<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Uliansyah.Or.Id</title>
	<atom:link href="http://www.uliansyah.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.uliansyah.or.id</link>
	<description>kegelisahanku adalah untuk berkarya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Apr 2012 10:25:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Keberuntungan Orang Terakhir</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2012/04/keberuntungan-orang-terakhir.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2012/04/keberuntungan-orang-terakhir.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 10:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyantri]]></category>
		<category><![CDATA[Aku Mahakuasa]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Raja]]></category>
		<category><![CDATA[Syarh Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu, seperti biasa, saya berdesak-desakan di dalam gerbong kereta komuter menuju Tanah Abang. Penduduk ibu kota memang suka bergegas. Apalagi di pagi hari di awal pekan. Kesibukan yang tertunda di hari atau pekan sebelumnya,  memicu orang-orang untuk bergegas. Tidak salah kalau Toyota menamai salah satu produknya dengan makna &#8216;bergegas&#8217;. Lamunan saya di kereta itu terpecah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi itu, seperti biasa, saya berdesak-desakan di dalam gerbong kereta komuter menuju Tanah Abang. Penduduk ibu kota memang suka bergegas. Apalagi di pagi hari di awal pekan. Kesibukan yang tertunda di hari atau pekan sebelumnya,  memicu orang-orang untuk bergegas. Tidak salah kalau Toyota menamai salah satu produknya dengan makna &#8216;bergegas&#8217;.</p>
<p>Lamunan saya di kereta itu terpecah oleh bunyi lonceng nang-ning-nong yang menandakan kereta akan segera berangkat dari stasiun. Kepala stasiun juga telah mengumumkan bahwa jalur telah aman untuk dilalui. Di sebuah pintu kereta agak jauh dari tempat saya berdiri, nampak seorang bapak berlari-lari menuju ke pintu kereta yang sudah hampir tertutup. Dan&#8230; dengan sebuah lompatan, hup!, sukseslah ia berada di dalam kereta. Pintu menutup, dan kereta berangkat dengan tambahan seorang penumpang terakhir.</p>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/04/traffic-sign-6792_640.png"><img class="alignnone size-full wp-image-600" title="traffic-sign-6792_640" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/04/traffic-sign-6792_640.png" alt="Kereta" width="640" height="470" /></a></p>
<p>Kejadian itu sungguh berkesan bagi saya. Saya pun terkadang mengalami hal yang sama. Menjadi orang terakhir yang bergabung dalam perjalanan, rasa-rasanya membuat kita menjadi orang paling beruntung dalam kereta tersebut. Bayangkan, betapa banyak manfaat yang diperoleh dari kesempatan itu. Kita tidak perlu lagi menunggu kereta selanjutnya. Kita bisa sampai di tujuan lebih cepat daripada jika harus menggunakan jadwal selanjutnya. Jika dihitung dalam sebuah formula efisiensi, tentu orang terakhir itu adalah orang paling efisien dibanding penumpang lain. Dengan pengorbanan paling sedikit, ia bisa menikmati perjalanan yang sama dengan penumpang lainnya. Jika ia harus menanti kereta selanjutnya, maka ia akan menjadi orang dengan pengorbanan paling besar untuk bisa mengikuti perjalanan selanjutnya.</p>
<p>Bagaimana jika kejadian tersebut terjadi pada kereta antarkota yang hanya diberangkatkan dua kali sehari? Tentu sangat menyakitkan jika kita harus terlambat di detik terakhir. Kita harus menunggu setengah hari untuk bisa ikut dalam perjalanan berikutnya. Saya kerap menyaksikan fenomena &#8216;keberuntungan orang terakhir&#8217; seperti ini di stasiun Tugu, Yogyakarta. Orang yang berlari-lari mengejar kereta yang telah bergerak perlahan. Sungguh beruntung ia..</p>
<p>Bagaimana jika fenomena keberuntungan orang terakhir terjadi pada kendaraan yang lebih besar dan tujuan yang lebih penting? Umpamanya saja, kendaraan itu adalah kehidupan kita, dan tujuan akhirnya adalah ridho Allah yang diwujudkan dengan surga. Saya rasa perumpamaan ini amat relevan. Orang terakhir yang masuk surga adalah orang yang amat sangat beruntung. Sangat beruntung jika dibandingkan dengan mereka yang tertinggal di neraka. Terlebih lagi, setelah ia masuk surga maka sudah tidak ada lagi transfer penduduk antara surga dan neraka.</p>
<p>Berikut ini sebuah hadits mengenai <a title="Orang Terakhir yang Masuk Surga" href="http://kisahmuslim.com/allah-pun-tertawa-karenanya/" target="_blank" rel="external nofollow">orang terakhir yang masuk ke dalam surga</a>:</p>
<p>Dari Abdullah bin Mas’ud <em>radhiyallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,<em>“Sungguh, aku mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan orang yang paling terakhir masuk surga. Dia adalah seorang lelaki yang keluar dari neraka sembari merangkak. Allah tabaraka wa ta’ala berkata kepadanya, ‘Pergilah kamu, masuklah ke dalam surga.’ Kemudian diapun mendatanginya dan dikhayalkan padanya bahwa surga itu telah penuh. Lalu dia kembali dan berkata, ‘Wahai Rabbku, aku dapati surga telah penuh.’ Allah tabaraka wa ta’ala berfirman kepadanya, ‘Pergilah, masuklah kamu ke surga.’.”</em> Nabi berkata, <em>“Kemudian diapun mendatanginya dan dikhayalkan padanya bahwa surga itu telah penuh. Lalu dia kembali dan berkata, ‘Wahai Rabbku, aku dapati surga telah penuh.’ Allah tabaraka wa ta’ala berfirman kepadanya, ‘Pergilah, masuklah kamu ke surga. Sesungguhnya kamu akan mendapatkan kenikmatan semisal dunia dan sepuluh lagi yang sepertinya’ atau ‘Kamu akan memperoleh sepuluh kali kenikmatan dunia’.”</em> Nabi berkata, <em>“Orang itu pun berkata, ‘Apakah Engkau hendak mengejekku, ataukah Engkau hendak menertawakan diriku, sedangkan Engkau adalah Sang Raja?’.”</em> Ibnu Mas’ud berkata, <em>“Sungguh, ketika itu aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi taringnya.”</em> Periwayat berkata,<em>“Maka orang-orang pun menyebut bahwa dialah sang penghuni surga yang paling rendah kedudukannya.”</em> Dalam riwayat lain disebutkan: Maka Ibnu Mas’ud pun tertawa, lalu berkata, <em>“Apakah kalian tidak bertanya kepadaku mengapa aku tertawa?”</em>. Mereka menjawab, <em>“Mengapa engkau tertawa?”</em>. Beliau menjawab, <em>“Demikian itulah tertawanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. -Ketika itu- mereka -para sahabat- bertanya, ‘Mengapa anda tertawa wahai Rasulullah?’. ‘Disebabkan tertawanya Rabbul ‘alamin tatkala orang itu berkata, ‘Apakah Engkau mengejekku, sedangkan Engkau adalah Rabbul ‘alamin?’. Lalu Allah berfirman, ‘Aku tidak sedang mengejekmu. Akan tetapi Aku Mahakuasa melakukan segala sesuatu yang Kukehendaki.’.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim, lihat <em>Syarh Muslim</em> [2/314-315])</p>
<p>Masya Allah. Membaca hadits yang mulia ini sangat menyentuh hati. Baca pula <a title="Orang terakhir masuk surga" href="http://kisahmuslim.com/allah-pun-tertawa-karenanya/" target="_blank" rel="external nofollow">pelajaran-pelajaran yang diambil</a> dari hadits tersebut.</p>
<p>Kita tentu tidak ingin masuk neraka. Tidak untuk satu detikpun. Kita juga tidak ingin masuk surga di kesempatan terakhir. Karenanya hendaklah kita menjadi orang yang lebih baik dari orang dalam hadits di atas. Jika kita bersiap-siap untuk tidak terlambat mengejar kereta, maka lebih pantas lagi jika kita bersiap-siap agar tidak menjadi orang terakhir yang masuk surga.</p>
<p>Mari berusaha mendapatkan keberuntungan yang lebih besar daripada keberuntungan orang terakhir.
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2012%2F04%2Fkeberuntungan-orang-terakhir.html&amp;title=Keberuntungan%20Orang%20Terakhir" id="wpa2a_2"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2012/04/keberuntungan-orang-terakhir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jiwa Enterpreneur di Kaki Gunung Marapi</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2012/03/jiwa-enterpreneur-di-kaki-gunung-marapi.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2012/03/jiwa-enterpreneur-di-kaki-gunung-marapi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 08:21:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Turis Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurong Tanah Nyaring]]></category>
		<category><![CDATA[Mak Lampir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Di tahun 2012 ini, Turis Dinas berkesempatan mengunjungi Provinsi Sumatera Barat. Selama melaksanakan tugas di sana, Turis Dinas mendapatkan beberapa pengalaman sosial terkait kehidupan masyarakat setempat. Tempat yang saya kunjungi adalah Jurong Tanah Nyaring, Kec. Ampek Angke, Kab. Agam. Letaknya di kaki Gunung Marapi, kota tedekat adalah Bukittinggi. Dari jendela rumah, saya bisa melihat Gunung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tahun 2012 ini, <a title="Turis Dinas" href="http://www.uliansyah.or.id/category/turis-dinas">Turis Dinas</a> berkesempatan mengunjungi Provinsi Sumatera Barat. Selama melaksanakan tugas di sana, Turis Dinas mendapatkan beberapa pengalaman sosial terkait kehidupan masyarakat setempat.</p>
<p>Tempat yang saya kunjungi adalah Jurong Tanah Nyaring, Kec. Ampek Angke, Kab. Agam. Letaknya di kaki Gunung Marapi, kota tedekat adalah Bukittinggi. Dari jendela rumah, saya bisa melihat Gunung Marapi dan Gunung Singgalang sekaligus. Hawa dingin sudah menyambut saya sejak dalam perjalanan.</p>
<p><img class="alignnone" title="Gunung Marapi" src="https://lh4.googleusercontent.com/-p7DWm3uaYco/T3YCqFZKm1I/AAAAAAAAKx4/-QRKbyc_Yng/s903/photo.jpg" alt="" width="903" height="380" /></p>
<p style="text-align: left;">Untuk mencapai lokasi tersebut, saya menghabiskan waktu 2 jam perjalanan darat dari kota Padang. Nanti ketika kembali pulang, saya hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk mencapai Bandara Intenasional Minangkabau di Pariaman. Jalanan mulus sampai ke kaki gunung Merapi dan Singgalang membuat perjalanan menjadi nyaman.</p>
<p>Sekedar intermezo, Gunung Marapi inilah yang sebenarnya lebih cocok menjadi setting cerita sandiwara radio Mak Lampir. Bukan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta. Nama-nama tokoh cerita Mak Lampir seperti Sembara, Datuk Panglima Kumbang, Farida, Kakek Jabad, hampir tidak bisa kita temui di tanah Jawa, namun akan terasa lebih akrab di telinga warga Sumatera Barat. Teori ini saya dapat dari seorang kawan, sedikit berbeda dari teori bahwa Mak Lampir <a title="Mak Lampir" href="http://forum.indogamers.com/showthread.php?t=202852&amp;page=1" target="_blank" rel="external nofollow">berasal dari Sumatera Selatan</a>.</p>
<p>Kembali ke Jurong Tanah Nyaring, iklimnya sebagaimana daerah di kaki gunung. Siangnya terik, dilimpahi sinar matahari yang membakar. Langsung menyinari daratan tanpa terhalangi awan. Malamnya dingin, ditiup angin dari arah gunung. Pada dini hari, serangan embun yang turun dari gunung membasahi atap, pekarangan, kebun dan ladang.</p>
<p>Jurong berarti kampung. Di tanah Sumatera Barat ini, susunan pemerintahan adalah Kecamatan, Nagari dan Jurong. Tidak ada kelurahan atau desa. Sebagai ganti kepala desa, dikenal jabatan wali nagari.</p>
<p>Meskipun berada di lokasi pegunungan yang jauh dari pusat kota, penetrasi teknologi telah sampai di jurong ini. Telepon seluler sudah biasa digunakan oleh para pelajar dan remaja. Orang-orang dewasa memanfaatkannya untuk berkomunikasi menunjang usaha.</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Di Jurong Tanah Nyaring, di kaki gunung Merapi, sekitar 6 km dari kota Bukittinggi, saya bisa menikmati koneksi internet melalui sinyal Smart EVDO.&#8221;</strong></p></blockquote>
<p>Mayoritas penduduk Tanah Nyaring berprofesi sebagai wirausahawan, dan ada pula beberapa yang bertani. Pegawai kantor juga ada. Kebanyakan wirausaha bergerak di bidang konveksi atau jahit menjahit.</p>
<p>Aktivitas perdagangan memuncak di hari Rabu dan Sabtu. Hari-hari tersebut adalah hari pasar bagi penduduk setempat. Pasar-pasar dipenuhi oleh pedagang dan pembeli. Baik itu pasar sayur maupun pasar barang seperti baju dan asesorisnya. Pembeli datang dari luar daerah seperti Batam, Pekanbaru, dan Padang. Mereka memborong barang-barang yang tersedia di pasar.</p>
<p>Kesempatan ini betul-betul dimanfaatkan oleh penduduk setempat. Pada malam Rabu dan Sabtu mereka mengerahkan segala kemampuan untuk dapat menyediakan barang yang akan dijual di pasar. Ada yang mengejar tenggat menyelesaikan pesanan pembeli. Pada malam-malam tersebut, aktivitas di malam hari sangat tinggi. Para pengepul mengumpulkan barang dari para rekanan mereka. Bongkar muat barang dan jemput barang terus dilakukan sampai pagi.</p>
<p>Kaum lelaki umumnya giat bekerja. Kaum wanita turut serta dalam mencari nafkah. Pekerjaan-pekerjaan berat seperti menggunting bahan dikerjakan oleh para pria. Sementara wanita mengerjakan pekerjaan yang lebih lembut seperti menyetrika dengan setrika uap bertekanan tinggi.</p>
<p>Seorang penjahit yang saya temui bercerita bahwa ia biasa mengerjakan jahitan di malam Rabu atau malam Sabtu sampai dini hari. Bahkan bisa-bisa sampai pagi ia bekerja! Saya pun merasakan semangat yang menjadi motivasi sang penjahit. Esok pagi, barang-barangnya akan diborong pedagang. Bagaimana mungkin ia tidak bersemangat? Jika ia melewatkan kesempatan ini, ia harus menanti hari pasar berikutnya untuk mendapatkan penghasilan. Seandainya para penjahit itu membuat laporan keuangan di malam hari-hari pasar, tentulah pos Persediaan akan disajikan mendahului Piutang karena likuiditasnya yang lebih tinggi. Hehehe..</p>
<p>Taraf kehidupan ekonomi di Tanah Nyaring secara umum sangat baik. Sebagai indikator kasar, di sini jarang sekali ditemui rumah yang kurang bagus. Umumnya rumah-rumah dibangun dengan bahan bangunan terbaik. Beberapa di antaranya bahkan tampak megah.</p>
<p><img class="alignnone" title="Rumah Gadang, 2012. photo by ahmadzakaria.net" src="https://lh5.googleusercontent.com/-uoSBgaYbX7c/T3f2uyfuYeI/AAAAAAAAK38/XLESlMIFmPc/s808/IMG_8326.JPG" alt="Rumah Gadang, 2012. photo by ahmadzakaria.net" width="808" height="539" /></p>
<p>Seorang petani labu bahkan sanggup menyekolahkan anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi. Ia menanam labu di pekarangan rumah seluas kira-kira 100 m2 serta di halaman belakang seluas 300 m2. Labu-labu ini dijual kepada pedagang pengumpul di pasar yang akan mengirimnya ke Batam.</p>
<p>Ada pula penduduk jurong ini yang tidak serius bertani. Kenapa saya sebut tidak serius? Ia hanya menebar bibit jahe di tanah miliknya. Setelah itu ia diamkan saja. Pada saat membutuhkan uang, seperti pada hari Lebaran, barulah ia panen jahe-jahenya itu. Dengan cara ini saja, ia sudah mampu memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan bisa dikatakan hidupnya berlebih.</p>
<p>Kesuksesan bertani ini mengingatkan saya pada game-game populer, seperti Farmville dan Zombie Lane. Anda tinggal menanam bibit, setelah menanti masa tanam maka hasilnya tinggal dipanen dan dijual. <em>Sounds like easy money huh?</em> Jika Anda sempat melongok kebun milik para Top Player di game-game online, hampir dapat dipastikan ia menghasilkan uang dari bertani.</p>
<p>Yah begitulah adanya tanah kita Indonesa ini. Tanahnya subur dan disinari matahari sepanjang tahun. Sayang sekali potensi ini seperti tidak nampak di pelupuk mata kita. Kita ramai-ramai bersekolah dan juga menyekolahkan anak di bidang-bidang yang kerap tidak sejalan dengan keunggulan demografis kita.</p>
<p><img title="Keindahan Alam Sumatera Barat. photo by ahmadzakaria.net" src="https://lh3.googleusercontent.com/-FMqWGToknvU/T3YC2EZoxtI/AAAAAAAAKyI/bEFNgTOJ0pw/s903/IMG_8027.JPG" alt="Keindahan Alam Sumatera Barat, photo by ahmadzakaria.net" width="903" height="407" /></p>
<p>Kesejahteraan penduduk Jurong Tanah Nyaring juga dirasakan oleh seorang pemudik. Ia berasal dari Jakarta dan beristrikan wanita dari Tanah Jurong. Ketika lebaran, ia kesulitan mencari orang yang dapat disedekahi di Jurong Tanah Nyaring. Padahal sudah menjadi kebiasaannya untuk berderma di bulan Ramadhan.</p>
<p>Betapa kaya alam kita, serta betapa luas dan besar potensi ekonomi kita. Untuk dapat mengubahnya menjadi kesejahteraan, faktor manusia menjadi peran penting. Hal ini berbeda dengan yang dihadapi oleh masyarakat negeri empat musim. Mereka harus menaklukkan alam yang keras terlebih dahulu. Sementara dengan kekayaan alam yang kita miliki, kunci kemajuan kembali pada diri kita sendiri. Faktor alam sudah</p>
<p>Sambil menanti pesawat kembali ke ibukota, saya merenung. Sesungguhnya saya malu dengan produktivitas saya sebagai pekerja yang dibekali pengetahuan akademis pascasarjana, ternyata masih kalah dengan penjahit dan petani di kaki gunung. Mungkin kelak saya dapat merintis untuk bertani.</p>
<p>Saya menulis draft tulisan ini sambil menanti pesawat di ruang tunggu Bandara Internasional Minangkabau. Di sini, saya terkoneksi ke internet melalui sinyal EVDO Smart menggunakan modem CE 682.</p>
<p style="text-align: center;">-o0o-</p>
<p style="text-align: right;"><em>foto-foto oleh ahmadzakaria.net © 2012</em></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2012%2F03%2Fjiwa-enterpreneur-di-kaki-gunung-marapi.html&amp;title=Jiwa%20Enterpreneur%20di%20Kaki%20Gunung%20Marapi" id="wpa2a_4"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2012/03/jiwa-enterpreneur-di-kaki-gunung-marapi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beda Antara Opini Adverse dan Disclaimer</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2012/02/beda-antara-opini-adverse-dan-disclaimer.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2012/02/beda-antara-opini-adverse-dan-disclaimer.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 14:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengen Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Adverse Tidak Wajar]]></category>
		<category><![CDATA[Aset Tetap]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Disclaimer]]></category>
		<category><![CDATA[SPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Banyak mahasiswa akuntansi yang kesulitan membedakan antara opini Tidak Wajar (Adverse) dengan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer). Keduanya memang sama-sama opini terburuk yang bisa didapatkan oleh laporan keuangan. Hanya saja, konsekuensi dan kondisi yang dicerminkan oleh kedua opini tersebut adalah berbeda. MAKNA ADVERSE OPINION Opini Tidak Wajar (Adverse) diberikan kepada laporan keuangan karena terdapat kesalahan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak mahasiswa akuntansi yang kesulitan membedakan antara opini Tidak Wajar (Adverse) dengan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer). Keduanya memang sama-sama opini terburuk yang bisa didapatkan oleh laporan keuangan. Hanya saja, konsekuensi dan kondisi yang dicerminkan oleh kedua opini tersebut adalah berbeda.</p>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/question-mark-21.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-543" title="question mark" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/question-mark-21.jpg" alt="What is the difference?" width="347" height="346" /></a></p>
<h1>MAKNA ADVERSE OPINION</h1>
<p>Opini Tidak Wajar (Adverse) diberikan kepada laporan keuangan karena terdapat kesalahan yang material dalam laporan keuangan. Jika kesalahan yang material tersebut dapat memberikan <strong>informasi yang salah (misleading)</strong> kepada para penggunanya, maka opini Adverse akan diberikan pada laporan keuangan. Pengguna laporan dapat disesatkan oleh laporan keuangan yang salah saji. Keputusan yang diambil dari laporan seperti ini dapat merugikan bagi pengambil keputusan, baik itu calon investor, calon kreditor, pemerintah, ataupun pengguna laporan lainnya.</p>
<p>Organisasi yang mendapat opini Adverse/Tidak Wajar, bisa saja memiliki sistem pengendalian internal yang kuat. Justru karena SPI yang dimilikinya kuat, auditor bisa meyakini bahwa penyajian laporan keuangan telah salah. Misalnya, nilai Aset Tetap disajikan 5 miliar, padahal setelah di-cross check dengan sistem pengendalian yang ada, nilai sebenarnya adalah 4 miliar.</p>
<p>Kesalahan material tidak timbul dari kesalahan yang bersifat kecil, seperti salah jurnal atau salah hitung. Kesalahan semacam ini, hanya mungkin timbul akibat kegagalan besar dalam penerapan SPI perusahaan. Penerapan prinsip akuntansi secara tidak konsisten misalnya, adalah salah satu penyebab kesalahan material ini.</p>
<h1>MAKNA DISCLAIMER OPINION</h1>
<p>Opini Disclaimer diberikan kepada laporan keuangan yang kewajarannya tidak dapat diyakini oleh auditor. Laporan keuangan dengan opini disclaimer berarti laporan keuangan tersebut <strong>tidak diyakini kewajaran penyajiannya</strong> oleh auditor. Karena sesuatu hal, auditor bisa saja tidak dapat meyakini kewajaran laporan keuangan, misalnya: (1) Auditor tidak dapat melakukan pemeriksaan, bisa jadi karena (1a) auditor tidak independen terhadap auditee, (1b) auditor memiliki konflik kepentingan terhadap auditee atau (1c) auditor dibatasi gerak-geriknya dalam melakukan pemeriksaan, (2) Auditor tidak memiliki pembanding untuk nilai yang disajikan dalam laporan keuangan, hal ini bisa terjadi karena (2a) SPI sangat lemah sehingga nilai yang dihasilkan dari sistem dan prosedur akuntansi perusahaan tersebut diragukan kebenarannya, (2b) , dan yang terakhir (3) terdapat ketidakpastian yang sedang dihadapi oleh auditee, misalnya kelangsungan usahanya sedang terancam (umumnya karena sedang menghadapi tuntutan hukum). Jika auditor dihalang-halangi untuk mendapatkan informasi mengenai kasus hukum tersebut, maka auditor dapat menjadi tidak yakin terhadap kelangsungan hidup perusahaan auditee. Umumnya opini disclaimer didapat dari kondisi kedua (SPI lemah).</p>
<p>Dengan kata lain, jika SPI pada perusahaan tersebut lemah atau bahkan tidak ada sehingga auditor tidak dapat mengonfirmasi kewajaran laporan keuangan, maka auditor tidak dapat meyakini kewajaran laporan keuangan. Titik ini yang membedakan opini Disclaimer dengan Adverse. Pada opini Adverse, auditor yakin bahwa laporan keuangan telah disajikan secara salah, sementara pada opini Disclaimer, auditor tidak memiliki keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Misalnya: dalam laporan keuangan PT XYZ, nilai Aset Tetap disajikan sebesar 5 miliar. Auditor tidak dapat mengonfirmasi dari mana nilai ini berasal. Dengan demikian sang auditor tidak dapat meyakini bahwa nilai tersebut adalah penyajian informasi yang benar.</p>
<h1>MEMAHAMI CARA KERJA AUDITOR</h1>
<p>Titik perbedaan pemberian opini Adverse atau Disclaimer oleh auditor, dapat juga dijelaskan dengan memahami cara kerja auditor. Secara garis besar, tahap-tahap audit yang dijalankan oleh auditor adalah: <strong>perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan</strong> pemeriksaan. Sejak dari tahap perencanaan, potensi untuk mendapat opini Adverse maupun Disclaimer sudah dimulai. Ketika auditor memahami proses dan lingkungan bisnis auditee serta menaksir keefektifan pengendalian intern, auditor sedang mencari cara bagaimana ia dapat mencapai keyakinan yang memadai atas laporan keuangan. Kegagalan auditor untuk mendapatkan keyakinan ini, akan diganjar dengan opini disclaimer. Keyakinan auditor atas adanya kesalahan material dalam laporan keuangan, akan diganjar dengan opini adverse.</p>
<p>Ingat, tugas auditor adalah mencari keyakinan yang memadai (adequate assurance) dari laporan keuangan. Keyakinan yang memadai tersebut disematkan untuk empat hal: pengakuan, pengukuran, penilaian, dan penyajian. Secara kasat mata, nilai yang disajikan dalam laporan keuangan, nomenklatur/istilah yang digunakan untuk menyajikan nilai tersebut, serta klasifikasi/penempatan nilai tersebut dalam kategori yang tepat, adalah hal-hal yang menjadi perhatian auditor.</p>
<h1>MENGHINDARI ADVERSE DAN DISCLAIMER</h1>
<p>Bagi para praktisi manajemen, ada cara untuk menghindari opini adverse maupun disclaimer. Jika terlihat tanda-tanda auditor tidak mendapat keyakinan yang memadai terhadap laporan keuangan, segera sediakan cara lain untuk mengonfirmasi nilai yang disajikan dalam laporan keuangan. Mungkin saja auditor dapat diyakinkan akan kewajaran laporan keuangan, meskipun tidak berasal dari prosedur kerja yang utama.</p>
<p>Kata kuncinya: <strong>tawarkan prosedur alternatif</strong> yang dapat ditempuh oleh auditor agar dapat memiliki keyakinan yang memadai akan kewajaran laporan keuangan. Jika nilai Aset Tetap tidak dapat dikonfirmasi dengan dokumen sumber dan nilai buku, tawarkan untuk menggunakan prosedur alternatif seperti menggunakan persentase tertentu dari NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) atau mengundang appraisal.</p>
<p>Mudah-mudahan tulisan ini dapat lebih menjelaskan lagi makna opini audit atas laporan keuangan. Semoga bermanfaat.
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2012%2F02%2Fbeda-antara-opini-adverse-dan-disclaimer.html&amp;title=Beda%20Antara%20Opini%20Adverse%20dan%20Disclaimer" id="wpa2a_6"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2012/02/beda-antara-opini-adverse-dan-disclaimer.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Akuntansi Sektor Publik</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2012/02/mengenal-akuntansi-sektor-publik.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2012/02/mengenal-akuntansi-sektor-publik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 16:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isi Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[ASP]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Karakteristik Sektor Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Kontinuum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Topik Akuntansi Sektor Publik akhir-akhir ini muncul sebagai sebuah topik yang semakin bertambah populer. Sepuluh atau lima belas tahun lalu, tidak banyak orang yang familiar dengan istilah Akuntansi Sektor Publik. Namun hari ini, topik tersebut menjadi salah satu topik favorit dalam ilmu akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi (SNA), sebagai sebuah acara bergengsi para akuntan, turut mendorong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Topik Akuntansi Sektor Publik akhir-akhir ini muncul sebagai sebuah topik yang semakin bertambah populer. Sepuluh atau lima belas tahun lalu, tidak banyak orang yang familiar dengan istilah Akuntansi Sektor Publik. Namun hari ini, topik tersebut menjadi salah satu topik favorit dalam ilmu akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi (SNA), sebagai sebuah acara bergengsi para akuntan, turut mendorong perkembangan kajian Akuntansi Sektor Publik dengan membuka <a title="Bidang Kajian SNA 2012" href="http://www.sna15banjarmasin.com/bidang-kajian" target="_blank" rel="external nofollow">bidang kajian Akuntansi Sektor Publik</a> dalam setiap seleksi paper. Berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga beramai-ramai membuka kelas <a title="Site:Ac.Id Konsentrasi Akuntansi Sektor Publik" href="http://www.google.co.id/search?q=site%3Aac.id+konsentrasi+sektor+publik" target="_blank" rel="external nofollow">konsentrasi Akuntansi Sektor Publik</a> pada Jurusan Akuntansi baik pada program S1, S2 maupun S3.</p>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/rowan_jones.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-537" title="rowan_jones" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/rowan_jones.jpg" alt="Public Sector Accounting by Rowan Jones" width="426" height="602" /></a></p>
<p>Sebenarnya apa yang disebut dengan Akuntansi Sektor Publik? Apa bedanya dengan akuntansi yang umum dipelajari di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi? Mengapa perlu muncul bidang kajian baru bernama Akuntansi Sektor Publik? Keputusan-keputusan apa yang dapat diambil dari Akuntansi Sektor Publik? Tulisan ini akan mengajak Anda mengenal lebih jauh mengenai Akuntansi Sektor Publik (selanjutnya disingkat ASP).</p>
<h1>ASP dan Definisi Akuntansi</h1>
<p>Dari sekian banyak definisi akuntansi yang dicetuskan oleh berbagai otoritas, baik otoritas akademik (akademisi, peneliti, dosen, guru) maupun otoritas non-akademik (praktisi, organisasi profesi, pengguna), definisi akuntansi dari AAA (American Accounting Association) mungkin adalah definisi yang paling popler dan banyak dijadikan referensi. Menurut AAA, <em>akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi (sebuah organisasi), untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.</em> Definisi ini dapat menjelaskan dengan gamblang, cabang-cabang ilmu akuntansi sebagai mana penjelasan berikut.</p>
<p>Organisasi atau entitas yang melaporkan informasi ekonomi, dapat digolongkan menjadi dua jenis: organisasi sektor publik dan organisasi sektor privat. Dengan demikian, Akuntansi Sektor Publik adalah akuntansi yang melaporkan informasi ekonomi dari sebuah organisasi sektor publik. Penjelasan mengenai apa itu organisasi sektor publik dapat Anda baca pada sub judul tulisan ini selanjutnya. Sementara itu, akuntansi yang melaporkan informasi ekonomi dari suatu organisasi privat kerap disebut dengan istilah akuntansi bisnis.</p>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/amsp.png"><img class="alignnone size-full wp-image-538" title="amsp" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/amsp.png" alt="Akuntansi Manajemen Sektor Publik" width="627" height="472" /></a></p>
<p>Pengguna informasi akuntansi terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Akuntansi yang dipersiapkan bagi pengguna eksternal adalah akuntansi keuangan. Topik akuntansi yang berfokus pada pengguna eksternal disebut Akuntansi Keuangan, baik dasar (prinsip), menengah maupun lanjutan. Topik ini membahas mengenai prinsip-prinsip akuntansi dengan output akhir berupa Laporan Keuangan.</p>
<p>Sementara bagi pengguna internal, dikembangkanlah topik atau cabang akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen membantu manajemen (pengguna internal) dalam mengambil keputusan. Akuntansi manajemen berfokus pada penyediaan informasi yang relevan dan reliabel dalam proses pengambilan keputusan oleh pihak internal organisasi, yaitu manajemen. Informasi yang disajikan tidak perlu berupa Laporan Keuangan yang baku, bahkan dapat pula tidak berwujud data finansial. Akuntansi manajemen menyediakan dasar bagi manajemen untuk mengambil berbagai keputusan dalam kegiatan operasi organisasi, seperti penentuan harga (costing), penilaian kinerja, penentuan target dalam penganggaran, penentuan tipe pengendalian yang efisien, dll.</p>
<p>Dari penjelasan di atas, kita sudah dapat memahami berbagai topik akuntansi seperti: Akuntansi Keuangan Bisnis, Akuntansi Manajemen (Bisnis), Akuntansi Keuangan Sektor Publik, dan Akuntansi Manajemen Sektor Publik.</p>
<h1>Karakteristik Sektor Publik sebagai Sebuah Kontinuum</h1>
<p>Banyak peneliti yang menyederhanakan Organisasi Sektor Publik dalam satu karakteristik saja, yaitu tidak bermotif mencari profit. Cara pandang seperti ini akan berbenturan dengan kenyataan yang ada, seperti Rumah Sakit, Terminal, dll. Entitas-entitas tersebut adalah organisasi sektor publik dan mencari profit.</p>
<p>Perbedaan antara organisasi sektor publik dan sektor privat, sejatinya bukanlah bersifat dikotomis. Organisasi yang tidak publik pasti privat, atau sebaliknya. Tidak demikian. Sifat sektor publik pada sebuah entitas bersifat kontinuum, yakni seperti garis antara dua titik ekstrim. Titik ekstrim Sektor Privat adalah organisasi yang motivasinya hanyalah profit saja. Di sisi lain, titik ekstrim Sektor Publik adalah organisasi yang tidak bermotif mencari profit.</p>
<p>Namun di antara kedua titik tersebut, ada titik-titik lain yang amat banyak hingga membentuk garis yang menghubungkan kedua titik ekstrim. Garis ini melambangkan adanya organisasi yang tidak berada di titik ekstrim. Rumah sakit, misalnya. Ia adalah organisasi sektor publik yang memiliki motif profit. Silahkan dicek ke setiap Rumah Sakit di Indonesia, apakah mereka pernah merencanakan untuk tidak profit (defisit)? Sebaliknya, tanyakan ke yayasan-yayasan pendiri RS tersebut, apakah mereka yayasan sosial atau bukan? Tentu mereka akan menjawab sebagai yayasan sosial.</p>
<p>Perusahaan yang telah menjalankan CSR atau Community Development atau kegiatan lain yang bersangkutan dengan hajat publik, maka perusahaan tersebut bisa jadi sudah bergeser sedikit dari titik ekstrim sektor privat ke arah titik ekstrim sektor publik. Perusahaan yang demikian telah merelakan sebagian profitnya untuk memberikan value kepada publik. Dengan demikian, motif mencari profit semata pada perusahaan tersebut telah terganggu. Tentunya hal ini jika CSR diberlakukan sebagai suka rela (seperti di Amerika) bukan sebagai kewajiban perundang-undangan (seperti di Indonesia). Bahkan sangat dimungkinkan, karakteristik sebuah organisasi terus berubah-ubah sehingga posisinya dalam kontinuum publik-privat juga dinamis tergantung magnitude ke-publik-an dan ke-privat-annya.</p>
<p>Menurut Deddi Noordiawan, organisasi sektor publik tidak hanya memiliki satu karakteristik, melainkan empat, yaitu:</p>
<ol>
<li>Dijalankan tidak untuk mencari keuntungan finansial.</li>
<li>Dimiliki secara kolektif oleh publik.</li>
<li>Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham yang dapat diperjualbelikan.</li>
<li>Keputusan-keputusan yang terkait kebijakan maupun operasi didasarkan pada konsensus.</li>
</ol>
<p>Pada sebuah organisasi, keempat karakteristik tersebut dapat memiliki magnitude (kekuatan) yang berbeda-beda sebagaimana yang telah dipaparkan di atas.</p>
<h1>Urgensi Akuntansi Sektor Publik</h1>
<p>Setiap hari, kita selalu bersentuhan dengan organisasi publik. Jalan raya yang kita lalui tiap hari adalah salah satu produk dari organisasi publik, yaitu pemerintah. Ketika kita membayar pajak, retribusi, cukai, bea dan iuran kepemerintahan lainnya, maka kita sedang mendanai organisasi sektor publik.</p>
<p>Sejak lahir hingga wafat, seseorang yang hidup dalam suatu negara, selalu berinteraksi dengan sektor publik. Ketika kita lahir, kita akan dicatat dalam suatu sistem data kependudukan oleh Dinas Kependudukan pemerintah setempat. Ketika wafat, Dinas Pemakaman yang akan meregulasi pemakaman.</p>
<p>Bagi pihak internal organisasi, ASP berperan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kualitas keputusan yang diambil sangat tergantung pada analisis atas data. ASP dapat menyediakan data sebagai bahan analisis tersebut,</p>
<p>Sementara bagi pihak eksternal, ASP menyediakan informasi ekonomi melalui media Laporan Keuangan. Kualitas laporan keuangan sangat bergantung pada sistem dan prosedur akuntansi yang diterapkan pada organisasi tersebut.</p>
<p>Dalam sebuah negara yang terdesentralisasi, peran ASP menjadi makin penting karena entitas pelaporan yang semakin banyak. Pemda adalah penyelenggara pemerintahan terendah. Pemda menjalankan delegasi kewenangan dari pusat agar lebih responsif dalam mengatasi permasalahan khususnya yang terlokalisir. Pemda mengendalikan sumber daya publik. Untuk itu, pemda harus menjalankan prinsip akuntabilitas. ASP-lah yang menyediakan sarana akuntabilitas untuk kepentingan orang banyak (baca: publik), baik di tahap perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi (Plan-Do-Check).</p>
<h1>Penutup</h1>
<p>Demikian sedikit pengenalan tentang Akuntansi Sektor Publik, mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda. Jika masih belum puas dengan tulisan ini, silahkan gunakan kotak komentar untuk berinteraksi dengan saya. Jangan lupa, kunjungi kembali <a title="Blog Beta Uliansyah" href="http://www.uliansyah.or.id/" target="_blank">blog uliansyah.or.id</a> untuk mendapatkan informasi bermanfaat lainnya.
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2012%2F02%2Fmengenal-akuntansi-sektor-publik.html&amp;title=Mengenal%20Akuntansi%20Sektor%20Publik" id="wpa2a_8"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2012/02/mengenal-akuntansi-sektor-publik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMS Notifikasi untuk Status Dinas</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2012/02/sms-notifikasi-untuk-status-dinas.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2012/02/sms-notifikasi-untuk-status-dinas.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 10:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[A little bit Techie]]></category>
		<category><![CDATA[HTML]]></category>
		<category><![CDATA[LWP]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>
		<category><![CDATA[SPPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Ada gunanya juga saya bergaul dengan kawan-kawan underground semacam neoteker dan kecoak elektronik. Cara berpikir ala hacker yang mereka anut, sedikit-sedikit nyangkut juga di otak saya. Saya bukan programmer profesional. Aplikasi-aplikasi kecil yang saya buat belum bisa disebut &#8216;aplikasi&#8217; seperti yang dimaksud oleh orang-orang. Namun, saya selalu mencari jalan agar teknologi dapat membantu hidup saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada gunanya juga saya bergaul dengan kawan-kawan underground semacam <a title="Neoteker.Or.Id" href="http://neoteker.or.id/" target="_blank" rel="external nofollow">neoteker</a> dan <a title="k-elek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecoak_Elektronik" target="_blank" rel="external nofollow">kecoak</a> <a title="k-elek" href="http://kecoak.org/log/" target="_blank" rel="external nofollow">elektronik</a>. Cara berpikir ala hacker yang mereka anut, sedikit-sedikit nyangkut juga di otak saya. Saya bukan programmer profesional. Aplikasi-aplikasi kecil yang saya buat belum bisa disebut &#8216;aplikasi&#8217; seperti yang dimaksud oleh orang-orang. Namun, saya selalu mencari jalan agar teknologi dapat membantu hidup saya menjadi lebih mudah.</p>
<p>Salah satu hasilnya adalah skrip yang saya buat hari ini. Berawal dari <del>kejelian</del> kegundahan saya melihat aplikasi perjalanan dinas di kantor saya yang saya rasa nilai informasinya akan lebih tinggi jika dikirimkan via SMS. Di kantor saya, surat tugas untuk perjalanan dinas akan diterbitkan sebelum hari H keberangkatan. Karena informasi yang kurang mengalir di antara pegawai kantor saya, seringkali saya baru mengetahui sedang ditugaskan dinas ketika pada hari H. Padahal saya juga tidak bisa setiap saat men-cek aplikasi SPPD hanya untuk melihat apakah saya akan dinas. Akibatnya, saya jadi kurang persiapan untuk melaksanakan dinas luar kantor.</p>
<p>Sejak seminggu lalu saya bertekad ingin membuat agar info perjalanan dinas di aplikasi SPPD dapat saya <em>grab</em> dan saya kirim via SMS ke ponsel saya. Tentu saja secara otomatis. Harapannya agar saya tidak perlu khawatir lagi kurang persiapan dalam menjalankan dinas luar.</p>
<p>Untuk mengambil data dari aplikasi SPPD berbasis web, saya menggunakan perl dengan library LWP dan HTML::TreeBuilder. Library LWP saya gunakan untuk mengakses platform web, jadi saya tidak perlu berpusing-pusing dengan pemrograman socket. Sementara library HTML::TreeBuilder saya gunakan untuk membaca tabel HTML yang terdapat pada halaman web SPPD.</p>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/aplikasisppd.png"><img class=" wp-image-529 alignnone" title="aplikasisppd" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/aplikasisppd.png" alt="Aplikasi SPPD " width="1033" height="674" /></a></p>
<p>Untuk mempermudah penulisan skrip yang puaanjang bener, saya memilah-milah tahap penulisan menjadi (semacam) modul-modul kecil yang dapat bekerja sendiri-sendiri. Dalam proses penyelesaian skrip ini, saya membuat beberapa skrip pengujian, yaitu:</p>
<ol>
<li>Skrip untuk mengakses/membaca halaman web aplikasi SPPD.</li>
<li>Skrip untuk memanipulasi teks dari halaman web menjadi sebaris pesan SMS.</li>
<li>Skrip untuk mengirim SMS berisi pesan yang sudah disiapkan di skrip kedua.</li>
</ol>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/commandperl.png"><img class="alignnone size-full wp-image-530" title="commandperl" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/commandperl.png" alt="Skrip Mini" width="677" height="342" /></a></p>
<p>SMS saya kirimkan melalui penyedia SMS gratis di web seperti <a href="http://www.sms-online.web.id/" rel="external nofollow">http://www.sms-online.web.id/</a> dan <a href="http://smsgratis.web.id/" rel="external nofollow">http://smsgratis.web.id</a>. Saya buat wrapper dengan perl. Sayangnya, penyedia SMS gratisan seperti ini masih kurang reliabel, kadang SMS terkirim dan kadang gagal. Tanpa ada report apa pun. Yah, namanya juga gratis, gak boleh protes. Jika memang perlu, nanti saya akan menggunakan ponsel yang dicolok ke PC sebagai basis pengiriman SMS. Sementara ini cukuplah menggunakan SMS gratisan.</p>
<p>Nah, setelah skrip-skrip mini itu teruji, baru saya rangkai menjadi sebuah skrip panjang yang menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai keinginan. Info yang dikirim via sms adalah <strong>tujuan dinas</strong>, <strong>tanggal dinas</strong> dan <strong>unit yang mengusulkan</strong>.</p>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/skrip.png"><img class="alignnone size-full wp-image-531" title="skrip" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/02/skrip.png" alt="Skrip SMS Notifikasi DL" width="677" height="342" /></a></p>
<p>Hasilnya? SMS berisi info perjalanan dinas terbaru berhasil masuk ke ponsel. Alhamdulillah. Setelah berhasil, beberapa kawan juga tertarik turut merasakan aplikasi ini. Mudah-mudahan dengan aplikasi ini, saya bisa mengetahui jika dalam beberapa hari ke depan saya akan ditugaskan.</p>
<p>Ada yang mau ikutan?
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2012%2F02%2Fsms-notifikasi-untuk-status-dinas.html&amp;title=SMS%20Notifikasi%20untuk%20Status%20Dinas" id="wpa2a_10"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2012/02/sms-notifikasi-untuk-status-dinas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fleksibilitas Sintaks Command SMS</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/fleksibilitas-sintaks-command-sms.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/fleksibilitas-sintaks-command-sms.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 03:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[A little bit Techie]]></category>
		<category><![CDATA[DOS]]></category>
		<category><![CDATA[Nama No]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>
		<category><![CDATA[TRANSFER]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Hari gini, layanan mobile begitu banyaknya. Mulai dari perbankan, tagihan macem-macem, sampai nilai rapor, kelulusan ujian, nomor polisi, dst. Semua informasi ini bisa diakses dari ponsel. Layanan premium yang tidak bermanfaat juga bertebaran (walaupun sudah disemprit BRTI). Masalahnya, saya menggunakan beberapa layanan tersebut. Tapi, saya merasakan kurangnya fleksibilitas sintaks command pada sms sehingga terasa kurang nyaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_509" class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/phone-texting.jpg"><img class="size-full wp-image-509" title="phone-texting" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/phone-texting.jpg" alt="SMS" width="270" height="270" /></a>
<p class="wp-caption-text">gambar dari funnycraigslistads.com</p>
</div>
<p>Hari gini, layanan mobile begitu banyaknya. Mulai dari perbankan, tagihan macem-macem, sampai nilai rapor, kelulusan ujian, nomor polisi, dst. Semua informasi ini bisa diakses dari ponsel. Layanan premium yang tidak bermanfaat juga bertebaran (walaupun sudah disemprit BRTI).</p>
<p>Masalahnya, saya menggunakan beberapa layanan tersebut. Tapi, saya merasakan kurangnya fleksibilitas sintaks command pada sms sehingga terasa kurang nyaman digunakan. Sintaks atau susunan perintah bisa dikatakan sangat rigid dan tidak memiliki <a title="Fleksibilitas Sintaks Command SMS" href="http://www.uliansyah.or.id/2012/01/fleksibilitas-sintaks-command-sms.html">fleksibilitas</a>. Bahkan ketika mengaktivasi SIM card baru pun kita sudah berinteraksi dengan sintaks command SMS. Perhatikan saja format registrasi SIM Card via 4444 berikut ini:</p>
<blockquote><p>Nama#No.Identitas (No.KTP/No.SIM)#Jenis identitas (KTP/SIM)#Alamat+kota#Tempat lahir#Tanggal lahir#Pekerjaan.</p></blockquote>
<p>Bah! Saya harus bolak-balik membandingkan isian SMS saya dengan format yang ditentukan. <em>What a pain! </em>Berapa banyak waktu dan tenaga yang terbuang hanya agar memastikan isian saya akurat.</p>
<p>Bandingkan dengan syntax command line pada DOS atau GNU/Linux atau bahkan UNIX. Mereka menyertakan option, misalnya dengan -o output_file. Dengan fleksibilitas ini yang kita hafalkan adalah <strong>logika</strong> jalannya command tersebut, bukannya <strong>susunan</strong>.</p>
<p>Duh.. saya mengangankan ada content provider yang responsif terhadap hal ini.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Sedikit berteori (konspirasi pula), muncul pertanyaan: apakah dari ruang kesalahan ini justru content provider menangguk untung? Kalo memang demikian, hmm.. nggak bener ini.. Bagi content provider yang mengutamakan kepuasan pelanggan, memiliki moral corporate yang baik, saya yakin tidak akan menempuh jalan ini. Justru content provider yang memperbaiki ketidaknyamanan ini akan mendapatkan positioning yang baik dalam pencitraan persepsi kepada pelanggan.</p>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/mummy-texting.jpg"><img class="size-full wp-image-513  alignnone" title="mummy-texting" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/mummy-texting.jpg" alt="Frustrating Mummy Texting" width="400" height="304" /><br />
</a></p>
<div style="text-align: center;">
<dl>
<dd><em>gambar dari estergoldberg.com</em></dd>
</dl>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Contoh kasus, jika ingin mentransfer pulsa ESIA, sintaks yang digunakan adalah sbb:</p>
<blockquote><p>TRANSFER 10000 0219998877</p></blockquote>
<p>Setelah kata TRANSFER, diikuti besaran pulsa yang akan ditransfer baru kemudian nomor tujuan. Dalam logika dan persepsi saya, jika kita ingin mentransfer pulsa maka kita memberitahukan <strong>nomor tujuan dahulu</strong> baru besaran pulsa yang akan ditransfer (alur yang biasa digunakan di kios-kios pulsa). Akibatnya, saya sering keliru dengan sintaks berikut ini:</p>
<blockquote><p>TRANSFER 0219998877 10000</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal jika menggunakan options seperti pada command line DOS atau Linux, kurang lebih seperti ini:</p>
<blockquote><p>TRANSFER -N 0219998877  -P 10000</p></blockquote>
<p>Perintah tersebut tidak ada bedanya dengan sintaks berikut ini:</p>
<blockquote><p>TRANSFER -P 10000 -N 0219998877</p></blockquote>
<p>Lebih simpel kan? Bagaimana menurut Anda?
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2012%2F01%2Ffleksibilitas-sintaks-command-sms.html&amp;title=Fleksibilitas%20Sintaks%20Command%20SMS" id="wpa2a_12"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/fleksibilitas-sintaks-command-sms.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/selamat-anda-telah-memilih-allah-dan-rasul-nya.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/selamat-anda-telah-memilih-allah-dan-rasul-nya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 04:33:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyantri]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat Anda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari saya mengikuti sebuah acara seminar. Acara tersebut telah memasuki bagian akhir. Saya kemudian keluar dari ruangan untuk menunaikan sholat Ashar. Bersamaan dengan itu, di ruangan seminar sedang dibagikan door prize. Ketika saya kembali ke ruangan seminar, door prize telah habis dibagikan. Sebagai manusia biasa, ada perasaan sesal di hati. Aduh, kenapa saya tadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari saya mengikuti sebuah acara seminar. Acara tersebut telah memasuki bagian akhir. Saya kemudian keluar dari ruangan untuk menunaikan sholat Ashar. Bersamaan dengan itu, di ruangan seminar sedang dibagikan <em>door prize</em>. Ketika saya kembali ke ruangan seminar, door prize telah habis dibagikan.</p>
<p>Sebagai manusia biasa, ada perasaan sesal di hati. Aduh, kenapa saya tadi tidak bertahan sebentar di dalam ruangan. Rasa dongkol itu mungkin akan bertambah bila saya yang sebenarnya mendapat door prize, namun karena diangap tidak hadir di ruangan maka hadiah tersebut diberikan ke peserta lain.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/31.jpg"><img class="size-full wp-image-487 aligncenter" title="31" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/31.jpg" alt="Allah wa Rasuluhu" width="400" height="376" /></a></p>
<p style="text-align: right;"><em>Gambar kaligrafi dari <a href="http://www.artislamic.com/cc-4.html" rel="external nofollow">http://www.artislamic.com/cc-4.html</a></em></p>
<p>Untuk mengobati rasa sesal itu saya mencoba menghibur diri. &#8220;Bukan rejeki awak&#8221;, bisik hati saya. Rejeki memang tidak akan lolos dari kita, sepanjang kita sudah berusaha. Allah tidak akan lupa atau salah memberikan rizki kita ke orang lain. Bukankah burung yang berangkat dari sarangnya di pagi hari dalam keadaan lapar, Allah beri rizki sehingga ia pulang ke sarangnya pada petang hari dalam keadaan kenyang?</p>
<p>Saya teringat sebuah kisah yang sangat menyentuh mengenai harta dunia. Kisah tersebut terjadi pada perang Hunain. Kisah ini terdapat dalam hadits Nabi shalallahu alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam <a title="War of Hunain" href="http://debiessy.awardspace.com/general/gazwat-honain1432h.htm" target="_blank" rel="external nofollow">kitab Al-Musnad (3/76)</a>.</p>
<blockquote><p>Ketika Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam mulai membagi-bagikan ghanimah kepada beberapa tokoh Quraisy dan kabilah ‘Arab; sama sekali tidak ada dari mereka satu pun yang dari Anshar. Hal ini menimbulkan kejengkelan dalam hati orang-orang Anshar hingga berkembanglah pembicaraan di antara mereka, sampai ada yang mengatakan: “Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam sudah bertemu dengan kaumnya kembali.”</p>
<p>Kemudian masuklah Sa’d bin ‘Ubadah menemui Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam, katanya: “Wahai Rasulullah. Orang-orang Anshar ini merasa tidak enak terhadap anda melihat apa yang anda lakukan dengan harta rampasan yang anda peroleh dan anda bagikan kepada kaummu. Engkau bagikan kepada kabilah ‘Arab dan tidak ada satu pun Anshar yang menerima bagian.”</p>
<p>Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam bertanya: “Engkau sendiri di barisan mana, wahai Sa’d?”</p>
<p>Katanya: “Saya hanyalah bagian dari mereka.”</p>
<p>Kata Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam: “Kumpulkan kaummu di tembok ini.”</p>
<p>Lalu datang beberapa orang Muhajirin tapi beliau biarkan mereka, dan mereka pun masuk. Datang pula yang lain, tapi beliau menolak mereka. Setelah mereka berkumpul, Sa’d pun datang, katanya: “Orang-orang Anshar sudah berkumpul untuk anda.”</p>
<p>Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam pun menemui mereka, lalu beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya dengan pujian yang layak bagi-Nya. Kemudian beliau bersabda: “Wahai sekalian orang Anshar, apa pembicaraanmu yang sampai kepadaku? Apa perasaan tidak enak yang kalian rasakan dalam hati kalian? Bukankah aku datang kepada kalian dalam keadaan sesat lalu Allah memberi hidayah kepada kamu melalui aku? Bukankah kamu miskin lalu Allah kayakan kamu denganku? Bukankah kamu dahulu bermusuhan lalu Allah satukan hati kamu?”</p>
<p>Kata mereka: “Bahkan Allah dan Rasul-Nya lebih banyak memberi kebaikan dan keutamaan.”</p>
<p>Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam menukas: “Mengapa kamu tidak membantahku, wahai kaum Anshar?”</p>
<p>“Dengan apa kami membantahmu, wahai Rasulullah? Padahal kepunyaan Allah dan Rasul-Nya semua kebaikan serta keutamaan,” jawab orang-orang Anshar.</p>
<p>Kata Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam: “Demi Allah, kalau kamu mau, kamu dapat mengatakan dan pasti kamu benar dan dibenarkan: ‘Engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami yang membenarkanmu. Engkau datang dalam keadaan terhina, kamilah yang membelamu. Engkau datang dalam keadaan terusir, kamilah yang memberimu tempat. Engkau datang dalam keadaan miskin, kamilah yang mencukupimu. Apakah kalian dapati dalam hati kamu, hai kaum Anshar <strong>keinginan terhadap sampah dunia</strong>, yang dengan itu aku melunakkan hati suatu kaum agar mereka menerima Islam, dan aku serahkan kamu kepada keislaman kamu. Tidakkah kamu ridha, hai orang-orang Anshar, manusia pergi dengan kambing dan unta mereka, sedangkan kamu pulang ke kampung halamanmu <strong>membawa Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam</strong>? Demi yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya, kalau bukan karena hijrah, tentulah aku termasuk salah seorang dari Anshar. Seandainya manusia menempuh satu lembah, dan orang-orang Anshar melewati lembah lain, pastilah aku ikut melewati lembah yang dilalui orang-orang Anshar. Ya Allah, rahmatilah orang-orang Anshar, anak-anak kaum Anshar, dan cucu-cucu kaum Anshar.”</p>
<p>Mendengar ini, menangislah orang-orang Anshar hingga membasahi janggut-janggut mereka, sambil berkata: “Kami ridha <strong>bagian kami adalah Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wa sallam</strong>.”</p>
<p>Kemudian Rasulullah n pergi, dan kami pun bubar.</p></blockquote>
<p>&#8212;</p>
<p>Teman-teman, siapa di antara Anda yang tidak memiliki mobil karena menyelamatkan diri dari riba, saya ucapkan, &#8220;Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya.&#8221; Kepada teman-teman yang masih ngontrak rumah, belum punya rumah, karena menghindar dari korupsi, saya ucapkan, &#8221;Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya.&#8221;</p>
<p>Bagi Anda yang terlewat dari kenikmatan dunia baik berupa harta, kendaraan, pasangan hidup, dll, karena disebabkan ia sedang menjaga hak-hak Allah. Saya ucapkan, &#8221;Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya.&#8221;</p>
<p>Jika Anda sedang menghadapi pilihan, antara yang hak dan yang batil. Jangan ragu-ragu, pilihlah yang hak! Tinggalkan yang batil! Serugi apa pun pilihan itu dari kacamata dunia. Karena dari pilihan tersebut, saya dengan bangga akan mengucapkan pada Anda, &#8221;Selamat! Anda telah memilih Allah dan Rasul-Nya.&#8221;</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em>Terjemahan hadits, saya copy dari <a href="http://asysyariah.com/perang-hunain-bagian-3.html" rel="external nofollow">http://asysyariah.com/perang-hunain-bagian-3.html</a></em>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2012%2F01%2Fselamat-anda-telah-memilih-allah-dan-rasul-nya.html&amp;title=Selamat%21%20Anda%20telah%20memilih%20Allah%20dan%20Rasul-Nya" id="wpa2a_14"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/selamat-anda-telah-memilih-allah-dan-rasul-nya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekening Muda PNS Gendut</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/rekening-muda-pns-gendut.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/rekening-muda-pns-gendut.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 03:55:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isi Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Realita Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>
		<category><![CDATA[PPATK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Gerah juga mendengar berita tentang rekening gendut PNS muda. Gerah, karena rekening saya tak segendut pemiliknya (ahem, pemiliknya memang tak gendut, cuma buncit). Gerah, karena keberadaan PNS muda berekening gendut telah digeneralisasi media untuk menyudutkan seluruh PNS. Praktik penggendutan rekening pribadi oleh PNS bagaikan hantu di siang bolong. Saya tidak bisa menampik hal itu tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gerah juga mendengar berita tentang rekening gendut PNS muda. Gerah, karena rekening saya tak segendut pemiliknya (ahem, pemiliknya memang tak gendut, cuma buncit). Gerah, karena keberadaan PNS muda berekening gendut telah digeneralisasi media untuk menyudutkan seluruh PNS.</p>
<p>Praktik penggendutan rekening pribadi oleh PNS bagaikan hantu di siang bolong. Saya tidak bisa menampik hal itu tidak ada, sekaligus saya juga tak bisa membuktikan hal itu ada. Kabar mengenai pegawai di tempat anu bisa berpenghasilan sekian, sering sekali mampir di telinga saya. Tapi saya juga belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri sosok yang demikian. Ah itu kan tugas PPATK. PNS dengan posisi dan kemampuan seperti saya mana mampu mengungkap aliran dana (kecuali praktikin <em>hacking skill</em>, #ahem..).</p>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2011/12/lunapic_132537008869533_11.png"><img class="alignleft size-full wp-image-474" title="Rekening Muda PNS Gendut" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2011/12/lunapic_132537008869533_11.png" alt="Rekening Muda PNS Gendut" width="759" height="572" /></a></p>
<p>Dalam membahas topik ini, alur logika yang dibangun media sangat aneh. Mungkin mereka ingin membangun opini publik mengenai PNS. Awalnya, mereka membesar-besarkan masalah rekening beberapa PNS. Kemudian kejadian itu digeneralisasi pada seluruh populasi PNS. Logika ini tentu berbeda dengan pendekatan statistika, yang memperlakukan data outlier sebagai sebaran di luar karakteristik populasi (<em>you know what I mean tho guys?</em>). Menurut pengamatan saya, karakteristik rekening PNS itu umumnya justru kurus-kurus. Berapa banyak kawan-kawan PNS yang memiliki gaji 15 koma atau 10 koma. Maksudnya, pas tanggal sepuluh kondisi sudah &#8216;koma&#8217;. Dikit lagi &#8216;koit&#8217;. Kenapa media tidak mengambil sampel rekening kurus (yang jumlahnya lebih banyak dari rekening gendut) sebagai wajah dari rekening PNS?</p>
<p>Ada benarnya rekening para PNS itu gendut-gendut, jika saldo rekening awal bulan yang menjadi patokan. Pada tanggal-tanggal muda tersebut, gaji dan tunjangan baru dibayarkan dan saldo rekening menjadi gendut karenanya. Tetapi jika dilihat di akhir bulan, rekening akan kurus kering bahkan sampai mepet di batas bawah limit saldo rekening. Dampaknya, angka akumulasi di rekening, awet muda selalu. Tidak bertumbuh besar dan dewasa. Kalaupun PNS bisa jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri, itu karena mereka menjadi <a title="Turis Dinas" href="http://www.uliansyah.or.id/category/turis-dinas">turis dinas</a> :D</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Ada masalah lain dalam pembayaran gaji PNS, yaitu keterlambatan kliring dari perbankan. Saya tidak paham dengan sistem perbankan. Namun, beberapa kawan mengeluhkan gaji yang terlambat datang ke rekening. Gaji dikirim dari kantor bayar pada awal bulan, namun sampai di rekening tujuan bisa lebih dari waktu yang seharusnya. Modus pengendapan seperti ini jelas menguntungkan pihak tertentu.</p>
<p>Fenomena keterlambatan transfer gaji dan tunjangan sangat terasa di awal tahun. Sudah menjadi kebiasaan (yang tidak baik) bahwa transfer gaji dan tunjangan di awal tahun selalu terlambat. Mungkin karena persiapan kantor bayar gaji terganggu <a title="Akhir Tahun Sebentar Lagi" href="http://www.uliansyah.or.id/2007/12/akhir-tahun-sebentar-lagi.html">di akhir tahun</a> oleh pergantian tahun.</p>
<p>Seorang kawan menceritakan bahwa di Papua, gaji dan tunjangan awal tahun bisa terlambat sampai 14 hari. Untungnya, saya tidak mengalami hal seperti itu. Catatan internet banking saya menunjukkan transfer tunjangan pada awal 2010 masuk rekening pada tanggal 7 Januari. Selanjutnya pada tahun 2011, transfer diterima di rekening pada 5 Januari. Tahun 2012 ini, meningkat lagi menjadi 4 Januari. Bagi PNS gendut seperti saya, jadwal transfer seperti ini jelas sangat membantu. Mana tahan saya puasa 14 hari macam kawan di Papua itu?</p>
<p>Begitulah karakteristik <a title="Rekening Muda PNS Gendut" href="http://www.uliansyah.or.id/2012/01/rekening-muda-pns-gendut.html">rekening muda PNS gendut</a> seperti saya ini. Rekening kembang-kempis, kembang di awal bulan kempis di akhir bulan. Sudah begitu masih harus menghadapi risiko terlambat transfer. Haduh&#8230; Bagi kami-kami PNS papan bawah yang jungkir balik ini, rasa-rasanya mustahil menggendutkan <del>rekening</del> eh, maksud saya, perut.
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2012%2F01%2Frekening-muda-pns-gendut.html&amp;title=Rekening%20Muda%20PNS%20Gendut" id="wpa2a_16"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/rekening-muda-pns-gendut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flexy Time ala Kemenkeu</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/flexy-time-ala-kemenkeu.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/flexy-time-ala-kemenkeu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 01:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isi Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Persepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Bagi Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Hukum Kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan Dokumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini adalah hari pertama pemberlakuan PMK 214/PMK.01/2011 tentang Penegakan Disiplin Dalam Kaitannya Dengan Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara Di Lingkungan Kementerian Keuangan. Heh? PMK apa itu? Salah lampiran PMK ini mengatur mengenai jam kerja pegawai Kemenkeu yang berkantor di wilayah DKI Jakarta (baca lampiran V). Mulai Januari 2012, bagi pegawai yang masuk kerja di antara jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini adalah hari pertama pemberlakuan <a title="PMK 214 mengatur Jam Kerja" href="http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2011/214~PMK.01~2011Per.HTM" rel="external nofollow">PMK 214/PMK.01/2011</a> tentang Penegakan Disiplin Dalam Kaitannya Dengan Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara Di Lingkungan Kementerian Keuangan. Heh? PMK apa itu? Salah lampiran PMK ini mengatur mengenai <strong>jam kerja pegawai Kemenkeu yang berkantor di wilayah DKI Jakarta</strong> (<a title="Lampiran V Jam Kerja Pegawai di DKI Jakarta" href="http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2011/214~PMK.01~2011PerLamp.htm" rel="external nofollow">baca lampiran V</a>). Mulai Januari 2012, bagi pegawai yang masuk kerja di antara jam 7.31 &#8211; 08.00 maka wajib diganti dengan memundurkan pulang 30 menit menjadi jam 17.30. Dengan demikian, pegawai diberi keleluasaan untuk memilih jam masuk kerja. Pilihan tersebut tentunya memiliki konsekuensi.<br />
<a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/greycclock-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-479" title="greycclock-1" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/greycclock-1.jpg" alt="Flexi Time" width="560" height="188" /><br />
</a></p>
<p style="text-align: right;"><em>Gambar dari flexitimemanager.co.uk</em></p>
<p><em></em><a title="Flexy Time ala Kemenkeu" href="http://www.uliansyah.or.id/2012/01/flexy-time-ala-kemenkeu.html">PMK 214</a> ini adalah PMK yang ditunggu-tunggu oleh para pegawai roker alias rombongan kereta. Dengan adanya PMK ini, para roker terbebas dari risiko gangguan perjalanan transportasi kereta. Tahu kan bagaimana <a title="Manajemen Asal-Asalan" href="http://www.uliansyah.or.id/2008/02/manajemen-asal-asalan.html">kinerja kereta</a> komuter kita? Masalah <a title="Pengendalian: Tangga Stasiun Kereta" href="http://www.uliansyah.or.id/2007/12/pengendalian-tangga-stasiun-kereta.html">akses tangga</a> saja bisa mengganggu pelayanan. Nah, jika selama ini gangguan transportasi kereta berakibat pada pemotongan tunjangan karena terkena sanksi Datang Terlambat (DT), maka sekarang akibatnya hanyalah pemunduran jam pulang kerja.</p>
<p>PMK ini sempat juga dibahas dengan panas di milis alumni STAN (secara pegawai Kemenkeu kebanyakan adalah alumni STAN).</p>
<p>Penerapan PMK ini tak lepas dari komentar. Beberapa kawan mengeluh bahwa PMK ini tidak betul-betul menerapkan konsep <em>flexy-time</em>. Pertama, rentang waktu fleksibilitas yang ditawarkan kurang lebar, yakni hanya 30 menit. Hal ini berbeda dengan <a title="angka sakti 06.59, pengalaman tsaraswati ttg flexi time BI" href="http://tsaraswati.wordpress.com/2009/06/03/06-59/" rel="external nofollow">penerapan flexy-time di BI</a> yang memberlakukan rentang antara jam 07.00 s.d. 08.30. Masalah rentang waktu ini, banyak pegawai Kemenkeu yang berharap dapat mulai dihitung masuk kerja dari pukul 07.00 sehingga bisa pulang jam 16.30. Kedua, penerapan flexy time ala PMK 214 ini tampak seperti hukuman. Walaupun seseorang hanya terlambat 1 menit (absen pukul 07.31), maka dihukum dengan pemunduran jam pulang kerja 30 menit. Konsep flexy time semestinya hanya mengganti waktu yang terlambat saja, tidak perlu menggunakan sistem paket 30 menit.</p>
<p><a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/PMK-214-2011.pdf"><img class="alignleft size-full wp-image-480" title="lunapic_13254679486122_4" src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/lunapic_13254679486122_4.gif" alt="PMK 214 Flexi Time" width="800" height="483" /></a></p>
<p>Bagi Anda yang kesulitan mengakses PMK 214 dari website <a title="SJDIH Kemenkeu" href="http://www.sjdih.depkeu.go.id/Ind/search/default.asp" rel="external nofollow">Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kemenkeu</a>, Anda dapat mengunduhnya dari web saya. Anda dapat mengklik pada gambar PMK di atas atau pada link berikut ini: <a href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2012/01/PMK-214-2011.pdf"> Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.01/2011 tentang  Penegakan Disiplin Dalam Kaitannya Dengan Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara Di Lingkungan Kementerian Keuangan</a>.</p>
<p>Selamat bekerja!</p>
<p>&#8211;<br />
PS: <a title="Bang Pay @Ternate" href="http://ngendonesia.wordpress.com/" rel="external nofollow">Bang Pay</a> tidak termasuk!
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2012%2F01%2Fflexy-time-ala-kemenkeu.html&amp;title=Flexy%20Time%20ala%20Kemenkeu" id="wpa2a_18"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2012/01/flexy-time-ala-kemenkeu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Madinah Live Streaming</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2011/12/madinah-live-streaming.html</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2011/12/madinah-live-streaming.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 19:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beta</dc:creator>
				<category><![CDATA[A little bit Techie]]></category>
		<category><![CDATA[Nyantri]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, setelah sebelumnya kita bisa menikmati live streaming ibadah haji 2011 dan live streaming dari kompleks Masjidil Haram, Makkah, berikut ini adalah link video live streaming dari Madinah. Dengan adanya posting ini, sudah 2 tempat dan 1 prosesi ibadah di tanah suci yang dapat kita tonton melalui internet. Dua tempat yang dapat dipantau secara online [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, setelah sebelumnya kita bisa menikmati <a title="Menikmati Siaran Live Ibadah Haji 2011" href="http://www.uliansyah.or.id/2011/11/menikmati-siaran-live-ibadah-haji-2011.html" target="_blank">live streaming ibadah haji 2011</a> dan <a title="Memandang Kabah Saat Ini Juga" href="http://www.uliansyah.or.id/2011/12/memandang-kabah-saat-ini-juga.html" target="_blank">live streaming dari kompleks Masjidil Haram, Makkah</a>, berikut ini adalah link video live streaming dari Madinah. Dengan adanya posting ini, sudah 2 tempat dan 1 prosesi ibadah di tanah suci yang dapat kita tonton melalui internet. Dua tempat yang dapat dipantau secara online tersebut adalah <a title="Memandang Kabah Saat Ini Juga" href="http://www.uliansyah.or.id/2011/12/memandang-kabah-saat-ini-juga.html">Mekkah</a> dan <a title="Madinah Live Streaming" href="http://www.uliansyah.or.id/2011/12/madinah-live-streaming.html">Madinah</a>, sementara rangkaian prosesi ibadah yang tersiar secara online adalah <a title="Menikmati Siaran Live Ibadah Haji 2011" href="http://www.uliansyah.or.id/2011/11/menikmati-siaran-live-ibadah-haji-2011.html">ibadah Haji tahun 2011</a> yang lalu.</p>
<p>Video live streaming dari kompleks Masjid Nabawi, Madinah, dapat diakses melalui kanal youtube <a title="SaudiSunnahTV at Youtube" href="http://www.youtube.com/user/SaudiSunnahTv" target="_blank" rel="external nofollow">SaudiSunnahTv</a>. Berikut ini tampilannya:</p>
<p><object width="420" height="315" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/3ujyVJky38k?version=3&amp;hl=id_ID" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="420" height="315" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/3ujyVJky38k?version=3&amp;hl=id_ID" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>Dengan adanya live streaming ini, kita bisa mempelajari kondisi di Mekkah dan Madinah sebelum benar-benar menginjakkan kaki di sana. Itung-itung mengurangi <em>shock culture</em> ketika nanti dapat rejeki untuk umrah atau haji. Selain itu, praktik keagamaan di Saudi juga bisa diintip dari siaran ini.</p>
<p>Beberapa kali saya melihat pemandangan menarik dari live streaming ini. Misalnya, di depan makam Nabi banyak peziarah yang diusir Askar. Kalau di Indonesia pasti sudah dicap Wahabi tuh <img src='http://www.uliansyah.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Sayangnya, saya belum pernah melihat siaran streaming ketika ada majelis ta&#8217;lim. Padahal konon di Masjid Nabawi kerap diselenggarakan taklim.</p>
<p>Selamat menikmati layanan live video streaming dari Madinah, kota Nabi.
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.uliansyah.or.id%2F2011%2F12%2Fmadinah-live-streaming.html&amp;title=Madinah%20Live%20Streaming" id="wpa2a_20"><img src="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2011/12/madinah-live-streaming.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

