Archive for the Category »Persepsi «

Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun. PNS sibuk menghabiskan pagu anggaran. Karyawan swasta siap2 terima bonus. Pedagang cuci gudang.

Liburan panjang menanti.

Category: Persepsi  4 Comments

Catatan pelanggan cuci mobil itu dibuat sesederhana mungkin. Yang penting, siapa saja dapat mengisi. Tak perlu pedoman khusus, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis atau apalah namanya.

Catatan Cuci Mobil Catatan Cuci Mobil

Caption mewakili timeline pekerjaan. Tanggal belum tembus dua digit, tapi lembar pelanggan sudah setengah terisi.

Diam-diam, semua aspek akuntansi terwakili. Completeness, semua mobil yang dicuci wajib dicatat. Cut Off, kode pekerja dicatat sesuai shift pekerjaan selama masih dikerjakan tim yang sama. Reliability and relevance, informasinya dapat diandalkan, lha wong dipake untuk pengambilan keputusan: perkiraan tagihan listrik, setoran ke pemilik modal, servis alat-alat, dll. Materiality, tidak ada pemasukan yang tidak material.

Fungsi terpenting catatan ini untuk keadilan pembagian. Agar semua pekerja membawa pulang hasil kerjanya hari itu

Menyenangkan memang melihat teamwork yang solid. Semua seolah menjadi mudah. Mutu pekerjaan bisa standar. Pelanggan puas pun akan kembali lagi. Selama menunggu mobil dicuci, pelanggan seolah disuguhi pertunjukkan mobil menari di atas pompa hidrolik (sayang foto mobil didongkrak, hilang saat transfer data). Berputar-putar disemprot semburan air dari pipa berbentuk senapan. Petugas pencuci dengan lincah mengendalikan pompa hidrolik, mengatur ketinggian. Satu mobil cukup dilayani 2 petugas. Mobil yang tadinya tertutup debu dan lumpur, pelan-pelan terlihat gagah kembali. Dengan kilauan cat dan semir ban.

Sambil menunggu mobil dikeringkan, bisa sekalian menikmati suguhan dari tukang rujak yang mangkal disitu. Hanya saja sang tukang rujaknya rabun. Jumlah porsi pesanan yang cuma diwakili jari telunjuk, diberikan dua piring. Maklum order disampaikan dengan teriakan dan tepuk tangan.

Pesan Rujak

Tiap pagi, di stasiun Tanah Abang, kereta memuntahkan ribuan penumpang. Ketika pintu kereta terbuka, penduduk komuter bergegas menuju tangga keluar stasiun. Untuk kemudian mereka berebut lagi saat beralih moda transportasi menuju tempat tujuan.

Naik tangga perlu dikendalikan juga rupanya..

Yang jadi masalah, tangga keluar stasiun tak mampu melayani debit arus manusia. Bak semut mereka harus sabar mengantri. Kadang bersungut-sungut melihat tangga tertutup orang-orang yang duduk menunggu kereta. Sebaliknya orang yang turun dari atas untuk mengejar kereta, pias tak mampu melawan arus. Padahal dalam hitungan menit, keretanya akan bergerak.

Ada ide pengendalian? Usul saya, buat saja tangga berjalan. Tangga yang terus bergerak jelas tidak bisa diduduki. Arah arus penumpang pun bisa diatur. Kalau bukan karena makanan suplemen yang buat orang jadi super pede, bergairah dan cenderung cari sensasi, tak ada orang yang mau melawan arus eskalator kan?

Category: Persepsi  One Comment

Ikastara Happy Morning

Jadilah contoh yang baik bagi adik-adik siswa SMA TN. Demikian pesan pak Tarwotjo dalam acara Ikastara Happy Morning 2007 di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Dalam wejangannya yang disampaikan selama empat menit, Pak Tarwotjo mengingatkan juga agar para alumni agar bekerja dengan baik, tidak malu dengan yang halal, dan produktif.

Kehadiran pak Tarwotjo dalam acara Ikastara Happy Morning, menambah keceriaan pada pagi hari itu. Dalam usia 74 tahun, beliau masih saja penuh semangat dan gairah kehidupan. Kehadiran beliau benar-benar menjadi suntikan semangat bagi kami yang muda ini. Kami jadi merasa masih miskin prestasi, sedikit berkarya dan belum menyumbangkan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa ini.

Acara yang menjadi temu kangen para alumni ini menjaring animo yang sangat tinggi. Tercatat ada sekitar 150 orang alumni yang hadir. Alumni yang telah berkeluarga pun tak segan membawa serta pasangan dan anak-anak mereka. Apalagi ada beberapa pasangan jeruk yang berpartisipasi. Abang-abang dari angkatan I sampai adik-adik angkatan XV pun hadir lengkap mewakili angkatannya. Sipil dan militer. Luar negeri dan dalam negeri. Tumplek blek jadi satu. more…

Category: Persepsi  3 Comments

Student Indonesia di Eropa

Buku ini bercerita tentang kisah sukses dunia pendidikan. Sukses besar karena telah mempersembahkan hadiah terbaik bagi bangsa ini, yaitu kemerdekaan. more…

Category: Persepsi  Tags: , ,  11 Comments

SEBUAH REUNI YANG SUKSES BESAR
karena telah membuat dinding-dinding kampus yang kelam dan dingin itu menjadi tempat yang aku rindukan…

Reuni STAN

more…

Category: Persepsi  Tags: ,  3 Comments

Bank Kaum Miskin

Beberapa waktu lalu, saya sudah mendengar tentang Muhammad Yunus dengan Grameen Bank-nya. Saya membaca berita di koran, beliau memenangkan Nobel Perdamaian 2006. Guru saya juga pernah sedikit menyebut2 tentang beliau kala kami berdiskusi. Namun, baru dari buku yang diterbitkan oleh Penerbit Marjin Kiri inilah saya bisa menyerap pelajaran dari pengalaman beliau mendirikan Grameen Bank. more…

Category: Persepsi  Tags: , ,  7 Comments
  1. Apa sih enaknya lahir tahun 1400 H?
    1. Nggak usah susah2 ngingat ucapan selamatLebaran. Tinggal tambahkan 1400 dengan umur sendiri.
    2. Nggak usah susah2 ngingat umur. Tinggal lihat dua digit di belakang tahun hijriyah.
  2. Jam kantor selama puasa cuman sampai 16.30. Ini artinya saya bisa ngejar kereta Ciujung jam 17.12 di Tanah Abang, dan sampai di rumah sebelum maghrib. Jam kerja biasa sampai jam 17.00 bikin kagok, nggak bisa ngejar Ciujung tapi KRL AC Sudirman jam 17.40 bikin susah sholat maghribnya.
  3. Sembari pulang ngambil data dari Dephut mampir ke Kantor Pos Besar Pasar Baru. Kirim paket DVD JAS OS X ke Infidra. Sempat lihat kesibukan pos menjelang lebaran.Kantor Pos Besar Pasar Baru
  4. 11 vs 23. Yg 11 memang memiliki dalil yang sulit dipatahkan. Tapi pendukung 23 masih mendapat angin dari praktik sholat tarawih di Masjidil Haram. Sayangnya, praktik 23 di Indonesia jarang yang memperhatikan kualitas, asal mengejar kuantitas. Jurus Al Fatihah satu nafas pun jamak ditemui. Seandainya kualitas 23 di Indonesia sama dengan 23 di Makkah, saya pasti ngikut.
  5. Kereta ekonomi jadi lebih nyaman. Tantangan terberat yang saya hadapi di kereta ekonomi adalah asap rokok!. Selama puasa, semua gerbong kereta tak ber-AC bersih dari asap rokok. Saya malah sempet naik KRD dengan nyamannya. Padahal biasanya, asap di gerbong KRD lebih pekat daripada asap lokomotif tua penarik gerbongnya. Aduh kapan ya kondisi ini bisa ditemui di luar Ramadhan?
Category: Persepsi  One Comment

Saya sudah lama tertarik dengan kreativitas indieguerillas. Desain pop art yang kadang dicampur dengan budaya Jawa, mampu mewakili kegundahan hati generasi muda Jogja yang nJawani, memiliki energi yang meluap-luap, dan anti-kemapanan. Apalagi banyak karya mereka yang tidak menampilkan makhluk bernyawa, cocok dengan keyakinan saya. Salah satu favorit saya adalah gambar vektor Wake Up Bantul.

Satu pesan yang saya tangkap dari karya-karya mereka, “You can’t stop us!”

Artvertising Indie Guerillas

Indie Guerillas hadir di Jakarta dalam acara Eksebisi bertajuk Artvertising di Galeri Nasional Indonesia, Jl. Merdeka Timur nomor 14. Mulai dari Rabu, 24 Oktober 2007 sampai akhir bulan.

Mudah2an sempet ketemu Santi dan Miko. :D

Update:
Sorry Paman Tyo, saya baca undangan via email dulu baru baca memo njenengan.

Category: Persepsi  2 Comments

I am very sad when I am reading this news.