Archive for the Category »Realita Sosial «

Alhamdulillahi rabbil alamin,
ada seorang dokter yang berkenan memberikan operasi gratis bagi para penderita bibir sumbing.

Berikut ini informasi lengkapnya:

Assalaamu’alaikum

Teman2, bilamana ada mengetahui anak2 malang dgn cacat sumbing bibir namun tidak bs operasi krn kendala biaya (tetangga, anak tukang cuci, tukang sampah, satpam, OB dll), saya informasikan bhw saya menyelenggarakan OPERASI GRATIS khusus SUMBING BIBIR di Jakarta dan Bekasi.

Jakarta:
RS YPR Hospital
Jl.Sawo 56 Menteng – Jakpus
Telp. 3906914/31926152 (Hub. ibu MONA)
Jam konsultasi saya: Selasa/Kamis/ Sabtu 10.00-12.00

Bekasi:
RS Juwita
Jl.M Hasibuan 78 – Bekasi
Telp. 8829590-1 (Hub. ibu KHUSNUL)
Jam konsultasi saya: Senin/Rabu 10.00-12.00

Mohon disebarluaskan informasi ini bilamana memungkinkan. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalaam,
Ahmad Fawzy, SpBP
dokter spesialis bedah plastik

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/52762

Saya sudah mengontak nomor RS YPR Hospital, diterima oleh ibu Nela. Dan memang betul RS YPR menyelenggarakan operasi bibir sumbing dan hernia anak gratis. Bagi yang ingin menggunakan layanan ini, silahkan hubungi terlebih dahulu nomor tersebut di atas.

Alamat web RS YPR Hospital adalah http://yprhospital.com/index.html

Mudah-mudahan bermanfaat.

Update info (13 Maret 2010):

Untuk operasi bibir sumbing dan hernia anak di RS YPR Hospital, berikut ini persyaratannya:

PERSYARATAN OPERASI HERNIA ANAK

  1. Foto copy KTP

  2. Foto copy kartu KK

  3. Foto pasien sluruh badan ukuran 3 R

  4. SKTM dari lurah dan kecamatan

  5. Surat keterangan dokter PUSKESMAS mengenai penyakit nya

  6. Usia pasien 1 s/d 15 tahun, belum pernah dioperasi sebelumnya, tidak memiliki kelainan bawaan seperti penyakit Jantung, kelainan darah ( Hemofilia ) dll.

PERSYARATAN OPERASI SUMBING

  1. Usia

  1. Sumbing Bibir : 3 bulan (berat badan min. 5 kg) s/d 40 tahun

  2. Sumbing langit-langit : 1.5 thn s/d 4 tahun

  3. Sumbing bibir & langit-langit : usia 2 – 4 tahun, Hb > 11gr%

  1. Jenis kelainan

  1. Labio skisis : unilateral (satu celah) : komplit, inkomplit

  2. Palato skisis : Bilateral (dua celah) : komplit, inkomplit

  3. Labio palato ( sumbing bibir & langit-langit)

  1. Belum pernah dilakukan operasi sumbing sebelumnya

  2. Tidak ada riwayat penyakit alergi/ darah/ sesak/ batuk /jantung /riwayat biru saat lahir/kecil.

  1. Pemeriksaan Laboratorium

  1. Hb, hematokrit, Lekosit, Trombosit, eritrosit

  2. Waktu pembekuan (CT), Waktu Perdarahan(BT)

6. Rekomendasi pemeriksaan kesehatan oleh dokter Spesialis anak (bagi pasien anak) / dokter spesialis penyakit dalam (bagi pasien dewasa) yang menyatakan dapat dilakukan operasi

Pagi ini saya berebut naik ke kereta listrik bersama ratusan penumpang lainnya. Di tengah siraman gerimis hujan, saya melihat ada satu pintu gerbong kereta yang amat sepi. Ketika saya masuk ke pintu itu, MASYA ALLAH, saya melihat pemandangan yang belum pernah saya lihat seumur hidup saya.

Di bangku samping pintu, duduk seorang anak dalam keadaan yang menyedihkan. Tangan kirinya buntung. Tidak ada sisa sedikitpun tulang lengan kiri, benar-benar buntung sampai bahu. Kepalanya dibalut perban kotor. Bekas darah mengering tersebar di kepala dan badannya.
Anak itu..
Pantas saja sudut gerbong ini begitu sepi. Orang-orang menjauhinya. Mungkin jijik. Tak sedikit yang kasihan. Tapi lebih banyak yang tak peduli. Tidak ada penumpang yang mau duduk di dekatnya. Mereka lebih suka berdesak-desakan di sisi lain gerbong itu.

Aduh nak. Engkau duduk tanpa merasakan tusukan pandangan mata orang-orang. Pandangan matamu kosong. Menatap ke luar jendela tak berkaca. Punggungmu dipenuhi kotoran manusia. Bahkan untuk membersihkan diri pun kau tak mampu.

Tapi anak itu tak peduli. Rupanya ia lebih suka menikmati pemandangan di luar jendela. Mungkin bertanya pada dunia, salahku apa?

Ya Allah..

Baru kemarin saya mengeluh mengenai kemungkinan turun gaji. Baru tadi malam mata saya sulit terpicing memikirkan strategi pengembangan karir. Namun itu semua sirna dalam sekejap. Kekhawatiran saya tak sebanding dengan penderitaannya.
Beruntunglah saya. Beruntunglah Anda. Beruntunglah kita. Kita masih memiliki tempat yang disebut rumah. Kita masih memiliki orang-orang terkasih di sekitar kita.
Melihat anak itu tanpa kewarasan, saya pun bingung harus bagaimana? Memberinya uang pun tak menjadi solusi.

Oh lihat.. ekspresi anak itu sedikit berubah. Mulutnya membulat. Dia tersenyum. Oh, dia tersenyum! Entah apa yang membuatnya senang. Mungkin ia terbayang sedang bermain di tengah keluarganya. Mungkin ia ingat saat-saat indah dibelai bunda. Mungkin ia terbayang ayah menepuk pundaknya dengan bangga. Mungkin ia mengangankan sedang bermain bersama saudara-saudarinya.

Mata ini mulai berkaca-kaca. Saya mencoba menundukkan kepala sekedar menghalau rasa trenyuh luar biasa di dada.
Anak itu.. telah kehilangan lengannya. Anak itu.. telah kehilangan masa kecilnya. Anak itu.. telah kehilangan ayah bundanya. Anak itu.. telah kehilangan masa depannya. Anak itu telah kehilangan kehidupannya, bahkan sebelum nafasnya meninggalkan tubuhnya.

Mungkin hanya doa yang bisa saya sumbangkan padanya. Ya Allah, ampunilah ia di kehidupan akhirat nanti. Amin.

Sudah beberapa bulan ini, saya perhatikan, di basement gedung kantor saya, ada mobil-mobil yang sepertinya ditinggalkan pengendaranya. Mobil-mobil itu berdebu tebal. Ban-bannya sudah ada yang kempes. Dan yang paling parah, letaknya tidak pernah berubah. Artinya mobil itu memang ditinggalkan begitu saja.

BK 263 G

Mobil siapa tuh?