Kolaka

Pengalaman berkunjung ke Kolaka ini saya dapat tahun 2008 lalu. Berikut ini jurnal yang saya tulis.

Ketika musim perjalanan dinas tahun 2008 dimulai, seperti biasa, saya kebagian lokasi-lokasi terpencil. Maklum, pegawai nrimo :p

Peta Lokasi Kolaka Sultra

Perjalanan pertama di tahun 2008, saya ditugaskan ke Kolaka. Hayoo.. ada yang tau gak Kolaka itu di daerah mana? Waktu tahu saya dapet dinas ke Kolaka, saya langsung cari tahu bagaimana mencapai daerah itu. Kolaka, terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara, bisa dicapai dengan jalan darat dari Kendari. Yang jadi masalah, penerbangan ke Kendari dari Jakarta harus transit via Makassar. Ada dua alternatif penerbangan. Maskapai A jam 6 dan maskapai B jam 13. Rombingan dinas kami memilih berangkat siang hari. Pertimbangannya, kalaupun menggunakan penerbangan pagi, diperkirakan sampai di Kendari jam 2 siang. Jakarta-Makassar ditempuh 2 jam lebih. Lalu waktu transit di Makassar itu kabarnya susah ditebak. Bisa molor sampai 2 jam lebih. Makassar-Kendari membutuhkan waktu satu jam.

Waktu mendarat di Kendari, saya langsung disambut dengan indahnya langit malam. Tau maksudnya? Kendari sedang mati lampu! Bahkan lampu di bandara hanya menyala di ruang2 utama. Sesampai di luar bandara, mulai dari parkir bandara sampai ke kota, gelap gulita.

Malam itu, saya menginap  di Hotel Aden. Keesokan paginya saya dan Mas Ferie berangkat ke Kolaka menggunakan mobil charteran. Jalanan mulus. Waktu tempuh sekitar 3 jam. Jalur yang dilewati melewati 4 perbukitan. Jalanan yang mulus itu mulai terasa menyiksa di perut kami. Belokan-belokan tajam membuat kami menjadi laboratorium fisika berjalan. Dihajar gaya sentrifugal dan sentripetal ke sana ke mari. Sayang perut kami bukan perut pilot yang mampu menahan gaya sampai 10G.

Sesampainya di Kolaka, seusai menunaikan tugas, kami diajak sightseeing seputar Kolaka. Dimulai dari makan siang di pinggir pantai. Sop Konro daging sapi dengan kuah berlemak menjadi santapan siang ditemani semilir angin pantai. Di kejauhan samar-samar terlihat sebuah pulau yang sedang menjadi sengketa. Yah biasalah, ada gula ada semut. Sejak ditemukannya potensi nikel di pulau tersebut, terjadi tarik menarik kewenangan ijin pertambangan di sana. Pemkab, pemprov dan pusat tumplek blek jadi satu.

Selesai dari makan siang, kami diajak ke anjungan rumah adat Sulawesi Tenggara. Lokasi anjungan ini persis terletak di dekat pelabuhan ferry setempat. Ada 10 rumah adat yang berdiri di sini, masing-masing mewakili kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara mulai dari Kab. Muna, Kab. Konawe dan tak lupa rumah khas Kolaka sendiri. Anjungan ini pernah digunakan untuk MTQ Provinsi Sultra beberapa tahun lalu. Salah satu fitur unggulan anjungan ini adalah letaknya yang menghadap barat. Konon, anjungan ini adalah lokasi terbaik untuk menikmati pemandangan sunset. PR bagi pemkab adalah bagaimana menjual momen detik-detik ketika lingkaran merah di angkasa itu tenggelam ke dalam air…

Daerah tujuan wisata di Kolaka salah satunya yang terkenal adalah sungai Tamborasi. Sungai ini diklaim sebagai sungai terpendek di dunia. Sebuah mata air yang muncul di gunung, ternyata hanya dua puluh meter kemudian sudah nyemplung ke laut. Butuh fatwa dari ahli geologi apakah sungai Tamborasi memenuhi definisi sebagai sebuah sungai.

Di Kolaka, program unggulan Bupati adalah demo gerbang mastra (Desa Model Gerakan Pembangunan Masyarakat Sejahtera). Namanya orang Indonesia, kreatif banget untuk bikin singkatan. Program ini adalah salah satu best practice dalam kategori program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tapi gaungnya masih belum menyamai best practice pemda lain seperti JPKM Purbalingga, UPT Sragen, Perda Dji Sam Soe Kota Gorontalo, maupun Pelayanan Satu Pintu di Kab. Jembrana.

Ya begitulah pengalaman di Kolaka. Menanti perjalanan dinas selanjutnya, kita tunggu saja cerita perjalanan ke Kota Tidore. Hayoo, dimana tuh?

Bandara Kolaka rencananya akan difungsikan tahun 2008. Jadi tahun-tahun ke depan kalau ke sini nggak harus mabok lagi.

Satu hal yang unik di Kendari dan Kolaka ini, angkutan umum antarkota menggunakan mobil-mobil terbaru. Bayangkan, Suzuki APV dan Toyota Avanza dijadikan angkot! Dilengkapi dengan sound system memekakkan bahkan ada pula yang dilengkapi dengan televisi layar kristal.

Masalah angkutan umum, memang di Sultra ini, pada umumnya jor-joran. Kami sempat melihat sebuah Kijang Krista ber-plat kuning dengan monitor LCD yang menampilkan siaran televisi bagi penumpangnya.

Angkot di sini disebut pete-pete. Ingat baik-baik, kalau keluar di pertanyaan kuis, harus bisa jawab. Karena sudah saya beritahu.

Share

Jalan-jalan ke Kids Fun Parcs Jogja

Karena letak Kids Fun yang tidak jauh dari kontrakan kami di Jogja, kami memutuskan untuk berangkat dengan berjalan kaki. Perlengkapan mandi dan baju ganti serta bekal lainnya berada di tas ransel, sambil mendorong kereta bayi berisi si bungsu Hana Uliansyah yang baru berusia 5 bulan. Kami berangkat jam 9 pagi dari rumah dengan harapan menghindari jam padat pengunjung yang biasanya terjadi di siang hari.
Sesampainya di Kids Fun, voucher dari dealkeren ditukar oleh petugas dengan tiket masuk taman bermain, Aqua Splash, Flying Fox, dan diskon GoKart. Wah banyak juga ya! Ada 20 permainan yang tersedia di Kids Fun, tapi kami tidak mencoba semuanya. Beberapa permainan sebenarnya adalah permainan yang sama dengan tema berbeda. Misalnya permainan mobil-mobilan listrik untuk anak-anak, tersedia dalam banyak lokasi yaitu Herby’s yang bertema City Car, sedangkan Harley Davidson bertema Western City, Ferarri bertema Sirkuit F1 dan Old Dream bertema China Town. Permainan kereta juga tersedia dalam beberapa wahana, seperti Santa Fe Train, Kereta Ulat, dan __.
Wahana yang paling banyak tersedia adalah permainan air. Wahana air yang digenjot sendiri oleh pengendara dengan jalur yang sudah tersedia, terdapat dalam banyak wahana seperti  ___ bertema pulau tropis, ___ bertema Indian, dan ___ bertema ____. Wahana air tanpa jalur, aqua bike. Wahana air sehggol2an, bumper boat. Nah, saking banyaknya permainan air di Kids Fun, kami sempat bercanda, “Rejeki Kids Fun memang ada di air.”
Permainan yang lain ada Mini Wheel, yaitu sebuah ferris wheel atau bianglala mini dengan 6 gondola saja. Ada pula ontang-anting, gajah terbang, dan boom boom car. Semua permainan tersebut dapat dinikmati tanpa tiket tambahan. Dan yang tidak kalah seru adalah Fun Shooter, arena di mana pemain dapat saling menembakkan bola lembut ke arah pemain lain.
Salah satu permainan gratis yang menjadi favorit pengunjung adalah Jurassic Park. Wahana ini adalah wahana kereta keluarga yang mengelilingi taman dinosaurus.
Permainan yang harus membayar lagi adalah Duragon, sebuah wahana roller coaster mini berketinggian __ meter. Masih jauh lebih kecil dari Halilintar di Dufan tentunya, tapi sebagai satu-satunya wahana roller coaster di Jateng dan DIY, wahana ini masih menjadi favorit para pengunjung. Beberapa putaran dihiasi dengan teriakan-teriakan dan jeritan-jeritan dari penumpangnya.
Salah satu wahana dengan antrian terpanjang adalah Flying Fox. Meskipun harus membayar 15 ribu rupiah, peminatnya tetap membludak. Kami tidak perlu menambah beli tiket, karena voucher dari dealkeren sudah mencakup tiket Flying Fox. Untuk menikmati Flying Fox, pengunjung harus naik ke tower yang ada patung naga. Bagi yang belum memiliki tiket, dapat membeli langsung di titik peluncuran.
Di luar permainan yang disediakan, banyak site-site tempat berfoto yang tersedia tersebar di seluruh lokasi. Ada panggung Kapal, sebuah replika kapal bajak laut yang bisa digunakan untuk panggung pertunjukan bertema bajak laut. Banyak pula patung-patung tanpa kepala yang dapat digunakan untuk bergambar dengan memposisikan kepala kita pada patung tersebut.
Di dalam gedung dekat pintu keluar, terdapat wahana bermain anak bernama Soft Play. Isinya adalah jungle dan mandi bola. Anak-anak sangat suka bermain di sini. Waktunya pun pas, karena ketika matahari sudah memanas kami masuk ke wahana indoor.
Fasilitas Ibadah tidak Memadai
Setelah lelah menikmati permainan wahana di taman bermain, kami beristirahat dulu sebelum masuk ke kolam renang Aqua Splash. Untuk mendapatkan makanan, tersedia banyak food court tersebar di seluruh area lokasi. Ada Cafe Saurus di depan wahana Jurassic Park. Ada pula kantin di depan panggung kapal. Belum lagi kios-kios kecil yang menjual suvenir, foto digital, dll. Untuk masalah perut, tidak ada masalah.
Masalah yang mengganggu kenyamanan baru terasa ketika kami hendak melaksanakan ibadah sholat. Mushola yang tersedia ternyata berada di area toilet wanita. Hal ini sangat memprihatinkan kami, seolah-olah kami disuruh sholat di tempat buang hajat. Luasnya pun tidak memadai. Padahal musholla itu adalah satu-satunya tempat ibadah di dalam lokasi taman bermain. Hal ini jauh berbeda dengan fasilitas ibadah yang diberikan oleh lokasi wisata lainnya seperti Kebun Binatang Ragunan (masjid besar di tengah area), Dunia Fantasi (ada masjid di dekat panggung outdoor dan juga banyak musholla tersedia di mana-mana), Taman Mini Indonesia Indah (masjid Diponegoro dengan dua lantai), dll. Bagaimanapun juga, pemeluk agama Islam adalah pengunjung mayoritas dari taman-taman tersebut, sehingga kenyamanan beribadah bagi kami semestinya mendapat perhatian dari pengelola taman.
Akhirnya kami pun memilih untuk melaksanakan sholat di musholla area parkir. Di sana kondisinya lebih baik, meskipun luas musholla juga minimal. Hanya saja kami harus keluar dari area taman bermain Kids Fun, yang tentunya menambah kerepotan ketimbang melaksanakan sholat di dalam area taman bermain. Banyak pengunjung yang lebih memilih untuk sholat di dalam area.
Bermain Air di Aqua Splash
Setelah mengisi perut dan sholat, kami bergerak menuju kolam renang Aqua Splash. Tempatnya nyaman, baik bagi anak-anak maupun orangtua. Terdapat dua kolam yang tersedia. Satu kolam dengan seluncuran setinggi 7,5 meter dan melingkar sepanjang 52 meter. Satu kolam lain sepertinya didesain untuk aktivitas yang lebih santai, dengan kanopi besar terpasang di atasnya. Ada pula satu inflatable pool dipasang di salah satu sudut area kolam renang. Entah apakah selain di hari libur, inflatable tersebut dipasang atau tidak. Lantai yang terbuat dari konblok berkualitas membuat permukaan lantai tidak licin meskipun basah terciprat air kolam. Di pinggir kolam, banyak tersedia parasol (payung taman) dengan meja dan kursi bagi __. ortu dapat dengan nyaman mengawasu anak2 bermain air. bbrp lifeguard terlihat berjaga di titik2 penting.
dgn tiket yg dpt dibeli ter[isah, aqua splash nampaknya akab=n menjadi pilihan kami di kemudia hari. mudah2an kf mkn baik.

Hari Ahad lalu (tanggal 3 Juli 2011), kami sekeluarga akhirnya menggunakan voucher tiket masuk Kids Fun Parcs Jogja, yang sudah kami beli beberapa waktu yang lalu. Voucher tersebut saya beli secara online dari dealkeren.com seharga 22.500 per voucher. Kami membeli 4 voucher untuk saya, istri, dan 3 anak (1 masih bayi, tidak dihitung). Total 90.000. Harga asli tiket adalah 45.000 per orang (anak dan dewasa sama saja) untuk tiket terusan, atau 37.500 per orang untuk tiket taman bermain dan 13.000 per orang untuk tiket kolam renang Aqua Splash. Jadi kami menghemat setengahnya.

Karena letak Kids Fun yang tidak jauh dari kontrakan kami di Jogja, kami memutuskan untuk berangkat dengan berjalan kaki. Perlengkapan mandi dan baju ganti serta bekal lainnya berada di tas ransel, sambil mendorong kereta bayi berisi si bungsu Hana Uliansyah yang baru berusia 5 bulan. Kami berangkat jam 9 pagi dari rumah dengan harapan menghindari jam padat pengunjung yang biasanya terjadi di siang hari.

Sesampainya di Kids Fun, voucher dari dealkeren ditukar oleh petugas dengan tiket masuk taman bermain, Aqua Splash, Flying Fox, dan diskon GoKart. Wah banyak juga ya!

Ada 20 permainan yang tersedia di Kids Fun, tapi kami tidak mencoba semuanya. Beberapa permainan sebenarnya adalah permainan yang sama dengan tema berbeda. Misalnya permainan mobil-mobilan listrik untuk anak-anak, tersedia dalam banyak lokasi yaitu Herby’s yang bertema City Car, sedangkan Harley Davidson bertema Western City, Ferarri bertema Sirkuit F1 dan Old Dream bertema China Town. Permainan kereta juga tersedia dalam beberapa wahana, seperti Santa Fe Train, Kereta Ulat dan Duragon.

Wahana yang paling banyak tersedia adalah permainan air. Wahana air yang digenjot sendiri oleh pengendara dengan jalur yang sudah tersedia, terdapat dalam banyak wahana seperti Jet Rider bertema pulau tropis, Grand Canyon bertema Indian, dll. Selain itu tersedia juga wahana air tanpa jalur bernama Aqua Bike. Bagi yang suka saling senggol ada wahana air Bumper Boat. Nah, saking banyaknya permainan air di Kids Fun, kami sempat bercanda, “Rejeki Kids Fun memang ada di air.”

Permainan yang lain ada Mini Wheel, yaitu sebuah ferris wheel atau bianglala mini dengan 6 gondola saja. Ada pula ontang-anting, gajah terbang, dan boom boom car. Semua permainan tersebut dapat dinikmati tanpa tiket tambahan. Dan yang tidak kalah seru adalah Fun Shooter, arena di mana pemain dapat saling menembakkan bola lembut ke arah pemain lain.

Salah satu permainan gratis yang menjadi favorit pengunjung adalah Jurassic Park. Wahana ini adalah wahana kereta keluarga yang mengelilingi taman dinosaurus. Pengunjung ditempatkan dalam kereta-kereta otomatis berisi dua sampai empat orang. Sepanjang jalur, terdapat patung-patung dinosaurus yang dilengkapi dengan informasi mengenai dino tersebut.

Permainan yang harus membayar lagi adalah Duragon, sebuah wahana roller coaster mini berketinggian sekitar 7 meter. Masih jauh lebih kecil dari Halilintar di Dufan tentunya, tapi sebagai satu-satunya wahana roller coaster di Jateng dan DIY, wahana ini masih menjadi favorit para pengunjung. Beberapa putaran dihiasi dengan teriakan-teriakan dan jeritan-jeritan dari penumpangnya.

Salah satu wahana dengan antrian terpanjang adalah Flying Fox. Meskipun harus membayar 15 ribu rupiah, peminatnya tetap membludak. Kami tidak perlu menambah beli tiket, karena voucher dari dealkeren sudah mencakup tiket Flying Fox. Untuk menikmati Flying Fox, pengunjung harus naik ke tower yang ada patung naga. Bagi yang belum memiliki tiket, dapat membeli langsung di titik peluncuran.

Di luar permainan yang disediakan, banyak site-site tempat berfoto yang tersedia tersebar di seluruh lokasi. Ada panggung Kapal, sebuah replika kapal bajak laut yang bisa digunakan untuk panggung pertunjukan bertema bajak laut. Banyak pula patung-patung tanpa kepala yang dapat digunakan untuk bergambar dengan memposisikan kepala kita pada patung tersebut.

Di dalam gedung dekat pintu keluar, terdapat wahana bermain anak bernama Soft Play. Isinya adalah jungle dan mandi bola. Anak-anak sangat suka bermain di sini. Waktunya pun pas, karena ketika matahari sudah memanas kami masuk ke wahana indoor ini.

Dalam kunjungan kali ini, kami tidak mencoba GoKart. Rasa-rasanya Go Kart lebih asyik jika dimainkan berkelompok. Pembalap-pembalap dalam satu race terdiri dari teman-teman yang kita kenal.

Fasilitas Ibadah tidak Memadai

Setelah lelah menikmati permainan wahana di taman bermain, kami beristirahat dulu sebelum masuk ke kolam renang Aqua Splash. Untuk mendapatkan makanan, tersedia banyak food court tersebar di seluruh area lokasi. Ada Cafe Saurus di depan wahana Jurassic Park. Ada pula kantin di depan panggung kapal. Belum lagi kios-kios kecil yang menjual suvenir, foto digital, dll. Untuk masalah perut, tidak ada masalah.

Masalah yang mengganggu kenyamanan baru terasa ketika kami hendak melaksanakan ibadah sholat. Mushola yang tersedia ternyata berada di area toilet wanita. Hal ini sangat memprihatinkan kami, seolah-olah kami disuruh sholat di tempat buang hajat. Luasnya pun tidak memadai. Padahal musholla itu adalah satu-satunya tempat ibadah di dalam lokasi taman bermain. Hal ini jauh berbeda dengan fasilitas ibadah yang diberikan oleh lokasi wisata lainnya seperti Kebun Binatang Ragunan (masjid besar di tengah area), Dunia Fantasi (ada masjid di dekat panggung outdoor dan juga banyak musholla tersedia di mana-mana), Taman Mini Indonesia Indah (masjid Diponegoro dengan dua lantai), dll. Bagaimanapun juga, pemeluk agama Islam adalah pengunjung mayoritas dari taman-taman tersebut, sehingga kenyamanan beribadah bagi kami semestinya mendapat perhatian dari pengelola taman.

Akhirnya kami pun memilih untuk melaksanakan sholat di musholla area parkir. Di sana kondisinya lebih baik, meskipun luas musholla juga minimal. Hanya saja kami harus keluar dari area taman bermain Kids Fun, yang tentunya menambah kerepotan ketimbang melaksanakan sholat di dalam area taman bermain. Banyak pengunjung yang lebih memilih untuk sholat di dalam area.

Bermain Air di Aqua Splash

Setelah mengisi perut dan sholat, kami bergerak menuju kolam renang Aqua Splash. Tempatnya nyaman, baik bagi anak-anak maupun orangtua. Terdapat dua kolam yang tersedia. Satu kolam dengan seluncuran setinggi 7,5 meter dan melingkar sepanjang 52 meter. Satu kolam lain sepertinya didesain untuk aktivitas yang lebih santai, dengan kanopi besar terpasang di atasnya. Ada pula satu inflatable pool dipasang di salah satu sudut area kolam renang. Entah apakah selain di hari libur, inflatable tersebut dipasang atau tidak. Lantai yang terbuat dari konblok berkualitas membuat permukaan lantai tidak licin meskipun basah terciprat air kolam. Di pinggir kolam, banyak tersedia parasol (payung taman) dengan meja dan kursi bagi pengunjung yang memilih tidak nyemplung ke kolam. Dari bawah parasol itu, ortu dapat dengan nyaman mengawasi anak-anak bermain air. Beberapa lifeguard terlihat berjaga di titik-titik penting.

Dengan tiket yang dpt dibeli terpisah dari tiket taman bermain, aqua splash nampaknya akan menjadi pilihan kami di kemudian hari. Mudah-mudahan Kids Fun makin baik dalam menyediakan wahana hiburan yang mengasyikkan.

Share

Untaian Permata Hijau Tidore dan Ternate

Punya uang seribu rupiah? Oow.. tenang aja. Saya bukannya mau minta duit. Bukan.. bukan itu permintaan saya. Saya ingin Anda memperhatikan gambar pada uang seribu rupiah yang sedang Anda pegang. Lihatlah pada gambar dua buah pulau yang berada di latar sebuah perahu nelayan. Ada keterangan di sudut kiri atas. Bunyinya, “Pulau Maitara dan Tidore”. Nah, selama tiga hari yang lalu, saya berkesempatan berada di pulau yang muncul sebagai ilustrasi pada alat tukar keluaran Bank Indonesia itu.

Uang Seribu Rupiah
Image courtesy Fiona Angelina (c)

Tapi dari tempat saya menginap di Ternate, pandangan pada posisi pulau-pulau tersebut terbalik. Pulau Maitara di sebelah kanan, dan Pulau Tidore di sebelah kiri. Saya sempat mendiskusikannya bersama teman perjalanan. Kesimpulan kami, gambar di uang tersebut diambil dari laut lepas, bukan dari daratan Ternate. Dugaan ini dikuatkan juga dengan foto yang saya lihat di indahnesia.com, superbayek@MP serta pengakuan Pak Yoanes. Posisi pulau Maitara dan Tidore pada foto itu sudah hampir mirip dengan uang seribu rupiah, tapi untuk mendapatkan persepsi yang sesuai sepertinya memang harus dilihat dari sisi laut lepas.

Maitara dan Tidore
Image courtesy Yoanes Bandung (c)

Sayang, Bang Pay yang babu negara seperti saya itu , sudah pindah penempatan ke Manado. Padahal dari orang yang sudah tinggal selama 3 tahun di Ternate, saya mengharapkan cerita pengalaman dan guide ke tempat-tempat yang menarik. Ah cukuplah blog-blogmu itu menceritakan duka dan kesedihanmu bang.. hehehe..
Continue reading

Share

Surabaya

Selain perjalanan dinas ke tempat yang terlalu jauh, tujuan yang terlalu dekat juga membuat orang-orang di kantor pikir2. Sepertinya tujuan dinas ke pulau Jawa justru hitung-hitungannya rugi. Mungkin karena standar perjalannnya tidak menggunakan pesawat. Peraturan hanya membolehkan menggunakan kereta api untuk tujuan di pulau Jawa.

Tapi saya nekad saja.. Biar nombok asal badan masih elok. Saya pun memilih menggunakan pesawat menuju daerah tujuan kali ini, Pasuruan. Via Surabaya tentunya, karena di Pasuruan tidak ada bandara komersial. Hanya ada pangkalan udara militer milik TNI AU. Harga tiket pesawat yang semakin murah (hanya beda puluhan ribu dengan kereta eksekutif) menguatkan pilihan saya.

Penerbangan malam ke Surabaya saya menggunakan maskapai Lion-Wings penerbangan pukul 21.20. Saya masih ingat keluhan menggunakan Boeing 737-900 ER ke Balikpapan yang terlalu lama loading penumpang. Namun kali ini, pukul 21.00 para penumpang sudah diminta untuk boarding. Mungkin maksudnya supaya pas jam 21.20 udah siap take off. Perbaikan dari keluhan saya sebelumnya.

Night Flight
Continue reading

Share

Pangkalan Bun Kota Manis

Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi satu-satunya daerah tujuan dinas yang saya mencapainya tanpa melalui ibukota Provinsi. Mari kita bandingkan dengan rute perjalanan lainnya: Untuk ke Pasir saya terbang ke Balikpapan dulu, ke Tanah Bumbu via Banjarmasin, dan ke Ketapang melalui Pontianak. Namun perjalanan ke Pangkalan Bun ini justru saya tempuh melalui rute Jakarta – Semarang – Pangkalan Bun.Dari Semarang, saya menggunakan Kalstar atau juga dikenal dengan nama Trigana. Ini merupakan pengalaman pertama saya menggunakan pesawat perintis. Benar saja, ada beberapa kejadian yang tidak biasa saya temui seperti di penerbangan komersial biasa.

Continue reading

Share

Tanah Bumbu yang Indah

Perjalanan dinas ke Tanah Bumbu adalah perjalanan pembuka saya ke Kalimantan tahun ini. Setelah ke Tanah Bumbu, saya dijadwalkan mengunjungi Pasir di Kaltim, Ketapang di Kalbar dan Pangkalan Bun di Kalteng. Perjalanan ini bisa jadi adalah perjalanan terunik. Sampai dengan hari H, contact person di tempat tujuan tidak dapat dihubungi. Tak disangka, beberapa hari sebelumnya, direktur RSUD Kab. Tanah Bumbu justru datang ke kantor saya. Akhirnya saya pun nunut (Jawa, mengikut) beliau pasrah bongkokan (Jawa, pasrah sepenuhnya) gimana caranya bisa sampai ke ujung tenggara pulau Kalimantan.

Tanah Bumbu

Continue reading

Share

Perjalanan Nekad ke Ketapang

Perjalanan ke Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi perjalanan yang begitu mengkhawatirkan dan penuh ketidakpastian bagi saya. Alasan terbesar mengapa saya selalu menyiapkan segala sesuatunya dalam sebuah perjalanan sampai-sampai saya bisa memvisualisasikannya bahkan sebelum berangkat ke tujuan, adalah saya tidak ingin terlunta-lunta tak terurus di tempat yang saya tidak tahu harus meminta tolong ke mana. Apalagi kebanyakan daerah tujuan dinas saya adalah daerah-daerah pemekaran yang miskin fasilitas dan belum memiliki infrastruktur yang memadai.

Masalah tiket pulang, contact person, penginapan dan hal-hal lain yang menimbulkan ketidakpastian “bagaimana nanti di tujuan” sedikit tertolong karena daerah tujuan perjalanan kali ini rupanya adalah sebuah kota yang sudah matang. Artinya, saya ternyata tidak perlu kesulitan mencari ATM, mendapatkan penginapan yang bersih, kemudahan mencapai daerah tertentu, dan menghubungi keluarga di rumah. 

Branwir menyambut gagal mesin

Kendala perjalanan dinas ke Ketapang, Kalimantan Barat kali ini sudah terasa sejak awal. Sampai dengan H-2, contact person di tujuan belum didapat. Akhirnya dengan bantuan orang Pemprov Kalteng, saya memantapkan diri untuk berangkat. Nekad lah..

Continue reading

Share

Kabupaten Pasir

Kali ini saya berkesempatan mengunjungi Kabupaten Pasir di Kalimantan Timur. Saya ditugaskan selama tiga hari untuk melakukan bimbingan teknis seputar Keuangan Daerah.

Dalam perjalanan ini banyak hal baru yang saya dapatkan. Mulai dari kesempatan menaiki Boeing 737-900 ER, menyeberang selat Makassar menggunakan ferry kecil, perenungan yang dalam ketika jauh dari rumah, dll.

Dalam perjalanan Jakarta-Balikpapan, saya berkesempatan mencicipi pesawat terbaru di dunia, Boeing 737-900 ER. Pesawat berkapasitas 215 penumpang tersebut baru dioperasikan oleh Lion Air sejak Senin, 30 April 2007 lalu. Bahkan peresmiannya dilakukan oleh Jusuf Kalla.

Lion 737-900 ER
Continue reading

Share