<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>uliansyah.or.id</title>
	<atom:link href="http://www.uliansyah.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.uliansyah.or.id</link>
	<description>kegelisahanku adalah untuk berkarya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Aug 2010 10:27:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dari Tugas Kuliah Lahirlah InfoKost</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2010/08/08/dari-tugas-kuliah-lahirlah-infokost/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2010/08/08/dari-tugas-kuliah-lahirlah-infokost/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 10:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karyaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Nggak terasa sudah hampir setahun saya menimba ilmu di Jogja. Kuliah demi kuliah telah dijalani. Semester demi semester telah dilalui. Sampailah saya ke suatu mata kuliah yang berjudul Sistem dan Teknologi Informasi.
Berhubung sejak dulu saya sudah punya bakat geek dan nerd, sebagaimana anak cowok era digital lainnya, langsunglah saya nyambung banget sama mata kuliah ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nggak terasa sudah hampir setahun saya menimba ilmu di Jogja. Kuliah demi kuliah telah dijalani. Semester demi semester telah dilalui. Sampailah saya ke suatu mata kuliah yang berjudul Sistem dan Teknologi Informasi.</p>
<p>Berhubung sejak dulu saya sudah punya bakat <em>geek</em> dan <em>nerd</em>, sebagaimana anak cowok era digital lainnya, langsunglah saya nyambung banget sama mata kuliah ini. Tiap bahasan dan diskusi saya ikuti dengan penuh kenikmatan. Kapan lagi saya bisa ketemu sama narasumber-narasumber jagoan IT? Rugi kalo nggak nyemplung basah sekalian.</p>
<p>Suatu ketika, dalam mata kuliah ini, saya mendapat tugas kuliah yang rada-rada aneh buat mahasiswa Magister Akuntansi, yaitu membuat model bisnis online. Wedeh-wedeh.. apa sih hubungannya akuntan sama model bisnis? Memangnya kita mau jadi pengusaha bisnis online? Hehehe.. mungkin bagi rekan-rekan lain, tugas ini menjadi momok yang menakutkan. Biasalah.. akuntan kan jarang pake otak kanan (baca: kreativitas), tahunya pake otak kiri terus (baca: hafalan standar akuntansi keuangan). Tapi bagi saya, justru tugas kelompok ini menjadi berkah. </p>
<p>Saat akan mengerjakan tugas ini, saya langsung membuka salah satu folder keramat di PC saya. Nama foldernya adalah ideabox. Di folder inilah saya sering menyimpan mimpi dan angan-angan saya dalam baris-baris teks ASCII. Meskipun demikian, saya sadar bahwa folder ideabox terpenting saya letaknya bukan di hardisk, tapi di otak. Setelah lihat sini-lihat sana, saya bawa beberapa ide dari ideabox itu untuk dikembangkan bersama rekan-rekan sekelompok.</p>
<p>Di sesi <em>brainstorming</em> bersama rekan-rekan sekelompok, saya mengajukan ide-ide tersebut untuk dikembangkan lagi. Setelah sempat mental di ide pertama, Alhamdulillah, kawan-kawan menyambut baik ide saya yang kedua. Ide untuk menyediakan <a href="http://www.uliansyah.or.id/infokost/">informasi kost berbasis GIS</a> kemudian di-<em>godog</em> lagi oleh kawan-kawan sekelompok. Ketika hasilnya sudah disepakati, hati saya lega luar biasa. Ternyata ide yang selama ini tersimpan, tidak menjadi bisul yang berpotensi meledakkan nanah ke otak.</p>
<p>Saya kebagian tugas mengimplementasi ide tersebut dalam sebuah model aplikasi mini. Karena saya bukan programmer, dan latar belakang juga non-IT, saya hanya mengandalkan intuisi dalam mengembangkan aplikasi ini. Ditambah dengan keterbatasan peralatan yang saya miliki (hanya sebuah PC tua plus modem CDMA yang sayangnya lokasi rumah saya kurang mendukung untuk mendapatkan koneksi internet seperti di iklan), benar-benar cuman semangat yang menemani.</p>
<p>Untungnya, istri saya paham betul kapan saya sedang bersemangat melakukan sesuatu. Dia pun menyediakan waktu bagi saya untuk melakukan eksperimen ini. Anak-anak ditanganinya dengan baik. Tugas-tugas rumah yang biasa saya lakukan, diambil alih. Makasih ya Mom.</p>
<p>Lalu bagaimana hasilnya? Masih jauh dari harapan. Tapi setidaknya sebuah kerangka telah terbentuk. Apalagi ketika kelompok kami mempresentasikan materi ini, sambutannya lumayan hangat dari rekan-rekan sekelas. Sempat pula demo aplikasi ditayangkan walau waktu yang diberikan sangat terbatas. Di luar kelas, seorang sesepuh kelas yang nota bene Direktur Sistem Informasi di sebuah perusahaan <em>forwarding</em> nasional mendekati saya dan menyatakan minatnya untuk mewujudkan ide ini.</p>
<p>Penasaran mau lihat hasilnya? Cekidot gan, di <a href="http://www.uliansyah.or.id/infokost/">www.uliansyah.or.id/infokost/</a>. Jangan lupa <a href="http://www.uliansyah.or.id/infokost/comments.php">tinggalkan komentar</a>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2010/08/08/dari-tugas-kuliah-lahirlah-infokost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Iftitah bagi Kita yang sedang Bingung</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2010/03/21/doa-iftitah-bagi-kita-yang-sedang-bingung/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2010/03/21/doa-iftitah-bagi-kita-yang-sedang-bingung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 16:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyantri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Dari berbagai macam lafal doa Iftitah yang diajarkan Nabi, ada satu lafal yang dianjurkan bagi orang-orang yang sering kebingungan. Berikut ini lafalnya, saya kutipkan dari doa nomor 30 dalam kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa&#8217;id bin Wahf Al-Qohthony:
30- اَللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari berbagai macam lafal doa Iftitah yang diajarkan Nabi, ada satu lafal yang dianjurkan bagi orang-orang yang sering kebingungan. Berikut ini lafalnya, saya kutipkan dari doa nomor 30 dalam kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa&#8217;id bin Wahf Al-Qohthony:</p>
<p>30- اَللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ. <strong>اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ</strong> تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ.</p>
<p>30. “Ya Allah, Tuhannya Jibrail, Mikail dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, YangMaha Mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menghakimi hamba-hamba dalam semua hal yang mereka perselisihkan. <strong>Berilah kepadaku petunjuk dalam hal yang diperselisihkan agar aku mendapatkan kebenaran dengan izin-Mu.</strong> Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.&#8221;</p>
<p>Dalam Kajian Syarah Hisnul Muslim, Ustadz Aris Munandar menganjurkan bagi kita yang masih sering bingung untuk memilih pendapat mana yang dipegang, agar mengamalkan lafal doa iftitah ini dalam sholatnya. Dalam doa ini terdapat lafal <strong>اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ </strong>yang isinya berupa permohonan agar kita dapat mengikuti kebenaran dari hal-hal yang sedang diperselisihkan.</p>
<p>Mudah-mudahan kita diberi kemudahan dalam mengikuti kebenaran dan diberi ketetapan berada di atasnya. Amin.</p>
<p style="text-align: center;">-o0o-<strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2010/03/21/doa-iftitah-bagi-kita-yang-sedang-bingung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Operasi Bibir Sumbing Gratis (Jakarta dan Bekasi)</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2010/03/04/operasi-bibir-sumbing-gratis-jakarta-dan-bekasi/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2010/03/04/operasi-bibir-sumbing-gratis-jakarta-dan-bekasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 03:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Realita Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahi rabbil alamin,
ada seorang dokter yang berkenan memberikan operasi gratis bagi para penderita bibir sumbing.
Berikut ini informasi lengkapnya:
Assalaamu&#8217;alaikum
Teman2, bilamana ada mengetahui anak2 malang dgn cacat sumbing bibir namun tidak  bs operasi krn kendala biaya (tetangga, anak tukang cuci, tukang sampah, satpam,  OB dll), saya informasikan bhw saya menyelenggarakan OPERASI GRATIS khusus  SUMBING [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillahi rabbil alamin,<br />
ada seorang dokter yang berkenan memberikan operasi gratis bagi para penderita bibir sumbing.</p>
<p>Berikut ini informasi lengkapnya:</p>
<p style="padding-left: 30px;">Assalaamu&#8217;alaikum</p>
<p style="padding-left: 30px;">Teman2, bilamana ada mengetahui anak2 malang dgn cacat sumbing bibir namun tidak  bs operasi krn kendala biaya (tetangga, anak tukang cuci, tukang sampah, satpam,  OB dll), saya informasikan bhw saya menyelenggarakan OPERASI GRATIS khusus  SUMBING BIBIR di Jakarta dan Bekasi.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Jakarta:<br />
RS YPR Hospital<br />
Jl.Sawo 56 Menteng &#8211; Jakpus<br />
Telp.  3906914/31926152 (Hub. ibu MONA)<br />
Jam konsultasi saya: Selasa/Kamis/ Sabtu 10.00-12.00</p>
<p style="padding-left: 30px;">Bekasi:<br />
RS Juwita<br />
Jl.M Hasibuan 78 &#8211; Bekasi<br />
Telp. 8829590-1 (Hub. ibu KHUSNUL)<br />
Jam konsultasi saya: Senin/Rabu 10.00-12.00</p>
<p style="padding-left: 30px;">Mohon disebarluaskan informasi ini bilamana memungkinkan. Atas bantuannya saya  ucapkan terima kasih.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Wassalaam,<br />
Ahmad Fawzy, SpBP<br />
dokter spesialis bedah plastik</p>
<p>Sumber: <a title="Info Operasi Bibir Sumbing Gratis" href="http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/52762" target="_blank">http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/52762</a></p>
<p>Saya sudah mengontak nomor RS YPR Hospital, diterima oleh ibu Nela. Dan memang betul RS YPR menyelenggarakan operasi bibir sumbing dan hernia anak gratis. <strong>Bagi yang ingin menggunakan layanan ini, silahkan hubungi terlebih dahulu nomor tersebut di atas.</strong></p>
<p>Alamat web RS YPR Hospital adalah <a title="RS YPR Hospital Menteng Jakpus" href="http://yprhospital.com/index.html" target="_blank">http://yprhospital.com/index.html</a></p>
<p>Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>Update info (13 Maret 2010):</p>
<p>Untuk operasi bibir sumbing dan hernia anak di RS YPR Hospital, berikut ini persyaratannya:</p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>PERSYARATAN OPERASI HERNIA ANAK</strong></span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Foto 	copy KTP</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Foto 	copy kartu KK</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Foto 	pasien sluruh badan ukuran 3 R</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">SKTM 	dari lurah dan kecamatan</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Surat 	keterangan dokter PUSKESMAS mengenai penyakit nya</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Usia 	pasien 1 s/d 15 tahun, </span><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"><em><strong>belum 	pernah dioperasi sebelumnya</strong></em></span><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">, 	tidak memiliki </span><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"><em><strong>kelainan 	bawaan</strong></em></span><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"> seperti penyakit Jantung, kelainan darah ( Hemofilia ) dll.</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>PERSYARATAN OPERASI SUMBING</strong></span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"><span style="text-decoration: underline;">Usia</span></span></p>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Sumbing 	Bibir : 3 bulan (berat badan min. 5 kg) s/d 40 tahun</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Sumbing 	langit-langit : 1.5 thn s/d 4 tahun</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Sumbing 	bibir &amp; langit-langit : usia 2 – 4 tahun, Hb &gt; 11gr%</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"><span style="text-decoration: underline;">Jenis 	kelainan</span></span></p>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Labio 	skisis : unilateral (satu celah) : komplit, inkomplit</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Palato 	skisis : Bilateral (dua celah) : komplit, inkomplit</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Labio 	palato ( sumbing bibir &amp; langit-langit)</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Belum 	pernah dilakukan operasi sumbing sebelumnya</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Tidak 	ada riwayat penyakit alergi/ darah/ sesak/ batuk /jantung /riwayat 	biru saat lahir/kecil.</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"><span style="text-decoration: underline;">Pemeriksaan 	Laboratorium</span></span></p>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Hb, 	hematokrit, Lekosit, Trombosit, eritrosit</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">Waktu 	pembekuan (CT), Waktu Perdarahan(BT)</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;">6. Rekomendasi pemeriksaan kesehatan oleh </span><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"><strong>dokter Spesialis anak (bagi pasien anak) / dokter spesialis penyakit dalam (bagi pasien dewasa)</strong></span><span style="font-family: Century Gothic,sans-serif;"> yang menyatakan dapat dilakukan operasi</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2010/03/04/operasi-bibir-sumbing-gratis-jakarta-dan-bekasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi Online FISI Alumni STAN</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2010/01/29/silaturahmi-online-fisi-alumni-stan/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2010/01/29/silaturahmi-online-fisi-alumni-stan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 10:03:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Kalo dulu waktu kuliah ada FISI STAN. Nah sekarang setelah lulus kuliah ada FISI Alumni STAN. Berhubung orang-orangnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia, supaya mudah, silaturahmi kita lakukan via media internet.
Silahkan klik pada poster untuk melihat poster pada ukuran sebenarnya.

Nah bagi yang mau pasang countdown, bisa pake kode berikut ini:
‹!&#8211; Do not remove the link [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo dulu waktu kuliah ada FISI STAN. Nah sekarang setelah lulus kuliah ada FISI Alumni STAN. Berhubung orang-orangnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia, supaya mudah, silaturahmi kita lakukan via media internet.</p>
<p>Silahkan klik pada poster untuk melihat poster pada ukuran sebenarnya.</p>
<p><a href="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/posterstan2.png"><img class="alignnone" title="Silaturahmi Online FISI Alumni STAN" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/posterstan2.png" alt="" width="344" height="458" /></a></p>
<p>Nah bagi yang mau pasang countdown, bisa pake kode berikut ini:</p>
<p><span style="color: #993300;">‹!&#8211; Do not remove the link &#8211;›‹a href=&#8221;http://www.countdown2zero.com&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;›‹img src=&#8221;http://www.countdown2zero.com/mscd.php?code=afa9a&#8221; border=&#8221;0&#8243;›‹/a&gt;‹!&#8211; http://www.countdown2zero.com &#8211;›</span></p>
<p>Hasilnya sebagai berikut:<br />
<!-- Do not remove the link --><a href="http://www.countdown2zero.com" target="_blank"><img src="http://www.countdown2zero.com/mscd.php?code=afa9a" border="0" alt="" /></a><!-- http://www.countdown2zero.com --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2010/01/29/silaturahmi-online-fisi-alumni-stan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Printable Arabic Keyboard Layout</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2009/12/29/printable-arabic-keyboard-layout/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2009/12/29/printable-arabic-keyboard-layout/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 22:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
				<category><![CDATA[A little bit Techie]]></category>
		<category><![CDATA[arabic]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[keyboard]]></category>
		<category><![CDATA[layout]]></category>
		<category><![CDATA[printable]]></category>
		<category><![CDATA[svg]]></category>
		<category><![CDATA[vector]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Writing Arabic in a US-keyboard is quite painful. Especially if you are not used to arabic keyboard layout.
Personally, I dont like to use add-ons, add-ins, nor other installed application to help me write arabic smoothly, I choose to look for a nice printable that I can place it somewhere around my PC.
I browsed the web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Writing Arabic in a US-keyboard is quite painful. Especially if you are not used to arabic keyboard layout.</p>
<p>Personally, I dont like to use add-ons, add-ins, nor other installed application to help me write arabic smoothly, I choose to look for a nice printable that I can place it somewhere around my PC.</p>
<p>I browsed the web and I found that wikipedia had a great entry about <a title="Various Keyboard layout" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Keyboard_layout#Arabic" target="_blank">Keyboard layout</a>, and it also provide great SVGs for each keyboard layout. Various keyboard layouts are available, from Czech to Tibetan.  However, I dont like the sharp boxes look.</p>
<p>Somewhere else, I found that printable from datacal have <a title="Arabic Layout Sticker from Datacal" href="http://www.datacal.com/popup.aspx?src=images/Product/large/203.jpg" target="_blank">nicer look</a> with rounded box in each letter. Unfortunately, it is <a title="Sold for $9.95" href="http://www.datacal.com/p-203-arabic-keyboard-labels.aspx" target="_blank">not free</a>.</p>
<p>Well, I asked my self if I dont satisfy with the available one, why dont make my own arabic printable?</p>
<p>So I started to modify SVG files from <a title="Arabic Keyboard Layout in SVG format" href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:KB_Arabic.svg" target="_blank">here </a>and <a title="Arabic Keyboard Layout for MAC in SVG format" href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:KB_Arabic_MAC.svg" target="_blank">there</a>. No shopisticated modification needed. Just replace the sharp boxes with rounded ones. And I end up with my own desired printable arabic keyboard layout.</p>
<p><a href="http://s235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/?action=view&amp;current=printable_KB_Arabic.png" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/printable_KB_Arabic.png" border="0" alt="free,printable,arabic,keyboard,layout" /></a></p>
<p>So, what is the advantage of this printable? Nothing special! It just <strong>look nicer</strong> to me. Beside the fact that is free. You can downloaded it and use it for <strong>free</strong>. You can even edit my SVG to make your own printable. Its absolutely free to use and modify.</p>
<p><a title="Printable Arabic Keyboard Layout in PNG format" href="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/printable_KB_Arabic.png" target="_blank">Download the PNG format.</a><br />
<a title="Download printable SVG" href="http://www.uliansyah.or.id/wp-content/uploads/2009/12/printable_KB_Arabic.svg" target="_blank">Download the SVG format.</a></p>
<p>If you dont find my post useful, these links may help you understanding arabic writing better:</p>
<ol>
<li>Basic understanding writing arabic in <a title="writing arabic" href="PC. http://www.uga.edu/islam/arabic_windows.html" target="_blank">PC. http://www.uga.edu/islam/arabic_windows.html</a></li>
<li> Online Arabic keyboard. Just stroke the image, and copy the appearing letters. <a title="Online Arabic keyboard" href="http://www.islamweb.net/php/php_arabic/keyboard/keyboard.htm" target="_blank">http://www.islamweb.net/php/php_arabic/keyboard/keyboard.htm</a> and <a title="Online Arabic keyboard" href="http://www.arabic-keyboard.org/" target="_blank">http://www.arabic-keyboard.org/</a></li>
<li> My favorit homeschooling resource also provide guidance to stroking arabic letter. <a title="Various technic stroking arabic" href="http://talibiddeenjr.amanahwebs.com/la_arabic.htm" target="_blank">http://talibiddeenjr.amanahwebs.com/la_arabic.htm</a></li>
</ol>
<p>I hope this printable could help anyone stroking arabic letters better. Happy stroking!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2009/12/29/printable-arabic-keyboard-layout/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pak Dosen Tukang Cukur Rambut</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2009/12/01/pak-dosen-tukang-cukur-rambut/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2009/12/01/pak-dosen-tukang-cukur-rambut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 14:46:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isi Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Persepsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pengalaman mengesankan di kota pelajar Yogyakarta mengajarkan banyak hal pada diri saya. Khususnya pelajaran mengenai optimisme dan perjuangan hidup. Di salah satu sudut kota ini, saya ditakdirkan untuk bertemu dengan seorang dosen yang juga merangkap profesi sebagai tukang cukur rambut. Berikut ini cerita selengkapnya, mudah-mudahan bermanfaat pula bagi Anda.
Sore itu, rambut Abbas, anak saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pengalaman mengesankan di kota pelajar Yogyakarta mengajarkan banyak hal pada diri saya. Khususnya pelajaran mengenai optimisme dan perjuangan hidup. Di salah satu sudut kota ini, saya ditakdirkan untuk bertemu dengan seorang dosen yang juga merangkap profesi sebagai tukang cukur rambut. Berikut ini cerita selengkapnya, mudah-mudahan bermanfaat pula bagi Anda.</p>
<p>Sore itu, rambut Abbas, anak saya,  sudah terlihat terlalu panjang untuk seorang anak laki-laki. Poninya menggantung menutupi mata. Di samping kanan dan kiri, rambutnya menyeruak melewati daun telinga. Serabut rambut juga memanjang menuruni tengkuknya.</p>
<p>Sebenarnya di Jogja ini saya belum tahu persis dimana lokasi barbershop atau tukang cukur yang pas buat anak-anak. Mengandalkan intuisi serta ingatan dari pengamatan sekilas menjelajahi kota selama ini, rombongan keluarga Uliansyah pun segera melesat di jalanan kota Gudeg mencari tukang cukur. Banyak sih barbershop di kota ini. Bahkan lucunya, mereka ramai-ramai memasang kata &#8220;Bergaransi&#8221; di papan nama. Sampai sekarang, saya belum paham garansi apa yang dimaksudkan untuk sebuah produk berupa jasa cukur rambut.<span id="more-247"></span></p>
<p>Sesampainya di sebuah barbershop &#8220;bergaransi&#8221;, antrian kustomer sudah memenuhi ruang tunggu. Daripada menunggu, kami sekeluarga segera mencari alternatif barbershop lain. Sayangnya, selama beberapa ratus meter berikutnya kami tidak melihat satu pun barbershop lainnya. Maklumlah sudah 14 tahun saya meninggalkan kota kelahiran saya ini. Lokasi-lokasi tempat-tempat penting pun sudah jauh berubah. Tak satu pun lokasi barbershop yang hadir di ingatan saya.</p>
<p>Anak laki-laki saya pun mulai tidak sabar. Beberapa kata tuntutan mulai terucap dari mulut manyunnya. &#8220;Cepat yah! Abbas mau dicukur!&#8221;</p>
<p>Insting saya kemudian membawa saya mengarahkan motor berpenumpang 4 orang ini ke daerah kampus UGM. Sambil celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri, motor mulai berbelok ke jalan karang bendo. Mata saya menelusuri deretan bangunan di kiri jalan, sementara ibunya anak-anak konsentrasi memindai rangkaian ruko di kanan jalan. Sinar matahari mulai memudar, tanda petang segera berlalu. &#8220;Yah! Tadi di kiri ada tukang cukur!&#8221;</p>
<p>Motor saya mundurkan manual beberapa meter (pake kaki) untuk sampai ke depan kios tukang cukur itu. Pak tukang cukur sedang asyik melayani seorang pelanggan. Tangannya bergerak kesana kemari. Di bangku antrian, duduk menanti seorang pelanggan anak-anak. Wah cocok nih! Sorakku dalam hati. Saya pun parkir dan segera menunggu di emperan kios.</p>
<p>Tak lama kemudian, pak tukang cukur menyapa ramah, &#8220;Silahkan pak, siapa nih yang mau dicukur&#8221;. Abbas dengan penuh keyakinan segera naik ke kursi cukur. Saya turut menemani dari belakang. Perlahan, mata saya mulai menelusuri dinding kios tukang cukur. Ada sebuah foto seorang pemuda berkacamata dalam baju wisuda sedang tersenyum cerah. Di bawahnya ada tulisan Wisuda Sarjana UGM 1996. Alis langsung naik dan hati bertanya-tanya. Hmm.. kayaknya kita bertemu sosok menarik hari ini.</p>
<p>Pak tukang cukurnya cukup ramah. Abbas bisa di-direct tanpa harus menggunakan intonasi instruksi. Sambil melakukan pekerjaannya, ia membuka perbincangan dengan saya. &#8220;Kerja di mana oom?&#8221;, tanyanya.</p>
<p>&#8220;PNS&#8221;, jawab saya singkat.</p>
<p>&#8220;Lagi S2 ya oom?&#8221;, lanjutnya lagi.</p>
<p>Saya pasrah saja digelari Oom. &#8220;Iya pak&#8221;, jawab saya jujur.</p>
<p>&#8220;Dulu S1 di mana?&#8221;, katanya sambil tangannya terus menari lincah di atas kepala anak saya.</p>
<p>&#8220;Di STAN pak.&#8221; Emoh diinterograsi, saya balik bertanya, &#8220;Ini foto Bapak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, oom. Saya dulu S1 di UGM.&#8221; Wak! Hebat nian! Dugaan saya mulai terbukti.</p>
<p>&#8220;S1-nya apa pak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Fakultas Sastra, saya ambil jurusan Sejarah.&#8221; Wah jadul banget! Setahu saya fakultas sastra UGM sudah berubah nama jadi fakultas ilmu budaya sejak tahun 2001.</p>
<p>&#8220;Kegiatannya apa pak? Apa cuman nyukur aja&#8221;, uups.. maaf pak kengintahuan saya terlontar begitu saja.</p>
<p>&#8220;oo.. nggak Oom. Saya kalau pagi ngajar&#8221;, katanya tenang.</p>
<p>&#8220;Hah?!? Ngajar?? Ngajar apa pak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ngajar di Akademi Manajemen Pariwisata oom.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, dosen maksudnya??&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya oom.&#8221;</p>
<p>Glek! Hebat.. hebat.. Saya sendiri pernah merasakan beratnya mejadi dosen pengajar. Di sisi lain, menjadi dosen adalah sebuah kepuasan ilmiyah dan idealis yang pernah saya capai. Model-model kehidupan seorang dosen pun kurang lebih pernah saya saksikan. Namun baru kali ini saya bertemu dengan dosen yang menjadi tukang cukur.</p>
<p>Mendengar terkuaknya sebuah fakta yang menarik, saya langsung mengorek informasi lebih lanjut. Beberapa menit kemudian kami sudah mengobrol panjang. Pak Arif, demikian nama pak tukang cukur yang juga dosen tersebut. &#8220;Di sini saya dikenal dengan nama Ayis&#8221;, jelasnya. Pagi hari ia <strong>mengajar sebagai dosen</strong> di sebuah Akademi Pariwisata. Siang sampai sore ia <strong>membuka kios cukur</strong>. Saya tanyakan mengapa masih mempertahankan kios cukurnya. &#8220;Dua tahun setelah lulus S1, saya mulai membuka usaha ini. Jadi kurang lebih sudah 10 tahun saya melayani pelanggan saya. Rasanya kok sayang meninggalkan mereka.&#8221;</p>
<p>Kisah hidup Pak Arif ternyata pernah pula diangkat dalam sebuah acara televisi. Waktu itu, seorang koresponden Lativi pernah bercukur di kios cukur Ayis. Setelah mengetahui latar belakang pak Arif sebagai dosen, ia memanggil kru dan mulai merekam aktivitas sehari-hari pak Arif. Mulai dari rumah, mengajar di kelas di pagi hari dan mencukur di sore hari. Hasil liputannya ditayangkan di segmen Cerita Kita.</p>
<p>Iseng saya bertanya, &#8220;Nggak malu pak kalo ada mahasiswanya lihat Bapak nyukur?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah nggak om. Justru mereka saya ajak cukur ke sini.&#8221; Wah bagus pak.. supaya rekan-rekan mahasiswa itu bisa mensyukuri keadaan mereka. Juga sebagai pelajaran agar tidak mudah menyerah dalam hidup. Meskipun Anda dosen, tapi tidak malu membuka usaha cukur rambut.</p>
<p>Satu hal yang saya suka dari pak Arif a.k.a Ayis ini adalah, dalam pembicaran kami beliau tidak sekalipun mengeluhkan sesuatu hal dalam hidupnya. Seolah, beliau ingin mengatakan bahwa hidup ini harus disyukuri. Bahkan pemaknaan syukur ala beliau adalah dengan berusaha melalui jalan apa pun yang halal. Tukang cukur bukanlah profesi hina. Di tangan pak dosen ini, profesi tukang cukur menunjukkan derajat yang sesungguhnya sebagai sebuah mata pencaharian.</p>
<p>Sambil melakukan finishing pada rambut anak saya, pak Ayis membuka rahasia lainnya pada saya. &#8220;Saya kalo weekend <strong>kuliah ambil S2</strong>&#8220;, akunya. Wahahaha.. hebat.. hebat.. Lengkap sudah wujud optimisme yang saya lihat dari sosok pak Ayis. Pekerja keras sebagai tukang cukur, pengabdi ilmu sebagai dosen, serta pencari ilmu yang tidak berhenti untuk belajar sebagai mahasiswa S2.</p>
<p>Saya yakin, masih banyak Ayis-Ayis lainnya di Indonesia. Seorang <a href="http://www.google.co.id/search?q=kepala+sekolah+pemulung&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a" target="_blank">kepala sekolah yang menjadi pemulung</a>, <a href="http://www.google.co.id/search?q=guru+tukang+ojek&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a" target="_blank">guru sekaligus tukang ojek</a>, atau hibridasi profesi lainnya. Entah karena idealisme atau keterpaksaan, yang jelas mereka adalah para pejuang berani hidup.</p>
<p>Semoga sukses pak Ayis. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan keberkahan pada diri Anda dan keluarga Anda. Barakallahu fiikum wa ahlikum wa maalikum. Amin. Kita ketemu lagi, insya Allah, next time saya butuh dicukur. Bagi Anda yang mau merasakan layanan cukur pak Ayis, silahkan mampir ke kios cukur Ayis di Karang Bendo, sebelah utara Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta. Beberapa puluh meter sebelah utara dari toko Muslim Ihya&#8217;. Syaratnya: harus laki-laki. Lha wong barbershop masak untuk perempuan. Ya tho?</p>
<p>Wassalam,<br />
Abu Abbas Beta Andri A. Uliansyah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2009/12/01/pak-dosen-tukang-cukur-rambut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengejar Kesempurnaan (Pursuit of Excellence)</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2009/10/19/mengejar-kesempurnaan-pursuit-of-excellence/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2009/10/19/mengejar-kesempurnaan-pursuit-of-excellence/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 19:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isi Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[maksi]]></category>
		<category><![CDATA[managerial accounting]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Kita tentu sudah sering mendengar tentang TQM (Total Quality Management). Sebuah pendekatan manajemen yang menitikberatkan pada kesempurnaan kualitas. Salah satu dimensi kesempurnaan kualitas adalah kesempurnaan proses produksi. Proses produksi yang sempurna menurut TQM adalah proses produksi yang tidak membuat kesalahan. TQM tidak mentolelir adanya produk cacat. Mengadopsi TQM berarti berkomitmen penuh dengan zero-defects.
Pandangan ini telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tentu sudah sering mendengar tentang TQM (<em>Total Quality Management</em>). Sebuah pendekatan manajemen yang menitikberatkan pada kesempurnaan kualitas. Salah satu dimensi kesempurnaan kualitas adalah kesempurnaan proses produksi. Proses produksi yang sempurna menurut TQM adalah proses produksi yang tidak membuat kesalahan. TQM tidak mentolelir adanya produk cacat. Mengadopsi TQM berarti berkomitmen penuh dengan <em>zero-defects</em>.</p>
<p>Pandangan ini telah merevolusi keyakinan manajemen terdahulu. Dalam kurun waktu yang cukup panjang, telah terpatri di hati dan kepala manajer bahwa adanya sebuah <em>acceptable tolerance</em> dalam proses produksi. Dengan keyakinan ini para manajer beranggapan bahwa, &#8220;yaah.. wajarlah kalo ada produk reject. Dari satu juta produk mosok nggak ada yang cacat.&#8221; Sebuah keyakinan yang masih memiliki penganut sampai saat ini.</p>
<p>Di era persaingan gila-gilaan ini, kompetisi telah menuntut adanya suatu diskrepansi nilai yang signifikan di antara produk-produk yang beredar. Para manajer pun berlomba-lomba mengejar keunggulan. Salah satu inovasi terbesar dalam perkembangan ilmu manajemen di era 1990-2000 adalah dikembangkannya konsep TQM. Para manajer tidak cukup lagi berasumsi bahwa ada sedikit produk cacat adalah hal yang wajar. Proses penciptaan nilai bagi produk digenjot pol mulai dari pabrik. Produk cacat tidak hanya menandakan proses produksi yang berjalan telah gagal dalam mengolah seluruh bahan baku, namun juga menunjukkan ada sesuatu yang salah pada perencanaan produksi. Apa bisa dikatakan masuk akal bila perusahaan merencanakan untuk gagal?<br />
<span id="more-244"></span>Keberadaan produk cacat seringkali membutuhkan penanganan ekstra dibandingkan produk sempurna. Biaya tambahan yang muncul untuk mengolah kembali (<em>re-work</em>) ataupun membuang (<em>dispose</em>) produk tersebut bisa membuat total ongkos produksi membengkak. Hal ini yang akhirnya akan menurunkan value yang diterima oleh pelanggan.</p>
<p>Ah.. saya tak ingin berlama-lama membahas hal ini. Singkatnya berbagai metode dan pendekatan berbasis pandangan TQM ini hadir sebagai alternatif. Anda tentu sudah mengenal (bahkan mungkin mempraktikkan) Kaizen, Six Sigma, Malcolm Balridge, Deming System, Management by Objective, dll. Kita bebas untuk mengadopsi metode mana saja.</p>
<p>Satu pertanyaan menyeruak di kepala saya. Metode mana pun yang Anda pilih, selalu menyebutkan Kaizen sebagai praktik awal sejarah TQM. Hal ini menandakan, bangsa Jepang adalah bangsa yang pertama kali sadar mengenai TQM. Pertanyaannya, <strong>kenapa harus berawal di Jepang?</strong></p>
<p>Bangsa Jepang dikenal memiliki keterkaitan yang kuat dengan budayanya. Kondisi geografis sebagai kepulauan yang terpencil dari daratan, telah menumbuhkan sikap primordialisme yang kuat. Kondisi ini mirip seperti kepulauan Inggris di Eropa. Bahkan sampai saat ini, orang Jepang dikenal tidak mampu berbahasa asing.</p>
<p>Entah bagaimana sebabnya, bangsa Jepang dikenal pula karena kesempurnaan dalam kesehariannya. Orang Jepang terbiasa mengerjakan semua hal dengan sempurna. Mungkin karena sumber daya alam yang terbatas, membuat mereka mengembangkan sikap efisiensi dan efektivitas dalam mengolahnya menjadi barang konsumsi.</p>
<p>Mari kita lihat lebih detil. Orang Jepang memiliki acara minum teh yang disebut <em>Chado</em>. Dalam acara ini, seluruh aktivitas telah direncanakan dengan detil. Kelengkapan peralatan berupa teko, cawan, wadah gula, sendok, dan pengaduk merupakan persiapan standar yang wajib tersedia. Selanjutnya, prosesi acara mulai dari menyiapkan peralatan, menyeduh dan meminum teh sampai membersihkan peralatan, memiliki ritual tersendiri. Tidak boleh ada satu bagian pun yang terlewat atau salah. Harapannya tentu agar hasil seduhan teh bisa dinikmati dengan sempurna.</p>
<p>Ada lagi budaya Jepang yang populer yang disebut Ikebana. Seni merangkai bunga ini telah dimulai sekitar 14 abad yang lalu. Seluruh usaha untuk menempatkan harmoni berbentuk warna, ritme, dan desain, dituangkan dalam sebuah tanaman dalam pot. Tanaman yang sudah dipisahkan dari alam (baca: dipetik) haruslah diberi wadah yang memiliki keharmonisan seperti alam aslinya. Ikebana tak lain adalah bentuk menuangkan kesempurnaan dalam wujud eksploitasi keindahan tumbuhan.</p>
<p>Dalam bentuk yang lebih besar dibandingkan dua contoh di atas, bangsa Jepang pernah memiliki samurai sebagai suatu sistem budaya. Sebuah kelompok yang dibentuk untuk setia dan melindungi kekaisaran telah berkembang menjadi suatu sistem budaya yang kompleks. Tidak hanya aspek spiritual yang mampu membuat seorang samurai rela mengorbankan nyawanya, namun aspek teknis dalam proses menempa diri telah dirancang, dipraktikkan dan disempurnakan secara turun-temurun. Dalam gerakan seorang samurai, tidak ada hal yang sia-sia. Seluruh tarikan nafas, kontraksi otot dan konsentrasi pikiran, bersinergi untuk tujuan yang sama. Sebuah sabetan pedang yang secara sempurna mematikan musuh yang dihadapinya.</p>
<p>Melihat beberapa contoh di atas, saya rasa cukup mewakili potret budaya Jepang yang menjadi latar belakang munculnya konsep Kaizen (<em>continuous improvement</em>) yang nantinya diadopsi menjadi dasar filosofi TQM. Tidak heran inovasi itu terlahir di sana. Bangsa Jepang terbiasa mengejar kesempurnaan dalam setiap detil aktivitas sehari-hari. Sikap ini yang terus terbangun mulai dari hal kecil sampai menjadi kompleks, dan akhirnya digunakan dalam dunia manajemen.</p>
<p>Jadi, tidak terlalu mengherankan kalau dari daratan Jepang muncul Kaizen, Demings System (1), Toyota Ways, legenda Honda, raja inovasi Sony, raksasa bisnis Mitsubishi dan berbagai macam keajaiban bisnis lainnya. Mereka adalah buah dari kerja keras serta budaya yang telah mencetak cara pandang orang Jepang dalam mengejar kesempurnaan.</p>
<p style="text-align: center;">-o0o-</p>
<p>Notes:<br />
(1) Ingat, walaupun Edward Demings berasal dari Amerika, buah pikirannya justru berkembang di Jepang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2009/10/19/mengejar-kesempurnaan-pursuit-of-excellence/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Lalat</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2009/07/26/berburu-lalat/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2009/07/26/berburu-lalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 23:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngemong]]></category>
		<category><![CDATA[berburu lalat]]></category>
		<category><![CDATA[berdarah dingin]]></category>
		<category><![CDATA[home education]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[menangkap lalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan di suatu akhir pekan, keluarga kami menghabiskan waktu di sebuah pusat perbelanjaan. Ketika waktu sholat tiba, kami pun menuju ke musholla. Nah, di sini lah petualangan berburu lalat dimulai&#8230;
Musholla di mall itu memiliki AC, sehingga ruangannya jadi dingiiin sekali. Di musholla ini, Abbas dan Yasmin bisa berburu lalat sepuasnya. Lalat-lalat di musholla ini mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syahdan di suatu akhir pekan, keluarga kami menghabiskan waktu di sebuah pusat perbelanjaan. Ketika waktu sholat tiba, kami pun menuju ke musholla. Nah, di sini lah petualangan berburu lalat dimulai&#8230;</p>
<p>Musholla di mall itu memiliki AC, sehingga ruangannya jadi dingiiin sekali. Di musholla ini, Abbas dan Yasmin bisa berburu lalat sepuasnya. Lalat-lalat di musholla ini mudah sekali ditangkap. Yasmin, yang berumur dua tahun saja, bisa lho menangkap lalat di mushola ini. Lho kok bisa?</p>
<p>Ternyata, lalat termasuk binatang berdarah dingin. Abbas sudah belajar mengenai binatang berdarah panas dan berdarah dingin. Binatang yang berdarah panas, suhu tubuhnya tetap, tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Sementara binatang berdarah dingin, suhu tubuhnya mengikuti suhu lingkungan di sekitarnya. Contoh binatang berdarah dingin adalah kadal dan lalat.</p>
<p>Nah, hewan yang berdarah dingin jika berada di tempat yang dingin, suhu tubuhnya akan turut menjadi dingin pula. Jika suhu tubuhnya terlalu rendah, hewan berdarah dingin menjadi sulit bergerak karena tubuhnya kaku kedinginan. Itulah sebabnya, kadal sering kita jumpai sedang berjemur di atas batu. Karena jika kadal kedinginan, tubuhnya akan menjadi kaku dan tidak bisa bergerak. Kalau kadal tidak bisa bergerak, ia dengan mudah dapat ditangkap oleh pemangsanya.</p>
<p>Demikian pula dengan lalat. Lalat-lalat yang berada di musholla yang dingin itu, tubuhnya menjadi kaku dan tidak bisa terbang. Abbas dan Yasmin dapat dengan mudah menangkap lalat-lalat yang sedang kedinginan di sana. Wah, Abbas bisa menangkap sampai sepuluh ekor lalat lho! Lalat-lalat itu digenggam kuat-kuat. Karena ketika lalat yang kedinginan itu bersentuhan dengan tangan kita yang hangat, ia bisa bergerak dan terbang lagi!</p>
<p>Boleh deh Abbas dan Yasmin berburu lalat sambil menunggu Ayah dan Ummi melaksanakan sholat. Tapi nanti setelah selesai berburu lalat, jangan lupa cuci tangan yang bersih ya.. supaya kuman dan kotoran yang dibawa lalat tidak masuk ke dalam tubuh kita.</p>
<p>Begitulah keseharian <a class="wp-caption" title="Blog Tarbiyatul Abna" href="http://tarbiyatulabna.wordpress.com/" target="_blank">anak Homeschooling</a>, bisa belajar tentang apa saja di mana saja. Belajar jadi mengasyikkan dan mudah dipahami. Eksperimen biologi tidak harus dilakukan di dalam laboratorium yang mahal, tapi bisa dilakukan di mana saja. Topik-topik yang sudah dipelajari tidak menguap terlupakan begitu saja, tapi dicari aplikasinya di kehidupan di sekitar kita.</p>
<p>Untuk teman-teman pembaca, selamat berburu lalat juga!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2009/07/26/berburu-lalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mail Merge di Microsoft Excel 2007</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2009/04/12/mail-merge-di-microsoft-excel-2007/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2009/04/12/mail-merge-di-microsoft-excel-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 17:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
				<category><![CDATA[A little bit Techie]]></category>
		<category><![CDATA[excel]]></category>
		<category><![CDATA[mail merge]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft excel]]></category>
		<category><![CDATA[ms excel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Fasilitas mail merge sudah kita kenal pada Microsoft Words. Fasilitas ini memungkinkan kita untuk mencetak sekumpulan dokumen yang memiliki format yang sama, dengan data yang berbeda-beda. Contoh penggunaan mail merge yang sering kita temui adalah ketika kita mencetak amplop dengan tujuan yang berbeda-beda. Biasanya, format dokumen mail merge diletakkan di sebuah file Words, dan data-datanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fasilitas mail merge sudah kita kenal pada Microsoft Words. Fasilitas ini memungkinkan kita untuk mencetak sekumpulan dokumen yang memiliki format yang sama, dengan data yang berbeda-beda. Contoh penggunaan mail merge yang sering kita temui adalah ketika kita mencetak amplop dengan tujuan yang berbeda-beda. Biasanya, format dokumen mail merge diletakkan di sebuah file Words, dan data-datanya diambil dari file Microsoft Excel.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/teaser.png?t=1239766056" border="0" alt="" width="430" height="168" /></p>
<p>Namun, terkadang kita memerlukan fasilitas mail merge ini pada Microsoft Excel. Saya dan rekan-rekan di kantor telah lama mendambakan keberadaan fasilitas ini di Microsoft Excel. Di kantor saya, banyak pekerjaan yang dikerjakan menggunakan Excel. Bahkan Excel sudah menjadi aplikasi andalan untuk segala kondisi. Pernahkah Anda menemui sebuah aplikasi penilaian proyek sebesar 300 triliun menggunakan Excel? Hehehe.. di kantor saya, ada yang demikian itu. (Padahal di kantor-kantor swasta untuk menangani proyek di atas 5 M saja sudah menggunakan aplikasi taylor-made senilai puluhan sampai ratusan juta).</p>
<p>Dengan bantuan VLOOKUP, Spin Button dan sebaris script VBA kita sudah dapat membuat mail merge di Microsoft Excel 2007.<br />
<span id="more-192"></span><br />
Kita mulai dengan membuat satu file Excel yang terdiri dari dua sheet. Sheet pertama untuk format dokumen, serta sheet kedua sebagai penampung data. Untuk memudahkan penjelasan selanjutnya, kita namai sheet yang digunakan sebagai format dokumen dengan nama <strong>Tampilan</strong>, dan sheet tempat data diletakkan dengan nama <strong>Database</strong>.</p>
<p><strong>Ada syarat penting yang harus tersedia pada sheet Database</strong>, yaitu kolom terkiri (kolom A) harus berisi id unik atau primary key. Pokoknya, isi aja kolom A dengan angka 1, 2, 3, dst sampai dengan baris data yang terakhir. Tidak boleh ada angka yang sama.</p>
<p>Setelah itu, <strong>di sheet Tampilan sediakan sebuah cell di luar Print Area yang akan digunakan sebagai Reference. </strong>Misalnya, print area pada sheet Tampilan yang saya miliki adalah dari kolom A sampai G. Maka saya jadikan cell H1 sebagai cell referensi. Dengan demikian, cell ini tidak akan ikut tercetak di kertas. Cell ini berfungsi sebagai referensi ke kolom Primary Key yang kita telah buat pada sheet Database. Isi cell ini berupa angka satu sampai dengan angka terakhir yang ada pada kolom A sheet Database.</p>
<p>Pada sheet Tampilan, munculkanlah data dari sheet Database menggunakan <strong>fungsi VLOOKUP</strong>. Gunakan angka pada cell Referensi sebagai trigger VLOOKUP. Misalnya, pada cell yang menampilkan data dari kolom ke 10 sheet Database, formulanya akan berbunyi: =VLOOKUP($H$1;Database!$A$1:$AC$520;10;FALSE). Jika Anda masih belum paham fungsi VLOOKUP, <a href="http://www.google.co.id/search?q=excel+vlookup+tutorial&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a">banyak tutorial yang bisa Anda pelajari</a>.</p>
<p>Sampai di sini kita akan masuk pada kunci terpenting pembuatan mail merge pada Excel. Kita akan membuat supaya cell Referensi di sheet Tampilan bisa bekerja os-tos-mas-tis seperti pada fasilitas mail merge yang tersedia di Microsoft Words. Caranya, <strong>dengan memanfaatkan Spin Button sebagai pemicu bergeraknya cell Referensi</strong>, serta jika Anda mau kita bisa menambahkan sebaris skrip VBA untuk mengotomatisasi pencetakan.</p>
<p>Untuk mewujudkan hal ini, kita <strong>munculkan dulu Control Toolbox dan Design Mode</strong>. Bagi yang sudah tahu caranya, silahkan lanjut ke alinea berikutnya. Bagi yang belum tahu, lakukan langkah berikut. Pada menu Excel 2007, yang masih juga membingungkan saya itu, klik pada drop down menu di sebelah kanan ribbon. Klik pada More Commands, sehingga muncul jendela Excel Options. Klik pada tab Customize di menu sebelah kiri jendela tersebut. Kemudian pada jendela Customize the Quick Access Toolbar yang muncul, pada Choose commands from pilih All commands. Carilah Insert Control dan Design Mode, lalu klik tombol Add. Pastikan <a href="http://spreadsheetpage.com/index.php/tip/using_controls_on_worksheets/">Insert Control dan Design Mode</a> telah muncul di jendela sebelah kanan. Lalu klik OK.</p>
<p><a href="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/1.png?t=1239601130"><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/1.png?t=1239601130" border="0" alt="" width="434" height="294" /></a></p>
<p><a href="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/3.png?t=1239601125"><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/3.png?t=1239601125" border="0" alt="" width="437" height="356" /></a></p>
<p>Setelah Control Toolbox dapat dimunculkan, <strong>buatlah sebuah tombol Spin Button di sheet Tampilan</strong>. Klik pada Control Toolbox dan pilih button yang memiliki dua tanda panah berlawanan arah. Tombol itu jika kita hovering di Toolbox akan memunculkan nama Spin Button. Tempatkan di area yang nyaman bagi Anda. Saya menempatkan Spin Button di sebelah cell Referensi (H1).</p>
<p><a href="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/4.png?t=1239891737"><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/4.png?t=1239891737" alt="" /></a></p>
<p>Setelah itu, klik kanan pada Spin Button, pilih Properties. Pada jendela Properties yang muncul, <strong>ada tiga properties yang harus disesuaikan</strong>, yaitu LinkedCell, Min dan Max. Cari property LinkedCell dan isikan dengan alamat cell Referensi, dalam file yang saya buat alamatnya di H1. Kemudian, isi property Min dengan 1 dan property Max dengan angka terakhir di kolom A sheet Database. Setelah itu, tutup jendela Properties.</p>
<p><a href="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/6.png?t=1239766021"><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/6.png?t=1239766021" border="0" alt="" width="144" height="512" /></a></p>
<p>Langkah terakhir adalah <strong>menonaktifkan Design Mode</strong>, agar Spin Button yang baru saja kita oprek dapat digunakan. Klik pada icon Design Mode di sebelah kanan ribbon. Setelah Design Mode pada posisi off, cobalah mengklik Spin Button dan perhatikan efeknya pada cell Referensi. Angka pada cell tersebut dapat bergerak maju mundur sesuai klik yang kita lakukan pada SpinButton. Jika cell-cell pada sheet Tampilan sudah kita sematkan fungsi VLOOKUP, maka cell-cell tersebut juga akan berubah sesuai klik pada Spin Button. Selain melakukan klik pada SpinButton, kita juga bisa mengubah secara manual isi cell Referensi. Kita bisa memasukkan langsung angka berapa pun pada cell ini.</p>
<p>Sampai di sini <strong>mail merge pada Excel 2007 sudah bisa digunakan</strong> seperti pada Microsoft Words. Tapi jika Anda adalah seorang pemalas seperti saya, kita bisa meningkatkan mail merge excel ini agar kerjaan dapat diselesaikan lebih efisien. Cukup dengan satu klik, ganti field merge dan pencetakan bisa dilakukan bersamaan. Caranya sbb.</p>
<p>Kita aktifkan dulu Design Mode dengan mengklik tombol Design Mode, agar kita bisa mengedit Spin Button. Kemudian, klik ganda pada Spin Button sampai muncul jendela VBA. Tambahkan skrip<br />
ActiveSheet.PrintOut di tengah dua skrip yang sudah ada. Sehingga skrip selengkapnya menjadi:</p>
<pre class="html">Private Sub SpinButton1_Change()
ActiveSheet.PrintOut
End Sub</pre>
<p>Tutup jendela VBA dengan File | Close and Return to Microsoft Excel (Alt Q). Lalu non-aktifkan lagi<br />
Design Mode. Nah, setelah langkah ini dilakukan, setiap kali kita mengklik Spin Button, kita akan langsung berpindah field merge sekaligus melakukan pencetakan. Dengan cara ini, tugas saya mencetak dokumen untuk dikirim kepada 510 pemerintah daerah se-Indonesia setiap bulan itu bisa dilakukan dengan jauh lebih mudah.</p>
<p><a href="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/7.png?t=1239601127"><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/7.png?t=1239601127" border="0" alt="" width="443" height="276" /></a></p>
<p>Ketika membuka kembali file mail merge ini, jangan lupa untuk <strong>meng-enable macro</strong>. Karena jika tidak di-enable, maka macro secara default akan dinonaktifkan sehingga tombol Spin Button tidak dapat digunakan. Caranya dengan meng-klik pada jendela Security Warning yang muncul, kemudian klik pada Enable.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/open-1.png?t=1239767178" border="0" alt="" width="366" height="148" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/open-2.png?t=1239767272" border="0" alt="" width="386" height="347" /></p>
<p>Untuk mempermudah memahami tutorial ini, Anda dapat mengunduh <a href="http://rapidshare.com/files/221474281/contoh_mail_merge_excel.xls.html">contoh file mail merge Excel</a> yang saya gunakan.</p>
<p>Saya dedikasikan tulisan ini untuk rekan-rekan kerja di Subdit Pelaksanaan Transfer II, dan seluruh rekan-rekan DJPK. Terimakasih juga pada <a href="http://groups.yahoo.com/group/xl-mania">milis</a> <a href="http://www.xl-mania.com">xl-mania</a>. Semoga tulisan ini bermanfaat. Selamat mencoba!</p>
<p><strong>Update!<br />
</strong>Saya menambahkan<strong> CheckBox </strong>untuk mengendalikan pencetakan. Jika CheckBox di-check, maka ketika kita menekan tombol SpinButton, maka pencetakan akan berjalan otomatis. Data yang tampil akan berpindah dari nomor referensi sebelumnya, plus data yang baru akan langsung dicetak.</p>
<p>Jika CheckBox tidak di-check, maka ketika kita menekan tombol SpinButton, perpindahan tampilan data tidak diikuti dengan pencetakan otomatis.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/update-excel-trik.png" border="0" alt="" width="430" height="168" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/update-vba-trik.png?t=1244196921" border="0" alt="" width="430" height="168" /></p>
<p>Skrip VBA yang digunakan menjadi:<br />
<code>Private Sub SpinButton1_Change()<br />
If CheckBox1.Value = True Then ActiveSheet.PrintOut<br />
End Sub</code></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2009/04/12/mail-merge-di-microsoft-excel-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bacaan: Hidden Side of A Sindhen</title>
		<link>http://www.uliansyah.or.id/2009/02/13/bacaan-hidden-side-of-a-sindhen/</link>
		<comments>http://www.uliansyah.or.id/2009/02/13/bacaan-hidden-side-of-a-sindhen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 04:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Abbas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persepsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uliansyah.or.id/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar profesi Sindhen? Pernah mengrenyitkan kening ketika ada seseorang yang memilih jalan hidup sebagai pesinden? Pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya menjadi anak seorang sinden?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu bisa ditemukan di buku ini. Sebuah roman yang menceritakan jalan hidup seorang sinden. Sebuah profesi yang sering dipandang miring oleh masyarakat.
Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata. Bahkan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar profesi <a title="Definisi Sinden" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pesinden" target="_blank">Sindhen</a>? Pernah mengrenyitkan kening ketika ada seseorang yang memilih jalan hidup sebagai pesinden? Pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya menjadi anak seorang sinden?</p>
<p><img src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/sindhen.png" border="0" alt="Hidden Side of A Sindhen" /></p>
<p>Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu bisa ditemukan di buku ini. Sebuah roman yang menceritakan jalan hidup seorang sinden. Sebuah profesi yang sering dipandang miring oleh masyarakat.</p>
<p>Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata. Bahkan yang membuat buku ini sangat istimewa, adalah bahwa ia ditulis oleh anak dari tokoh utama buku ini. Ya, buku ini ditulis oleh anak seorang sindhen.<span id="more-86"></span></p>
<p>Sindhen, bagi yang belum tahu, adalah sebutan bagi penyanyi wanita sebuah orkestra Jawa. Sindhen bisa muncul di pagelaran wayang yang akan menyanyikan syair-syair sesuai pesan yang tersimpan dalam adegan yang dibawakan oleh sang Dalang. Sinden bisa juga sebagai bagian dari sebuah pertunjukan karawitan, pertunjukan yang semata-mata hanya melantunkan lagu-lagu Jawa.</p>
<p>Sinden berbeda dengan ledek. Ledek adalah penari wanita yang muncul dalam pertunjukan ronggeng. Walaupun berbeda dengan ledek, sinden tetap dipandang sebagai profesi wanita yang kurang baik. Penampilan dan suara yang menarik, serta frekuensi bertemu dengan lelaki lain yang sangat tinggi, membuat sinden sering dianggap sebagai perebut suami orang.</p>
<p>Saya sangat beruntung bisa mendapatkan buku ini, bahkan sebelum didistribusikan di toko buku. Saya mendapat buku ini dari seorang teman kantor. Ia ternyata adalah kakak dari sang penulis buku. Bahkan kawan saya ini masuk sebagai  tokoh cerita dalam buku ini.<br />
<img style="border: 0px initial initial;" src="http://i235.photobucket.com/albums/ee147/uliansyah/blog/Myrie-0118.jpg" border="0" alt="Salam dari Penulis" width="430" height="574" /></p>
<p>Buku Hidden Side of A Sindhen adalah novel kesekian yang saya baca yang mengangkat latar budaya Jawa sebagai wadah terjadinya konflik. Sebelumnya ada beberapa karya lain yang memotret konflik yang muncul karena kultur Jawa dan terjadi di tengah kultur Jawa. <strong>&#8220;Para Priyayi&#8221;</strong>, misalnya. Novel karangan <a title="Umar Kayam @ wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_Kayam" target="_blank">Umar Kayam</a> ini memiliki alur cerita yang rumit namun logis, lengkap dengan melompat-lompatnya tokoh utama yang diceritakan, serta penggambaran yang kuat adanya perbedaan pola pikir masing-masing tokoh. Ada pula trilogi <strong>&#8220;Ronggeng Dukuh Paruk&#8221;</strong> karya <a title="Ahmad Tohari @ wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Tohari" target="_blank">Ahmad Tohari</a>. Juga <strong>&#8220;Burung-burung Manyar&#8221;</strong> karya YB Mangunwijaya atau Romo Mangun.</p>
<p>Kesamaan dari buku-buku di atas, selain karena latar budaya Jawa, adalah terperangkapnya sang tokoh dalam suatu situasi dan kondisi yang membuat ia terpaksa atau dipaksa mengambil pilihan hidup yang sulit.</p>
<p>Buku Hidden Side of A Sindhen ini menceritakan tentang kehidupan seorang wanita Jawa yang berasal dari sebuah dusun. Ia dibentuk oleh lingkungan dengan pola pikir yang nJawani (khas Jawa), mulai dari Ayahnya, Simbahnya (nenek), Ibu Tirinya, sampai pada keluarga besar, puak dan lingkungannya. Kungkungan pola pikir ini amat jender, seperi misalnya: wanita tidak punya hak pilih dalam jodoh, wanita berorientasi pada pengabdian, wanita tidak boleh berbicara mengungkapkan pendapat, wanita tempatnya hanya di dapur dan kasur, dll. Pria didudukkan pada posisi supreme ultimate super power. Apa yang disabdakannya pasti benar dan wajib diterima. Siapapun yang menentangnya pasti salah dan harus dihukum.</p>
<p>Kungkungan pola pikir ini membawa sang tokoh bernama Sayem alias Slumpring untuk mengakhiri dua pernikahannya secara tragis. Penggambaran fragmen tersebut disampaikan dengan amat baik oleh penulis. Lengkap dengan konflik batin yang dialami sang tokoh. Sepintas, alur hidup tokoh ini tidak akan jauh berbeda dengan takdir yang dijalani berjuta wanita Jawa lainnya. Dipersunting, melahirkan anak, mengurus dapur, dan mengabdikan diri sepenuhnya bagi para suami. Semua itu dijalani tanpa adanya pengakuan dari dunia bahwa wanita adalah seorang manusia. Wanita tak pernah dianggap sebagai seorang manusia secara utuh. Seorang manusia yang memiliki cara berpikir yang unik. Seorang manusia yang memiliki perasaan. Semua dikebiri dengan dogma-dogma khas Jawa seperti: ora ilok, ora pantes cah wadon kaya ngono kuwi, dst dst dst.</p>
<p>Kungkungan pola pikir ini juga dibenturkan dengan kemiskinan. Sebuah benturan yang benar-benar menimbulkan posisi yang sulit bagi pelaku wanita. Pilihan apapun yang ia ambil, ia tidak melihat pilihan tersebut dapat membawanya ke kehidupan yang lebih baik.</p>
<p>Pesan yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan buku ini adalah bahwa masih banyak lapisan masyarakat kita yang belum tersentuh dakwah Islam. Masih banyak yang memilih jalan bukan Islam dalam hidupnya. Yang mengkhawatirkan, pilihan itu mereka jatuhkan karena memang tidak mengenal Islam. Sehingga tidak tahu, apa dan bagaimana bentuk jalan hidupnya serta konsekuensi yang akan dihadapi di akhirat kelak.</p>
<p>Karena itu pendekatan nasihat haruslah lebih dahulu dikedepankan sepanjang orang yang didakwahi bukan seorang yang dikenal karena kampanyenya untuk menolak syariah.</p>
<p>Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang sangat menjaga asupan makanannya? Misalnya seseorang yang menolak memakan jeroan karena takut kolesterol. Ada pula orang yang tidak mau makan kacang-kacangan karena khawatir terkena asam urat. Juga orang yang berhati-hati dengan makanan manis karena punya sejarah keluarga berpenyakit diabetes. Ada pula orang yang gemar berolahraga untuk menjaga kesehatan di hari tua. Meninggalkan rokok untuk menjaga paru-paru yang tinggal 35% berfungsi. Atau menjaga aktivitas karena fungsi hatinya sudah tergerogoti. Orang-orang ini paham betul ancaman yang akan menghampiri di masa tua.</p>
<p>Mirip seperti itu pulalah orang yang meninggalkan larangan Allah dan rajin mengerjakan perintah-Nya. Hanya saja, visi hidupnya melebihi kehidupan dunia. Mereka meninggalkan sesuatu dan mengerjakan sesuatu karena pertimbangan akhirat. Orang-orang seperti ini memiliki ketakutan akan kemurkaan Tuhannya di hari akhir nanti. Mereka khawatir hidupnya akan sia-sia di mata Tuhannya.</p>
<p>Dan terakhir, bagi orang-orang yang tidak sempat tersentuh dakwah di masa hidupnya, kami mintakan ampunan dari Al-Ghoffar Yang Maha Pengampun sepanjang ia masih menyatakan keislamannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uliansyah.or.id/2009/02/13/bacaan-hidden-side-of-a-sindhen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
