Murojaah ala Fahim Quran

Di sebuah gerai, kami (saya dan istri) melihat sebuah produk edukasi berupa CD dan buku. Judulnya adalah Fahim Quran. Kami tertarik dengan produk tersebut, tetapi tidak langsung membelinya. Saya mencoba mencari ulasannya di Internet. Namun sayangnya belum banyak review ataupun testimonial tentang Fahim Quran. Kebanyakan posting tentang Fahim Quran hanyalah mengcopy-paste spesifikasi produk, bukan sharing pengalaman atau pendapat tentangnya. Bahkan ada pula posting blog yang menyertakan brosur penjualan Fahim Quran :D . Padahal bukan informasi itu yang dicari oleh para calon pembeli. Tulisan saya ini mungkin menjadi salah satu review Fahim Quran yang pertama.

Banyaknya produk edukasi dan sedikitnya panduan belanja produk edukasi sebenarnya membawa satu ide di kepala, yaitu membuat blog panduan belanja produk edukasi. Blog tersebut dapat menyediakan polling/rating, kumpulan testimoni, ulasan produk, dsb. Kita akan bahas ide tersebut pada lain kesempatan.


Buku dan CD Fahim Quran

Setelah membeli dan membaca buku panduan Fahim Quran, serta tak lupa menonton VCD Fahim Quran, saya salut dengan usaha yang ditempuh oleh penyusun metode ini. Ia tentunya memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan anak yang Islami dan Qurani. Ia telah berusaha agar menghafal Alquran dapat dijalani anak dengan gembira. Siapakah dia?

Sobari Sutarip adalah lulusan Al-Azhar Kairo yang mengembangkan metode Fahim Quran ini. Beliau menyatakan sempat ber-talaqi Alquran kepada syaikh di Al-Azhar. Talaqi adalah metode klasik dalam menghafal dan memperbaiki bacaan Alquran. Dalam metode ini, seorang guru yang sudah diakui keabsahan hafalan dan bacaannya, akan memeriksa hafalan dan bacaan anak didiknya. Jika lulus, guru akan memberikan sanad bacaan Alquran kepada murid. Sanad tersebut bersambung hingga Nabi Muhammad shalallahu alayhi wa salam. Dengan demikian, si pemegang sanad telah mempelajari bacaan Alquran dari sumbernya, yaitu Nabi Muhammad shalallahu alayhi wa salam.

Setelah lulus dari Al-Azhar, Sobari Sutarip kemudian pulang ke Indonesia dan menyusun konsep hafalan Quran bagi anak-anak. Metode inilah yang kemudian dikenal dengan metode Fahim Quran. Menurut buku dan VCDnya, Fahim Quran adalah kepanjangan dari Fast, Active, Happy and Integrated in Memorizing Al Quran. Metode ini diklaim dapat menyukseskan hafalan anak sampai dengan 18 juz ketika anak lulus SD.

Kelebihan Fahim Quran yang saya lihat adalah ia memperhatikan teori tumbuh kembang anak dan kemudian menggunakannya sebagai dasar pengembangan metode Fahim Quran. Saya setuju dengan ustadz Sobari, bahwa anak-anak memiliki dunia yang berbeda dengan dunia orang dewasa. Fahim Quran mencoba masuk ke dunia tersebut.

Meskipun demikian, Fahim Quran bukanlah metode menghafal Alquran yang lengkap/komprehensif, seperti metode menghafal yang diajarkan di Pakistan atau Saudi. Contoh konkritnya, Fahim Quran tidak mengajarkan tahsin (makhraj, mad/panjang-pendek bacaan, dll) dan qiraat. Fahim Quran berfokus pada cara atau bentuk murojaah yang dapat diterima oleh anak-anak.

Saya belum pernah mengikuti pelatihannya, namun dugaan saya isinya didominasi dengan pemberian motivasi menghafal Alquran bagi anak dan orangtua atau guru.

Kritik saya terhadap Fahim Quran adalah dalam penyusunan skenario film yang termuat dalam VCD. Dalam film tersebut, saya melihat produk berhasil dari metoda Fahim Quran hanya satu anak saja, yaitu Uwais (umur 9 tahun) yang telah hafal 9 juz Alquran. Di sepanjang video, saya tidak melihat ada anak lain yang memiliki hafalan di luar juz 30. Hal ini dapat membuat menimbulkan pertanyaan di benak penonton, apakah metode ini dapat digeneralisir ke anak lain atau hanya cocok untuk Uwais saja? Selain itu, penonton juga tidak tahu apakah metode Fahim Quran adalah satu-satunya yang diterapkan pada Uwais, atau dia mendapat pengajaran Quran metode lain (mungkin metode talaqi klasik). Sehingga, penonton juga ragu apakah kemampuan Uwais menghafal Quran adalah benar-benar hasil dari dampak langsung metode Fahim Quran.

Kritik ini datang dari pengalaman terdahulu ketika membahas fenomena Doktor Quran Cilik di Iran, yang mana hanya dia sendiri yang berhasil menghafal Quran dan maknanya di usia muda. Saudara-sadara kandungnya yang hidup dalam satu rumah dan diasuh oleh ayah-ibu yang sama, tidak ada satu pun yang mendekati kemampuan sang Doktor Cilik. Hal ini membuat sebagian orang (termasuk ayah dan ibu mereka sebagaimana dituliskan dalam buku tsb), menyimpulkan bahwa yang luar biasa adalah anaknya, bukan semata-mata metodenya. Saya harap Fahim Quran tidak demikian.

Fahim Quran dibangun atas teori-teori pendidikan terkini seperti Multiple Intelligence, dll. Namun sayangnya, Fahim Quran tidak memberikan konsep atau gagasan mengenai cara mengembangkan kecerdasan Qurani. Alih-alih demikian, Fahim Quran hanya memberikan model-model kegiatan murojaah Quran, seperti Zip-Zap, dll. Ada sekitar 20 bentuk kegiatan murojaah yang dicontohkan dalam buku ini. Dengan demikian, Fahim Quran menawarkan metode murojaah Alquran yang dibangun atas 8 kecerdasan Multiple Intelligence, dan tidak menawarkan satu konsep kecerdasan baru.

Krtik kedua adalah dalam VCD Fahim Quran, pemirsa dijanjikan untuk bisa mendapatkan panduan kegiatan dari situs www.fahimquran.com. Sayangnya saat saya membuka alamat web tersebut, yang ada hanyalah info pelatihan FQ saja. Saya belum menemukan update kegiatan seperti yang dijanjikan dalam VCD.

Berdasarkan informasi yang hanya saya terima secara terbatas, maka kesan saya terhadap Fahim Quran terangkum sebagai berikut. Secara keseluruhan, penilaian saya terhadap metode ini adalah cukup baik. Fahim Quran mungkin dapat menjadi solusi bagi anak-anak bertipe ceria dan tidak dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang cenderung serius. Namun, metode ini juga tidak komprehensif, ia hanya menitikberatkan pada murojaah yang dilakukan dengan ceria saja. Metode ini tidak mencakup materi dasar menghafal Alquran seperti tahsin dan qiraat.

Untuk dapat menjawab semua kritikan, kita menantikan cerita sukses dari Fahim Quran. Mudah-mudahan para pengelola Fahim Quran diberi kemudahan dari Allah untuk membuat anak-anak didik menghafal Alquran, dan tidak terjebak pada kemasan menjual pelatihan saja.

Share

Berburu Lalat

Syahdan di suatu akhir pekan, keluarga kami menghabiskan waktu di sebuah pusat perbelanjaan. Ketika waktu sholat tiba, kami pun menuju ke musholla. Nah, di sini lah petualangan berburu lalat dimulai…

Musholla di mall itu memiliki AC, sehingga ruangannya jadi dingiiin sekali. Di musholla ini, Abbas dan Yasmin bisa berburu lalat sepuasnya. Lalat-lalat di musholla ini mudah sekali ditangkap. Yasmin, yang berumur dua tahun saja, bisa lho menangkap lalat di mushola ini. Lho kok bisa?

Ternyata, lalat termasuk binatang berdarah dingin. Abbas sudah belajar mengenai binatang berdarah panas dan berdarah dingin. Binatang yang berdarah panas, suhu tubuhnya tetap, tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Sementara binatang berdarah dingin, suhu tubuhnya mengikuti suhu lingkungan di sekitarnya. Contoh binatang berdarah dingin adalah kadal dan lalat.

Nah, hewan yang berdarah dingin jika berada di tempat yang dingin, suhu tubuhnya akan turut menjadi dingin pula. Jika suhu tubuhnya terlalu rendah, hewan berdarah dingin menjadi sulit bergerak karena tubuhnya kaku kedinginan. Itulah sebabnya, kadal sering kita jumpai sedang berjemur di atas batu. Karena jika kadal kedinginan, tubuhnya akan menjadi kaku dan tidak bisa bergerak. Kalau kadal tidak bisa bergerak, ia dengan mudah dapat ditangkap oleh pemangsanya.

Demikian pula dengan lalat. Lalat-lalat yang berada di musholla yang dingin itu, tubuhnya menjadi kaku dan tidak bisa terbang. Abbas dan Yasmin dapat dengan mudah menangkap lalat-lalat yang sedang kedinginan di sana. Wah, Abbas bisa menangkap sampai sepuluh ekor lalat lho! Lalat-lalat itu digenggam kuat-kuat. Karena ketika lalat yang kedinginan itu bersentuhan dengan tangan kita yang hangat, ia bisa bergerak dan terbang lagi!

Boleh deh Abbas dan Yasmin berburu lalat sambil menunggu Ayah dan Ummi melaksanakan sholat. Tapi nanti setelah selesai berburu lalat, jangan lupa cuci tangan yang bersih ya.. supaya kuman dan kotoran yang dibawa lalat tidak masuk ke dalam tubuh kita.

Begitulah keseharian anak Homeschooling, bisa belajar tentang apa saja di mana saja. Belajar jadi mengasyikkan dan mudah dipahami. Eksperimen biologi tidak harus dilakukan di dalam laboratorium yang mahal, tapi bisa dilakukan di mana saja. Topik-topik yang sudah dipelajari tidak menguap terlupakan begitu saja, tapi dicari aplikasinya di kehidupan di sekitar kita.

Untuk teman-teman pembaca, selamat berburu lalat juga!

Share

Ketika Anak Menyadari Ketidaktelitian Ibunya (2)

Alkisah, Ummi dan Abbas di suatu siang. Seperti biasa, Ummi sedang mengurusi usaha di rumah. Usaha jahitan gamisnya memang sedang banyak pesanan. Ummi sibuk sekali. Sesekali ia mondar-mandir dari ruang depan, ke ruang aktivitas, dan juga ke dapur.

Sementara itu, Abbas sedang bermain komputer di ruang aktivitas. Ummi sudah membukakan sebuah halaman web untuknya. Halaman web itu bagus sekali. Isinya tentang pelajaran mengenal huruf abjad bagi balita. Judulnya adalah ABC Zoo. Sebuah animasi yang menarik menampilkan deretan huruf disertai gambar binatang yang namanya diawali dengan huruf abjad tersebut.

ABC Zoo

Sesampainya di suatu abjad. “Mi, ini apa?”, tanya Abbas sambil menunjuk sebuah gambar hewan bulat besar.

Ummi yang hanya sempat menatap sekilas dengan yakinnya menjawab, “Itu Badak!”. Ow la la, rupanya Ummi tidak memperhatikan tulisan Hippopotamus dibawah gambar tersebut.

Abbas terdiam sejenak. Lalu ia berkomentar, “Bukan Mi, ini kuda nil. Kalau Badak itu yang punya cula.”

Ah, masak sih aku salah, kata Ummi dalam hati. Sambil masih dipenuhi rasa tidak percaya, Ummi mendekati monitor. “O, Iya ‘Abbas benar. Itu kuda Nil.”

Ummi pun melanjutkan aktivitasnysa sambil masih menyimpan rasa tidak percaya bahwa dirinya sudah salah jawab.

Animasi di layar komputer pun silih berganti menampilkan binatang-bintang lucu dengan awalan nama yang sesuai urutan huruf abjad.

tidak berapa lama….

“Nah ini baru Badak”, kata Abbas penuh kemenangan sambil menunjuk sebuah bentuk hewan di layar monitor. Huruf yang diperkenalkan adalah huruf R, dengan tulisan Rhinoceros di bawah gambar badak.

Ummi : Hiks…

PS: Di halaman web fisher-price.com masih ada beberapa permainan lain yang menarik untuk dimainkan bagi anak-anak.

Share

Ketika Anak Menyadari Ketidaktelitian Ibunya

Dirumah, pada suatu senja. ‘Abbas dan Ummi sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
Sampai suatu ketika…

‘Abbas : “Mi, ini apa?” sambil menunjuk gambar dari http://www.fisher-
price.com/us/fun/games/abczoo/default.asp

Ummi : Sibuk, lihat gambar sebentar, “Itu Badak!” tanpa perhatikan tulisan dibawahnya (Hippopotamus)

‘Abbas : Diam sebentar, terus komentar “Bukan, ini kuda nil. Kalau Badak yang punya cula Mi.”

Ummi : Nggak percaya, mendekati monitor. “O, Iya ‘Abbas benar. Itu kuda Nil.” masih nggak percaya sudah salah jawab.

tidak berapa lama….

‘Abbas : “Nah ini baru Badak”. (Rhinoceros)

Ummi : Hiks…

Share

Mendongeng: Tiga Babi Kecil ala Anak Jaman Sekarang

DIAKUI atau tidak, anak jaman sekarang memang memiliki lingkungan dan tantangan global yang berbeda dari yang pernah kita hadapi. Dan entah mengapa pula, pengaruh itu justru membentuk anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang unik. Bahkan koran tempo hari ini mengenalkan istilah generasi layar.

Salah satu keajaiban yang ditunjukkan oleh anak saya yang berumur 4 tahun Februari ini, adalah kemampuannya menyambung-nyambungkan suatu kejadian dengan kejadian lain. Mungkin mirip dengan iklan susu formula mengenai Triptofan yang digembar-gemborkan dapat meningkatkan kecerdasan anak dalam mengolah informasi. Padahal anak saya anak ASI, dan sekarang minum susu UHT.

Suatu hari, saya membacakan dongeng tentang Tiga Babi Kecil. Sebenarnya dongeng ini sudah sering dibacakan menemani Si Sulung tidur malam atau tidur-tiduran di siang hari, atau sekedar bercerita tanpa ada kaitannya dengan tidur. Si Sulung Abbas pun sudah mafhum rupanya dengan apa yang diceritakan Ayahnya. Namun tetap saja matanya akan membesar, mendengar kisah yang disampaikan, tentu saja bila disampaikan dengan cara yang bombastis, menarik dan diselingi kreativitas yang membuatnya berbeda di tiap kesempatan membacakan dongeng.

Sampai suatu kali..

Ayah: Tiga Babi Kecil. Ada tiga babi kecil. Babi yang pertama membangun rumah dari jerami. Babi yang kedua membangun rumah dari kayu. Dan Babi ketiga membangun rumah dari batu. Lalu ada serigala datang dan berkata, “Hrmmmhh.. (menggeram). Aku ingin makan babi. Di mana aku bisa menemukan babi ya?”

Abbas: (cuek, main sini main sana, tapi tak mau jauh dari Ayahnya, telinga tetap mendengarkan)

Ayah: Lalu serigala datang ke rumah Babi pertama. (singkat cerita) Lalu rumah babi pertama yang terbuat dari jerami ditiup oleh serigala. Babi pertama lari ke rumah babi kedua. Lalu rumah babi kedua ditipu oleh serigala. Babi pertama dan Babi kedua lari ke rumah babi ketiga. Karena terbuat dari batu, serigala tidak bisa meniup rumah babi ketiga.

Abbas: (memotong cerita) Lalu Serigalanya menjadi besar! Seperti monster di Power Rangers, terus rumahnya ditiup deh. Babinya dimakan. (menyeringai puas)

Ayah: (*speechless*)

Kok logikanya nyambung ya? Make sense gituh..

Share

Seminar Psikologi Anak: Pola Asuh

Sabtu lalu (8/12/2007), sekolah anakku mengadakan seminar. Temanya “Hubungan Pola Asuh dengan Perkembangan Emosi dan Intelegensi Anak”. Pembicaranya pak Mugito, psikolog yang menjadi konsuler di Citra Consulting.

Saya menjadi satu-satunya peserta pria di acara itu. Mayoritas peserta adalah ibu dari anak yang bersekolah di TK Al Muhajirin Pondok Pucung. Sebelumnya istriku sempat berdebat panjang denganku. Topiknya apa lagi kalau bukan peran Ayah dalam keluarga. Istriku merasa, peranku sebagai ayah masih kurang dan cenderung kontra-produktif. Khususnya di bidang kesehatan, pendidikan dan pola asuh. Continue reading

Share

Konfirmasi Berita tentang SMP Gratis

Berita tentang sekolah gratis ini memang sudah lama beredar. Email tertua yang bisa saya temukan bertanggal 30 Agustus 2007. Setelah itu ada banyak lagi email yang sama saya terima dari berbagai milis yang saya ikuti.

Saya juga sudah lama ingin mengkonfirmasi berita itu. Maksudnya supaya orang-orang mendapat berita yang akurat dan juga tidak menyebarkan berita bohong. Nomor telepon selular Bu Ade yang disebut-sebut sebagai contact person program ini juga sudah lama ngendon di hape saya. Untungnya sudah ada beberapa orang yang lebih dulu melakukannya. Berikut kutipannya.

  1. Info Sekolah Gratis (salah satu dari banyak versi)
  2. Email mempertanyakan akurasi berita
  3. Another email mempertanyakan akurasi berita
  4. Email konfirmasi tapi masih kurang jelas
  5. Email konfirmasi lumayan jelas

Continue reading

Share

Seminar Homeschooling SPDC Fakultas Psikologi UI

Seminar Homeschooling
“Peran Serta Orang Tua Dalam Pendidikan Anak”

Pelaksanaan : Jumat, 14 Desember 2007 jam 13.30 – 16.00
Tempat : Ruang Serbaguna Taman Pengembangan Anak Makara Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Penyelenggara : Skill and Personal Development Courses (SPDC) Fakultas Psikologi UI
Partisipan : Para Orang Tua / Pendidik /Pemerhati
Moderator : Nurfadilah, M.Psi
Pembicara :

  1. Dr. Rose Mini A.P, MSi – “Peran orang tua dalam mendidik anak dan sebagai pendidik untuk anak”
  2. Yayah Komariah, S. Pd – “ Seluk beluk Homeschooling dan pengalaman sebagai homeschooler”
  3. Desy Mutia Ali, M.Psi – “Self Regulation Learning (SRL) untuk para pendidik dan para orang tua yang sudah/ akan melakukan Homeschooling”

Pendaftaran
Rp 50.000,- (termasuk snack, kit, sertifikat, buku “Homeschooling” pengarang Yayah Komariah, S.Pd, merchandise sponsor) Continue reading

Share