seperti saya, jadwal transfer seperti ini jelas sangat membantu. Mana tahan saya puasa 14 hari macam kawan di Papua itu?

Begitulah karakteristik rekening muda PNS gendut seperti saya ini. Rekening kembang-kempis, kembang di awal bulan kempis di akhir bulan. Sudah begitu masih harus menghadapi risiko terlambat transfer. Haduh… Bagi kami-kami PNS papan bawah yang jungkir balik ini, rasa-rasanya mustahil menggendutkan rekening eh, maksud saya, perut.

Share

Flexy Time ala Kemenkeu

Hari ini adalah hari pertama pemberlakuan PMK 214/PMK.01/2011 tentang Penegakan Disiplin Dalam Kaitannya Dengan Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara Di Lingkungan Kementerian Keuangan. Heh? PMK apa itu? Salah lampiran PMK ini mengatur mengenai jam kerja pegawai Kemenkeu yang berkantor di wilayah DKI Jakarta (baca lampiran V). Mulai Januari 2012, bagi pegawai yang masuk kerja di antara jam 7.31 – 08.00 maka wajib diganti dengan memundurkan pulang 30 menit menjadi jam 17.30. Dengan demikian, pegawai diberi keleluasaan untuk memilih jam masuk kerja. Pilihan tersebut tentunya memiliki konsekuensi.
Flexi Time

Gambar dari flexitimemanager.co.uk

PMK 214 ini adalah PMK yang ditunggu-tunggu oleh para pegawai roker alias rombongan kereta. Dengan adanya PMK ini, para roker terbebas dari risiko gangguan perjalanan transportasi kereta. Tahu kan bagaimana kinerja kereta komuter kita? Masalah akses tangga saja bisa mengganggu pelayanan. Nah, jika selama ini gangguan transportasi kereta berakibat pada pemotongan tunjangan karena terkena sanksi Datang Terlambat (DT), maka sekarang akibatnya hanyalah pemunduran jam pulang kerja.

PMK ini sempat juga dibahas dengan panas di milis alumni STAN (secara pegawai Kemenkeu kebanyakan adalah alumni STAN).

Penerapan PMK ini tak lepas dari komentar. Beberapa kawan mengeluh bahwa PMK ini tidak betul-betul menerapkan konsep flexy-time. Pertama, rentang waktu fleksibilitas yang ditawarkan kurang lebar, yakni hanya 30 menit. Hal ini berbeda dengan penerapan flexy-time di BI yang memberlakukan rentang antara jam 07.00 s.d. 08.30. Masalah rentang waktu ini, banyak pegawai Kemenkeu yang berharap dapat mulai dihitung masuk kerja dari pukul 07.00 sehingga bisa pulang jam 16.30. Kedua, penerapan flexy time ala PMK 214 ini tampak seperti hukuman. Walaupun seseorang hanya terlambat 1 menit (absen pukul 07.31), maka dihukum dengan pemunduran jam pulang kerja 30 menit. Konsep flexy time semestinya hanya mengganti waktu yang terlambat saja, tidak perlu menggunakan sistem paket 30 menit.

PMK 214 Flexi Time

Bagi Anda yang kesulitan mengakses PMK 214 dari website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kemenkeu, Anda dapat mengunduhnya dari web saya. Anda dapat mengklik pada gambar PMK di atas atau pada link berikut ini: Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.01/2011 tentang  Penegakan Disiplin Dalam Kaitannya Dengan Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara Di Lingkungan Kementerian Keuangan.

Selamat bekerja!


PS: Bang Pay tidak termasuk!

Share

Madinah Live Streaming

Alhamdulillah, setelah sebelumnya kita bisa menikmati live streaming ibadah haji 2011 dan live streaming dari kompleks Masjidil Haram, Makkah, berikut ini adalah link video live streaming dari Madinah. Dengan adanya posting ini, sudah 2 tempat dan 1 prosesi ibadah di tanah suci yang dapat kita tonton melalui internet. Dua tempat yang dapat dipantau secara online tersebut adalah Mekkah dan Madinah, sementara rangkaian prosesi ibadah yang tersiar secara online adalah ibadah Haji tahun 2011 yang lalu.

Video live streaming dari kompleks Masjid Nabawi, Madinah, dapat diakses melalui kanal youtube SaudiSunnahTv. Berikut ini tampilannya:

Dengan adanya live streaming ini, kita bisa mempelajari kondisi di Mekkah dan Madinah sebelum benar-benar menginjakkan kaki di sana. Itung-itung mengurangi shock culture ketika nanti dapat rejeki untuk umrah atau haji. Selain itu, praktik keagamaan di Saudi juga bisa diintip dari siaran ini.

Beberapa kali saya melihat pemandangan menarik dari live streaming ini. Misalnya, di depan makam Nabi banyak peziarah yang diusir Askar. Kalau di Indonesia pasti sudah dicap Wahabi tuh :D Sayangnya, saya belum pernah melihat siaran streaming ketika ada majelis ta’lim. Padahal konon di Masjid Nabawi kerap diselenggarakan taklim.

Selamat menikmati layanan live video streaming dari Madinah, kota Nabi.

Share

Memandang Kabah Saat Ini Juga

Siaran live streaming ibadah haji 2011 oleh youtube.com rupanya menarik perhatian banyak orang. Sayangnya, layanan tersebut telah dihentikan seusai prosesi haji.

Sebagai pengobat rindu terhadap tanah suci dan baitullah, youtube.com menyediakan siaran Live Streaming dari Mekkah 24 jam. Melalui laman web tersebut, Anda dapat melihat Kabah saat ini juga. Ikuti saja user Mekkah Live di Youtube. Berikut ini tampilannya:

Channel Mekkah Live terhitung baru di youtube. Kanal ini baru dibuat pada 27 Juli 2011 lalu. Namun akses ke kanal video ini telah mencapai 1 juta hits, dengan pelanggan mencapai 22 ribu user. Layanan live streaming ini disediakan oleh Saudi TV.

Tips: Untuk menambah kenikmatan melihat tanah suci, Anda harus memahami apa saja yang tengah terjadi di sana. Menonton sholat jamaah lima waktu di Mekkah bisa dilakukan melalui laman web tersebut. Jadwal sholat di Mekkah dimunculkan dalam teks berlari (running teks) di layar. Anda tinggal menjadwalkan saat yang tepat untuk menonton ritual sholat berjamaah di depan Kabah. Ingat! Waktu Mekkah berbeda 4 jam lebih lambat dari WIB. Jika ingin melihat sholat Jumat atau sholat Dhuhur, Anda dapat menonton pada jam 4 sore WIB.

Siaran live streaming ini direlay juga oleh baitullah.com. Tapi saya merasakan adanya delay bila mengakses baitullah.com. Saya lebih suka membuka laman youtube-nya saja. Namun bagi Anda yang kesulitan membuka youtube (mungkin karena di-blok oleh jaringan kantor :p), link baitullah.com menjadi alternatif yang bisa memenuhi keinginan Anda melihat Kabah.

Berbeda dengan channel Haji Live, Mekkah Live berfokus pada siaran di kompleks Masjidil Haram saja. Siaran Haji Live meliput rangkaian kegiatan haji, yakni di beberapa titik lokasi seperti: Mekkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sementara Mekkah Live hanya meliput kegiatan harian di Masjidil Haram, kota Mekkah.

Bagaimana untuk melihat kota-kota suci umat Islam lainnya? Nantikan di posting saya selanjutnya: Live Streaming dari Madinah dan Al-Aqsha. Insya Allah.

Share

Murojaah ala Fahim Quran

Di sebuah gerai, kami (saya dan istri) melihat sebuah produk edukasi berupa CD dan buku. Judulnya adalah Fahim Quran. Kami tertarik dengan produk tersebut, tetapi tidak langsung membelinya. Saya mencoba mencari ulasannya di Internet. Namun sayangnya belum banyak review ataupun testimonial tentang Fahim Quran. Kebanyakan posting tentang Fahim Quran hanyalah mengcopy-paste spesifikasi produk, bukan sharing pengalaman atau pendapat tentangnya. Bahkan ada pula posting blog yang menyertakan brosur penjualan Fahim Quran :D . Padahal bukan informasi itu yang dicari oleh para calon pembeli. Tulisan saya ini mungkin menjadi salah satu review Fahim Quran yang pertama.

Banyaknya produk edukasi dan sedikitnya panduan belanja produk edukasi sebenarnya membawa satu ide di kepala, yaitu membuat blog panduan belanja produk edukasi. Blog tersebut dapat menyediakan polling/rating, kumpulan testimoni, ulasan produk, dsb. Kita akan bahas ide tersebut pada lain kesempatan.


Buku dan CD Fahim Quran

Setelah membeli dan membaca buku panduan Fahim Quran, serta tak lupa menonton VCD Fahim Quran, saya salut dengan usaha yang ditempuh oleh penyusun metode ini. Ia tentunya memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan anak yang Islami dan Qurani. Ia telah berusaha agar menghafal Alquran dapat dijalani anak dengan gembira. Siapakah dia?

Sobari Sutarip adalah lulusan Al-Azhar Kairo yang mengembangkan metode Fahim Quran ini. Beliau menyatakan sempat ber-talaqi Alquran kepada syaikh di Al-Azhar. Talaqi adalah metode klasik dalam menghafal dan memperbaiki bacaan Alquran. Dalam metode ini, seorang guru yang sudah diakui keabsahan hafalan dan bacaannya, akan memeriksa hafalan dan bacaan anak didiknya. Jika lulus, guru akan memberikan sanad bacaan Alquran kepada murid. Sanad tersebut bersambung hingga Nabi Muhammad shalallahu alayhi wa salam. Dengan demikian, si pemegang sanad telah mempelajari bacaan Alquran dari sumbernya, yaitu Nabi Muhammad shalallahu alayhi wa salam.

Setelah lulus dari Al-Azhar, Sobari Sutarip kemudian pulang ke Indonesia dan menyusun konsep hafalan Quran bagi anak-anak. Metode inilah yang kemudian dikenal dengan metode Fahim Quran. Menurut buku dan VCDnya, Fahim Quran adalah kepanjangan dari Fast, Active, Happy and Integrated in Memorizing Al Quran. Metode ini diklaim dapat menyukseskan hafalan anak sampai dengan 18 juz ketika anak lulus SD.

Kelebihan Fahim Quran yang saya lihat adalah ia memperhatikan teori tumbuh kembang anak dan kemudian menggunakannya sebagai dasar pengembangan metode Fahim Quran. Saya setuju dengan ustadz Sobari, bahwa anak-anak memiliki dunia yang berbeda dengan dunia orang dewasa. Fahim Quran mencoba masuk ke dunia tersebut.

Meskipun demikian, Fahim Quran bukanlah metode menghafal Alquran yang lengkap/komprehensif, seperti metode menghafal yang diajarkan di Pakistan atau Saudi. Contoh konkritnya, Fahim Quran tidak mengajarkan tahsin (makhraj, mad/panjang-pendek bacaan, dll) dan qiraat. Fahim Quran berfokus pada cara atau bentuk murojaah yang dapat diterima oleh anak-anak.

Saya belum pernah mengikuti pelatihannya, namun dugaan saya isinya didominasi dengan pemberian motivasi menghafal Alquran bagi anak dan orangtua atau guru.

Kritik saya terhadap Fahim Quran adalah dalam penyusunan skenario film yang termuat dalam VCD. Dalam film tersebut, saya melihat produk berhasil dari metoda Fahim Quran hanya satu anak saja, yaitu Uwais (umur 9 tahun) yang telah hafal 9 juz Alquran. Di sepanjang video, saya tidak melihat ada anak lain yang memiliki hafalan di luar juz 30. Hal ini dapat membuat menimbulkan pertanyaan di benak penonton, apakah metode ini dapat digeneralisir ke anak lain atau hanya cocok untuk Uwais saja? Selain itu, penonton juga tidak tahu apakah metode Fahim Quran adalah satu-satunya yang diterapkan pada Uwais, atau dia mendapat pengajaran Quran metode lain (mungkin metode talaqi klasik). Sehingga, penonton juga ragu apakah kemampuan Uwais menghafal Quran adalah benar-benar hasil dari dampak langsung metode Fahim Quran.

Kritik ini datang dari pengalaman terdahulu ketika membahas fenomena Doktor Quran Cilik di Iran, yang mana hanya dia sendiri yang berhasil menghafal Quran dan maknanya di usia muda. Saudara-sadara kandungnya yang hidup dalam satu rumah dan diasuh oleh ayah-ibu yang sama, tidak ada satu pun yang mendekati kemampuan sang Doktor Cilik. Hal ini membuat sebagian orang (termasuk ayah dan ibu mereka sebagaimana dituliskan dalam buku tsb), menyimpulkan bahwa yang luar biasa adalah anaknya, bukan semata-mata metodenya. Saya harap Fahim Quran tidak demikian.

Fahim Quran dibangun atas teori-teori pendidikan terkini seperti Multiple Intelligence, dll. Namun sayangnya, Fahim Quran tidak memberikan konsep atau gagasan mengenai cara mengembangkan kecerdasan Qurani. Alih-alih demikian, Fahim Quran hanya memberikan model-model kegiatan murojaah Quran, seperti Zip-Zap, dll. Ada sekitar 20 bentuk kegiatan murojaah yang dicontohkan dalam buku ini. Dengan demikian, Fahim Quran menawarkan metode murojaah Alquran yang dibangun atas 8 kecerdasan Multiple Intelligence, dan tidak menawarkan satu konsep kecerdasan baru.

Krtik kedua adalah dalam VCD Fahim Quran, pemirsa dijanjikan untuk bisa mendapatkan panduan kegiatan dari situs www.fahimquran.com. Sayangnya saat saya membuka alamat web tersebut, yang ada hanyalah info pelatihan FQ saja. Saya belum menemukan update kegiatan seperti yang dijanjikan dalam VCD.

Berdasarkan informasi yang hanya saya terima secara terbatas, maka kesan saya terhadap Fahim Quran terangkum sebagai berikut. Secara keseluruhan, penilaian saya terhadap metode ini adalah cukup baik. Fahim Quran mungkin dapat menjadi solusi bagi anak-anak bertipe ceria dan tidak dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang cenderung serius. Namun, metode ini juga tidak komprehensif, ia hanya menitikberatkan pada murojaah yang dilakukan dengan ceria saja. Metode ini tidak mencakup materi dasar menghafal Alquran seperti tahsin dan qiraat.

Untuk dapat menjawab semua kritikan, kita menantikan cerita sukses dari Fahim Quran. Mudah-mudahan para pengelola Fahim Quran diberi kemudahan dari Allah untuk membuat anak-anak didik menghafal Alquran, dan tidak terjebak pada kemasan menjual pelatihan saja.

Share

Pasar Tenaga Kerja PNS

Seorang sepupu sedang bersiap-siap pindah kerja untuk ketiga kalinya. Setiap kali ia pindah perusahaan, hampir dipastikan ada keuntungan finansial dalam penawaran pindah tersebut. Gaji bertambah, jabatan pun terdongkrak. Dalam bidang industri yang digelutinya, yaitu perminyakan, pasar tenaga kerja memang hampir terbentuk sempurna. Mudah baginya untuk memilih tempat kerja yang memberikan penawaran lebih menguntungkan.

Seorang sepupu lain lebih gila lagi. Ia memang membangun karirnya dengan jurus kutu loncat. Sejak lulus Sarjana Pertanian kira-kira 20 tahun yang lalu, ia memulai karirnya sebagai asisten perkebunan. Beberapa tahun kemudian, ia pindah ke perusahaan perkebunan lainnya sebagai manajer kebun. Dalam hitungan belasan tahun karirnya, ia melakukannya beberapa kali lagi sampai saat ini mencapai posisi Vice Director.

Seorang kawan juga bertipe kutu loncat. Sebagai lulusan D1 Teknologi Informasi, ia sadar sangat sulit bersaing dengan lulusan S1 TIK. Karena itu ia tidak mengharap jabatan. Yang dikejarnya cukuplah kenaikan gaji. Terkadang ada penawaran pindah kerja dengan imbal dua kali gaji atau lebih.

Ketiga contoh di atas adalah contoh ketersediaan pasar tenaga kerja untuk industri tertentu. Keuntungan dari adanya pasar ini adalah selalu terciptanya harga equilibrium di antara persilangan penawaran dan permintaan tenaga kerja. Karyawan sebagai pihak yang memberikan penawaran diuntungkan dengan adanya taksiran harga yang sesuai dengan tingkat keahlian yang diberikan. Sementara kumpeni sebagai pihak yang melakukan permintaan, diuntungkan dengan adanya kisaran standar harga tenaga kerja.

Harga Equilibrium dalam Pasar Tenaga Kerja

Harga Equilibrium dalam Pasar Tenaga Kerja

Sayangnya, pasar tersebut tidak tersedia bagi PNS seperti saya. Pengaturan harga tenaga kerja PNS (baca: gaji dan tunjangan) sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Termasuk pula besaran honor yang diatur di Standar Biaya Umum. Sangat kecil ruang yang tersedia untuk membentuk pasar tenaga kerja bagi PNS. Ketika Anda (yang PNS) mendapat “rejeki” mutasi, umumnya gaji dan tunjangan tidak berubah.

Dalam konteks pasar tenaga kerja PNS, hanya beberapa kejadian yang dapat memengaruhi harga tenaga Anda. Yang pertama adalah promosi. Dengan mendapat promosi ke tingkat jabatan yang lebih tinggi, maka harga tenaga Anda juga meningkat. Tetapi jika dilihat dari harga jabatannya maka sebenarnya sama saja (eselon IV di unit ini dan unit itu umumnya memiliki harga yang sama). Bisa juga Anda pindah ke unit yang grade remunerasi-nya lebih tinggi. Dengan demikian harga tenaga Anda juga akan disesuaikan dengan grade di unit yang baru. Kondisi ini mungkin lebih mencerminkan harga tenaga Anda karena telah memiliki unsur permintaan dan penawaran.

Adapula jurus yang lain, yaitu mengubah status struktural menjadi fungsional atau sebaliknya. Sudah umum ditemui, jika kondisi sedang menguntungkan menjadi struktural maka seseorang cenderung meninggalkan posisi fungsionalnya menjadi struktural. Misalnya: dengan jalur fungsional, seseorang dapat lebih cepat mencapai golongan III/c. Setelah mencapai golongan tersebut, ia dapat menyeberang ke struktural dan menjadi pejabat eselon IV. Jabatan eselon IV memang mensyaratkan golongan minimal adalah III/c. Sebaliknya, seseorang dengan jabatan yang sepertinya sudah mentok di eselon III, ia dapat bersalin rupa menjadi fungsional agar golongannya dapat terus naik. Perpindahan antarstatus ini juga termasuk proses membentuk harga tenaga kerja PNS karena melibatkan unsur permintaan dan penawaran.

Penyesuaian gaji berkala dan kenaikan gaji 15% per tahun tidak saya masukkan dalam hitungan harga pasar karena tidak ada unsur permintaan dan penawaran. Jadi kedua hal tersebut saya anggap tidak membentuk pasar tenaga kerja PNS.

Sempitnya pasar tenaga kerja bagi PNS memang memberikan satu karakteristik yang berbeda dari pasar tenaga kerja swasta. PNS cenderung dihargai hanya dari atribut formal yang dikenakannya, alih-alih dari potensi yang dimilikinya. Secara agregat, hal ini merugikan organisasi yang memperkerjakan PNS, karena SDM tidak diberdayakan secara optimal. Ada inefisiensi antara input potensi dan output kinerja organisasi. SDM yang dikelola secara formal juga memiliki kerugian psikologis. Motivasi PNS potensial dapat menurun karena merasa tidak dihargai. Ujung-ujungnya, makin banyak PNS apatis yang hanya menjadi free rider. Sikapnya terbentuk atas dasar premis, “Apa untungnya buat saya?”. Salah siapa kalau sudah jadi begini?

Solusi sementara yang bisa saya usulkan bagi Anda, PNS berpotensi tinggi, hanyalah: carilah penyaluran di tempat lain. Potensi terpendam Anda bisa disalurkan melalui kegiatan-kegiatan sosial, bisnis sampingan, klub hobi, pembina ekskul di almamater Anda, dll. Simpan dan asah potensi Anda sampai pasar tenaga kerja PNS sudah cukup ideal.

Bagaimana kalau tidak pernah ada pasar ideal bagi PNS? Hehehe.. Mungkin sudah saatnya bagi Anda untuk terjun ke pasar tenaga kerja yang sempurna saja.

PS: Ingat, lawannya promosi adalah demosi. Lawannya mutasi normal adalah mutasi usiran (ke kantor yang nggak enak tentunya). Hukuman disiplin dapat menurunkan penghasilan Anda. Begitu pula hukuman sosial :p

Share

Yes, No, Cancel

KAPAN YA BISA BERARTI TIDAK

Sedari kecil, saya dibesarkan dengan lingkungan tipikal Jawa. Salah satu kebiasaan (buruk) yang tertancap dalam diri saya adalah berkata Ya walaupun yang dimaksud adalah Tidak. Saya kerap diprotes karena kebiasaan itu. Salah satu pemrotes terbesar adalah istri saya. Dia dibesarkan dalam lingkungan Sumatra yang benar-benar to the point. Ya berarti Ya, dan Tidak berarti Tidak.

Masyarakat Jawa mungkin merasa penolakan adalah hal yang tabu. Ini selaras dengan prinsip Jawa lainnya, yaitu nrimo. Nrimo berarti menerima semua yang didapat dalam hidup dengan penuh kerelaan (ridlo). Sebuah penolakan dalam hidup akan menurunkan martabat kejawaan seorang Jawa. Untuk menghindari penolakan inilah, masyarakat Jawa menjauhi kalimat-kalimat negatif. Salah satunya adalah kata Tidak. Karena itu, seringkali orang Jawa berkata Ya yang berarti Tidak.

Coba perhatikan jika Anda menerima tamu Jawa. Ketika Anda menawarinya makan atau minum, dia akan menjawab “Ya”, tapi suguhan tidak pernah disentuhnya. Jika seorang tetangga Jawa lewat di depan rumah kita. Jika kita menawarinya untuk mampir di rumah kita, dia akan menjab “Ya”, tetapi kakinya tetap melangkah menjauh.

Kebayang nggak kalau hampir tiap hari ada pembicaraan seperti ini.

Istri: “Bang, mau nasi goreng nggak?”
Suami: “Iya” (sambil matanya tidak fokus entah ke mana)
Istri: “Dimasakin dulu ya..”
Setelah nasgor selesai dimasak:
Istri: “Ini bang nasi gorengnya.”
Suami: “Nggak laper, buat adek aja.”
Istri: grrrr……..

Seringkali, jika saya menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tidak sepenuhnya saya pahami, secara refleks kepala saya akan mengangguk dan mulut berkata “Ya”. Salah satunya yang terjadi siang tadi.

Supir Taxi: “Di bawah jembatan tol ()*@#*(@& (berisik gak kedengeran) ^&*^@* .. ya pak?”
Penumpang: “Iya.” (bukannya minta mengulang mengucapkannya/begging pardon).
Begitu supirnya belok ke arah tol, baru penumpangnya teriak-teriak..
Penumpang: “Lurus pak! Pak, lurus aja pak! Jangan belok!”
Supir Taxi: grrr……….

Kebiasaan Ya-Ya-Ya ini juga diperparah dengan ingatan saya yang pendek. Setelah mengucap Ya, otak saya langsung menghapus informasi yang ada di otak.

Boss: “Mas, tolong buatkan presentasi untuk rapat Senin pagi jam 9.”
Bawahan: “Ya pak.”
Senin pagi jam 8.30.
Boss: “Presentasi untuk rapat nanti mana?”
Bawahan: “Hah? Ada ya pak? Aduh Bapak kenapa ngasih tahunya mendadak sih? Kok nggak jauh-jauh hari..”
Boss: grrrr………

Ternyata, lingkungan sosial tidak seperti lingkungan komputer yang benar-benar eksak dalam menginterpretasikan input. Butuh seni dan rasa tersendiri menghadapi orang-orang seperti saya. Ya bisa berarti Ya jika diikuti pandangan mata yang tegas, anggukan kepala, atau bentuk lain penegasan non-verbal. Ya bisa berarti Tidak jika diikuti dengan pandangan mata menerawang, gumaman tak jelas, dll.

Bagaimana jika komputer mulai berperilaku seperti orang Jawa? Jendela dialog dengan pilihan Yes, No atau Cancel akan kehilangan fungsinya. Yes bisa berarti, “Saya tidak serius mengatakannya” (jadi jangan salahkan saya). No bisa berarti tidak untuk saat ini, tapi 10 menit lagi.

Apa yang akan Anda lakukan jika bertemu dengan orang seperti saya? Silahkan bagikan isi hati dan isi kepala Anda di kota komentar.

Share