Pasar Tenaga Kerja PNS

Seorang sepupu sedang bersiap-siap pindah kerja untuk ketiga kalinya. Setiap kali ia pindah perusahaan, hampir dipastikan ada keuntungan finansial dalam penawaran pindah tersebut. Gaji bertambah, jabatan pun terdongkrak. Dalam bidang industri yang digelutinya, yaitu perminyakan, pasar tenaga kerja memang hampir terbentuk sempurna. Mudah baginya untuk memilih tempat kerja yang memberikan penawaran lebih menguntungkan.

Seorang sepupu lain lebih gila lagi. Ia memang membangun karirnya dengan jurus kutu loncat. Sejak lulus Sarjana Pertanian kira-kira 20 tahun yang lalu, ia memulai karirnya sebagai asisten perkebunan. Beberapa tahun kemudian, ia pindah ke perusahaan perkebunan lainnya sebagai manajer kebun. Dalam hitungan belasan tahun karirnya, ia melakukannya beberapa kali lagi sampai saat ini mencapai posisi Vice Director.

Seorang kawan juga bertipe kutu loncat. Sebagai lulusan D1 Teknologi Informasi, ia sadar sangat sulit bersaing dengan lulusan S1 TIK. Karena itu ia tidak mengharap jabatan. Yang dikejarnya cukuplah kenaikan gaji. Terkadang ada penawaran pindah kerja dengan imbal dua kali gaji atau lebih.

Ketiga contoh di atas adalah contoh ketersediaan pasar tenaga kerja untuk industri tertentu. Keuntungan dari adanya pasar ini adalah selalu terciptanya harga equilibrium di antara persilangan penawaran dan permintaan tenaga kerja. Karyawan sebagai pihak yang memberikan penawaran diuntungkan dengan adanya taksiran harga yang sesuai dengan tingkat keahlian yang diberikan. Sementara kumpeni sebagai pihak yang melakukan permintaan, diuntungkan dengan adanya kisaran standar harga tenaga kerja.

Harga Equilibrium dalam Pasar Tenaga Kerja

Harga Equilibrium dalam Pasar Tenaga Kerja

Sayangnya, pasar tersebut tidak tersedia bagi PNS seperti saya. Pengaturan harga tenaga kerja PNS (baca: gaji dan tunjangan) sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Termasuk pula besaran honor yang diatur di Standar Biaya Umum. Sangat kecil ruang yang tersedia untuk membentuk pasar tenaga kerja bagi PNS. Ketika Anda (yang PNS) mendapat “rejeki” mutasi, umumnya gaji dan tunjangan tidak berubah.

Dalam konteks pasar tenaga kerja PNS, hanya beberapa kejadian yang dapat memengaruhi harga tenaga Anda. Yang pertama adalah promosi. Dengan mendapat promosi ke tingkat jabatan yang lebih tinggi, maka harga tenaga Anda juga meningkat. Tetapi jika dilihat dari harga jabatannya maka sebenarnya sama saja (eselon IV di unit ini dan unit itu umumnya memiliki harga yang sama). Bisa juga Anda pindah ke unit yang grade remunerasi-nya lebih tinggi. Dengan demikian harga tenaga Anda juga akan disesuaikan dengan grade di unit yang baru. Kondisi ini mungkin lebih mencerminkan harga tenaga Anda karena telah memiliki unsur permintaan dan penawaran.

Adapula jurus yang lain, yaitu mengubah status struktural menjadi fungsional atau sebaliknya. Sudah umum ditemui, jika kondisi sedang menguntungkan menjadi struktural maka seseorang cenderung meninggalkan posisi fungsionalnya menjadi struktural. Misalnya: dengan jalur fungsional, seseorang dapat lebih cepat mencapai golongan III/c. Setelah mencapai golongan tersebut, ia dapat menyeberang ke struktural dan menjadi pejabat eselon IV. Jabatan eselon IV memang mensyaratkan golongan minimal adalah III/c. Sebaliknya, seseorang dengan jabatan yang sepertinya sudah mentok di eselon III, ia dapat bersalin rupa menjadi fungsional agar golongannya dapat terus naik. Perpindahan antarstatus ini juga termasuk proses membentuk harga tenaga kerja PNS karena melibatkan unsur permintaan dan penawaran.

Penyesuaian gaji berkala dan kenaikan gaji 15% per tahun tidak saya masukkan dalam hitungan harga pasar karena tidak ada unsur permintaan dan penawaran. Jadi kedua hal tersebut saya anggap tidak membentuk pasar tenaga kerja PNS.

Sempitnya pasar tenaga kerja bagi PNS memang memberikan satu karakteristik yang berbeda dari pasar tenaga kerja swasta. PNS cenderung dihargai hanya dari atribut formal yang dikenakannya, alih-alih dari potensi yang dimilikinya. Secara agregat, hal ini merugikan organisasi yang memperkerjakan PNS, karena SDM tidak diberdayakan secara optimal. Ada inefisiensi antara input potensi dan output kinerja organisasi. SDM yang dikelola secara formal juga memiliki kerugian psikologis. Motivasi PNS potensial dapat menurun karena merasa tidak dihargai. Ujung-ujungnya, makin banyak PNS apatis yang hanya menjadi free rider. Sikapnya terbentuk atas dasar premis, “Apa untungnya buat saya?”. Salah siapa kalau sudah jadi begini?

Solusi sementara yang bisa saya usulkan bagi Anda, PNS berpotensi tinggi, hanyalah: carilah penyaluran di tempat lain. Potensi terpendam Anda bisa disalurkan melalui kegiatan-kegiatan sosial, bisnis sampingan, klub hobi, pembina ekskul di almamater Anda, dll. Simpan dan asah potensi Anda sampai pasar tenaga kerja PNS sudah cukup ideal.

Bagaimana kalau tidak pernah ada pasar ideal bagi PNS? Hehehe.. Mungkin sudah saatnya bagi Anda untuk terjun ke pasar tenaga kerja yang sempurna saja.

PS: Ingat, lawannya promosi adalah demosi. Lawannya mutasi normal adalah mutasi usiran (ke kantor yang nggak enak tentunya). Hukuman disiplin dapat menurunkan penghasilan Anda. Begitu pula hukuman sosial :p

Share

Yes, No, Cancel

KAPAN YA BISA BERARTI TIDAK

Sedari kecil, saya dibesarkan dengan lingkungan tipikal Jawa. Salah satu kebiasaan (buruk) yang tertancap dalam diri saya adalah berkata Ya walaupun yang dimaksud adalah Tidak. Saya kerap diprotes karena kebiasaan itu. Salah satu pemrotes terbesar adalah istri saya. Dia dibesarkan dalam lingkungan Sumatra yang benar-benar to the point. Ya berarti Ya, dan Tidak berarti Tidak.

Masyarakat Jawa mungkin merasa penolakan adalah hal yang tabu. Ini selaras dengan prinsip Jawa lainnya, yaitu nrimo. Nrimo berarti menerima semua yang didapat dalam hidup dengan penuh kerelaan (ridlo). Sebuah penolakan dalam hidup akan menurunkan martabat kejawaan seorang Jawa. Untuk menghindari penolakan inilah, masyarakat Jawa menjauhi kalimat-kalimat negatif. Salah satunya adalah kata Tidak. Karena itu, seringkali orang Jawa berkata Ya yang berarti Tidak.

Coba perhatikan jika Anda menerima tamu Jawa. Ketika Anda menawarinya makan atau minum, dia akan menjawab “Ya”, tapi suguhan tidak pernah disentuhnya. Jika seorang tetangga Jawa lewat di depan rumah kita. Jika kita menawarinya untuk mampir di rumah kita, dia akan menjab “Ya”, tetapi kakinya tetap melangkah menjauh.

Kebayang nggak kalau hampir tiap hari ada pembicaraan seperti ini.

Istri: “Bang, mau nasi goreng nggak?”
Suami: “Iya” (sambil matanya tidak fokus entah ke mana)
Istri: “Dimasakin dulu ya..”
Setelah nasgor selesai dimasak:
Istri: “Ini bang nasi gorengnya.”
Suami: “Nggak laper, buat adek aja.”
Istri: grrrr……..

Seringkali, jika saya menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tidak sepenuhnya saya pahami, secara refleks kepala saya akan mengangguk dan mulut berkata “Ya”. Salah satunya yang terjadi siang tadi.

Supir Taxi: “Di bawah jembatan tol ()*@#*(@& (berisik gak kedengeran) ^&*^@* .. ya pak?”
Penumpang: “Iya.” (bukannya minta mengulang mengucapkannya/begging pardon).
Begitu supirnya belok ke arah tol, baru penumpangnya teriak-teriak..
Penumpang: “Lurus pak! Pak, lurus aja pak! Jangan belok!”
Supir Taxi: grrr……….

Kebiasaan Ya-Ya-Ya ini juga diperparah dengan ingatan saya yang pendek. Setelah mengucap Ya, otak saya langsung menghapus informasi yang ada di otak.

Boss: “Mas, tolong buatkan presentasi untuk rapat Senin pagi jam 9.”
Bawahan: “Ya pak.”
Senin pagi jam 8.30.
Boss: “Presentasi untuk rapat nanti mana?”
Bawahan: “Hah? Ada ya pak? Aduh Bapak kenapa ngasih tahunya mendadak sih? Kok nggak jauh-jauh hari..”
Boss: grrrr………

Ternyata, lingkungan sosial tidak seperti lingkungan komputer yang benar-benar eksak dalam menginterpretasikan input. Butuh seni dan rasa tersendiri menghadapi orang-orang seperti saya. Ya bisa berarti Ya jika diikuti pandangan mata yang tegas, anggukan kepala, atau bentuk lain penegasan non-verbal. Ya bisa berarti Tidak jika diikuti dengan pandangan mata menerawang, gumaman tak jelas, dll.

Bagaimana jika komputer mulai berperilaku seperti orang Jawa? Jendela dialog dengan pilihan Yes, No atau Cancel akan kehilangan fungsinya. Yes bisa berarti, “Saya tidak serius mengatakannya” (jadi jangan salahkan saya). No bisa berarti tidak untuk saat ini, tapi 10 menit lagi.

Apa yang akan Anda lakukan jika bertemu dengan orang seperti saya? Silahkan bagikan isi hati dan isi kepala Anda di kota komentar.

Share

Kesalahan Memahami Signifikansi Statistik

Saya terpikat oleh sebuah paper dari Raymond Hubbard dan J. Scott Armstrong (2005) yang berjudul “Why We Don’t Really Know What ‘Statistical Significance’ Means: A Major Educational Failure”. Meskipun paper tersebut sudah cukup tua, namun topik yang dibawakan masih cukup nendang bagi saya. Paper tersebut menunjukkan bahwa kerap terdapat kesalahan pemahaman makna signifikansi statistik dalam jurnal-jurnal dan buku-buku teks riset bisnis. Banyak penulis yang telah salah mengartikan makna signifikansi statistik dengan menggunakan kriteria p < α sebagai uji signifikansi statistik.

Buku-buku teks yang ditemukan bermasalah di antaranya adalah:

  1. Marketing Research within a changing information environment (Hair, Bush dan Ortinau, 2003);
  2. Marketing Research (Cooper dan Schindler, 2006);
  3. Marketing Research (Aaker, Kumar dan Day, 2001);
  4. Marketing Research: An applied orientation (Malhotra, 2004);
  5. Marketing Research: The impact of the internet (McDaniel dan Gates, 2002);
  6. Marketing Research (Parasuraman, Grewal dan Khrisnan, 2004).

Note: (nama pengarang yang dicetak tebal adalah referensi yang pernah saya gunakan). 

Riset

Bagaimana seharusnya uji signifikansi yang benar? Bagaimana kesalahpahaman kriteria p < α mulai muncul di ranah akademis? Dalam tulisan ini, saya akan menceritakan kembali isi paper tersebut kepada Anda.

Uji Signifikansi ala Fisher (p-value) dan ala Neyman-Pearson (α-level)

Uji signifikansi adalah salah satu tahap terpenting dalam sebuah riset, wa bil khusus riset yang bermetodologi kuantitatif. Uji ini yang akan menentukan simpulan hasil riset. Uji signifikansi menentukan apakah hipotesis yang dibuat di awal riset akan diterima atau ditolak. Karena peran pentingnya itulah, para ahli mencari cara terbaik yang dapat membedakan hasil pengamatan secara meyakinkan. Tingkat keyakinan yang memadai untuk dapat menerima suatu hipotesis tersebut yang kerap disebut dengan istilah signifikansi statistik (statistical significance).

Terdapat dua mazhab besar dalam penentuan signifikansi statistik dalam riset ilmu sosial. Mazhab Fisher menggunakan nilai p untuk menunjukkan uji signifikansi dan inferensi induktif. Sementara mazhab Neyman-Pearson menggunakan nilai alpha untuk menunjukkan perilaku yang terpilih di antara hipotesis null (H0) dan hipotesis alternatif (HA).

Mazhab yang dianut oleh Fisher berdasarkan cara berpikir induktif. Fisher menggunakan nilai p untuk menentukan signifikansi. Nilai p ini menunjukkan probabilitas hasil pengamatan (x) tidak memiliki efek atau hubungan dengan hipotesis null (H0), dinotasikan dengan P (x | H0). Nilai p menunjukkan besarnya probabilitas kebenaran hipotesis null (H0) saja tanpa ada hipotesis alternatif (HA). Jika H0 terbukti signifikan, maka bisa disimpulkan (inferensial) bahwa H0 diterima.

Mazhab Neyman-Pearson menggunakan uji hipotesis untuk mencari titik signifikansi antara dua hipotesis. Menurut mazhab ini, titik signifikansi tersebut tercapai saat model penelitian bebas dari kesalahan, atau setidaknya error/kesalahan dalam pengamatan bisa diminimalisasi. Signifikansi tersebut ditentukan oleh besarnya dua macam error, yaitu salah menolak H0, atau kerap disebut Type I Error (α), dan salah menerima HA, atau disebut Type Error II (β).

Dengan demikian, penggunaan p-value dan Type I error tidak dapat dicampuradukkan. Walaupun keduanya sama-sama mengamati ekor distribusi (tail distribution), tetapi P-value menunjukkan di area distribusi mana hasil penelitian terletak dan hanya bisa diketahui setelah uji statistik, sementara Type I Error menunjukkan apakah hasil penelitian akan jatuh di area distribusi yang diterima atau ditolak; dan nilainya ditentukan oleh peneliti sebelum uji statistik. Kombinasi keduanya untuk menguji signifikansi statistik tentu adalah sebuah metode penilaian yang bias.

Pendapat ini juga diamini oleh Wikipedia. Dalam lema mengenai P-value, wikipedia mengingatkan bahwa:

“…, P-value bukanlah probabilitas hipotesis null akan diterima, P-value juga tidak sama dengan tingkat kesalahan Tipe I, α.”   (http://en.wikipedia.org/wiki/P-value)

Demikian pula di lema mengenai signifikansi statistik, wikipedia menyebutkan hal yang serupa:

“Perlu ditekankan bahwa nilai-p Fisherian secara filosofis berbeda dari Tipe I kesalahan Neyman-Pearson . Kebingungan ini sayangnya masih disebarkan oleh banyak buku-buku statistik.”(http://en.wikipedia.org/wiki/Statistical_significance)

 

Sejak Kapan Kriteria p < α Mulai Muncul?

Ronald Fisher sendiri telah mengeluhkan bahwa uji signifikansi telah “terasimilasi” ke dalam kerangka pengujian hipotesis Neyman-Pearson. Melalui tulisannya berjudul “Statistical methods and scientific induction” yang diterbitkan tahun 1955 di Journal of the Royal Statistical Society, B, Volume 17: hal. 69–78, Fisher menolak asimilasi penggunaan p-value dan Type I Error tersebut.

Dalam berbagai sumber statistik untuk pentlitian bisnis dan ilmu-ilmu sosial, diajarkan bahwa penelitian dilakukan kurang lebih sebagai berikut:

  1. Peneliti menentukan hipotesis null (H0) dan hipotesis alternatif (HA).
  2. Peneliti menentukan tingkat signifikansi dengan menentukan nilai α (kesalahan Tipe I).
  3. Peneliti menghitung kekuatan tes (misalnya dengan nilai z). Sampai di sini, langkah-langkah riset telah sesuai dengan aliran Neyman-Pearson.
  4. Setelah itu, uji statistik dihitung, dan nilai p ditentukan.
  5. Signifikansi statistik riset ini kemudian ditentukan dengan menggunakan kriteria p <α. Jika p <α, hasilnya dianggap signifikan secara statistik, sedangkan jika p> α, maka hasil riset tidak signifikan.

Hasil akhir dari metode asimilasi Fisher dan Neyman-Pearson adalah bahwa, meskipun entitas yang sama sekali berbeda dengan interpretasi yang sama sekali berbeda pula, nilai p adalah dalam pikiran peneliti sekarang dipandang memiliki keterkaitaitan dengan tingkat kesalahan Tipe I, α. Dan karena keduanya sama-sama konsep probabilitas ekor wilayah distribusi, nilai p keliru ditafsirkan sebagai pengamatan berbasis frekuensi sebagaimana tingkat kesalahan tipe I, dan juga disalahgunakan sebagai bukti pengukuran terhadap H0 (yaitu, p <α) .

Penutup

Waktu membuka buku Metode Riset Bisnis edisi International (2008) yang disusun oleh Cooper dan Schindler, saya masih menemukan kriteria p<α digunakan di Bab Hypothesis Testing. Untungnya, tesis saya tidak menggunakan kriteria p <α ini.

Apakah mungkin skripsi-skripsi, tesis-tesis dan jurnal-jurnal masih salah kaprah pula memahami hal ini? Bagaimana dengan penelitian Anda? Ditunggu masukan dan pengalaman Anda di kotak komentar.

Gambar dari laman web Sekolah Pascasarjana UGM

Share

10 Website .go.id Tersibuk

Sepak terjang instansi pemerintah di kancah per-internet-an mungkin masih jauh tertinggal dibanding sektor swasta. Meskipun demikian, keberadaan website tersebut amat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari besarnya trafik kunjungan ke website-website pemerintahan.

Umumnya, kepopuleran website instansi pemerintah disebabkan oleh konten informasi yang ditampilkan serta penyediaan layanan online (e-procurement, aplikasi lowongan, e-SPT, kamus online, dll).

Top 10 .go.id yang Paling Banyak Dikunjungi

Berikut ini adalah hasil riset saya mengenai 10 website instansi pemerintah tersibuk. Metodologi riset adalah dengan membandingkan trafik antar website. Data trafik didapat dari alexa.com. Data berdasarkan posisi pada saat riset dilaksanakan (tanggal 9 November 2011).

Domain yang ditandingkan adalah domain utama. Sub-domain dianggap sebagai bagian dari domain utama. Penilaian untuk website depkeu.go.id sudah termasuk sub-domain: anggaran,depkeu.go.id, fiskal.depkeu.go.id, djpk.depkeu.go.id, dst. Untuk pajak.go.id diperlakukan terpisah dari depkeu.go.id karena memiliki domain utama yang berbeda.

Dan, ke-10 website go.id tersibuk adalah..

1. Website Kementerian Pendidikan Nasional (http://kemdiknas.go.id)

Website Kemendiknas

Website ini adalah website pemerintahan tersibuk, yang berada di ranking 260 untuk website Indonesia, dan 26 ribu untuk ranking seluruh dunia. Menurut catatan Internet Archive, website ini lahir pada 4 Mei 2010 atau baru berusia 1 tahun. Sebelumnya, website ini memiliki nama domain depdiknas.go.id.

Alexa Statistics Summary utk kemendiknas

Dari mana trafik tersebut berasal? Website menyediakan berbagai layanan di websitenya, seperti misalnya menyediakan link untuk mengunduh BSE (Buku Sekolah Elektronik), informasi beasiswa, informasi akreditasi perguruan tinggi, dll. Trafik terbesar datang dari pengunjung aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia online. Selain itu, karena banyak direferensikan oleh web lain (sekitar 2747 link), website kemendiknas diganjar skor Google Page Rank 6. Nilai tersebut menunjukkan bahwa website kemendiknas memiliki kredibiltas yang cukup tinggi. Hal ini dimungkinkan karena web kemendiknas banyak mendapat backlink dari website-website perguruan tinggi (.ac.id).

 

2. Website Dirjen Dikti (dikti.go.id)

Ditjen Dikti

Website ini sebenarnya adalah bagian dari kemendiknas juga, namun karena memiliki domain terpisah maka diperlakukan terpisah pula. Website dikti menempati ranking 381 untuk Indonesia, dan 31 ribu untuk dunia. Menurut catatan Internet Archive, website ini lahir pada tanggal 18 Mei 2004 sehingga saat ini telah berumur 7 tahun. Kredibilitas website ini cukup tinggi yakni memiliki Google Page Rank dengan nilai 6.

Statistics Summary for dikti.go.id

Website Dikti menyediaan akses jurnal akademis, informasi beasiswa dikti, panduan perguruan tinggi, download gratis majalah Kampus, direktori perguruan tinggi, dll. Ada pula berita prestasi-prestasi mahasiswa dan dosen Indonesia di kancah internasional seperti kontes robot.

 

3. Website Bank Indonesia (bi.go.id)

Bank Indonesia

Dugaan saya, website Bank Indonesia ini salah setting DNS, karena tidak bisa dibuka dengan alamat bi.go.id saja, namun harus menyertakan www di depannya. Meskipun demikian web ini menempati urutan ketiga dari daftar 10 website .go.id tersibuk. Website ini menempati ranking 503 untuk Indonesia dan 53 ribu untuk dunia. Website ini sudah berumur 13 tahun, mulai mengudara sejak 26 Januari 1998.

Stat Summary for bi.go.id

Di web ini, Anda bisa mendapatkan informasi kurs, inflasi dan berbagai publikasi mengenai ekonomi dan moneter Indonesia. Website BI juga menyediakan laporan-laporan keuangan bank-bank di Indonesia.

 

4. Website Kementerian Pertanian (deptan.go.id)

Deptan

Website Kementerian Pertanian berada di ranking 748 Indonesia dan 52 ribu dunia. Website ini sudah berumur cukup tua, menyaingi website BI, yaitu berumur 13 tahun (mulai online 5 Desember 1998). Tanpa awalan kem atau dep, membuat nama domain deptan lebih ‘abadi’, tidak seperti website kemendiknas yang sempat berganti nama.

Stat Summary

 

 

5. Website Kementerian Keuangan (depkeu.go.id)

Kemenkeu

Menempel sedikit di bawah Kementan adalah website Kementerian Keuangan dengan berada di 752 ranking Indonesia dan 46 ribu untuk dunia. Website ini lahir pada 25 Januari 1999, atau telah berusia 12 tahun. Website ini termasuk yang enggan berubah menjadi berawalan kem. Sama seperti website BI, website depkeu tidak dapat diakses tanpa menyertakan www.

Stat Summary

Website Kemenkeu menyediakan link peraturan-peraturan Menteri Keuangan terbaru, mengakses majalah dan perpustakaan digital, serta publikasi-publikasi ilmiah hasil riset para peneliti Kemenkeu. Website Kemenkeu dilengkapi pula dengan aplikasi pengaduan (whistleblower system).

 

6. Website Kementerian Pekerjaan Umum (pu.go.id)

Pekerjaan Umum

Website Kementerian Pekerjaan Umum menempati ranking 1028 di antara website-website Indonesia dan 94 ribu dunia. Website ini berumur paling tua dari daftar website tersibuk ini, yakni mulai mengudara pada 10 Januari 1997.

Stat Summary

 

 

7. Website Propinsi DKI Jakarta (jakarta.go.id)

Pemprov Jakarta

Website DKI Jakarta adalah satu-satunya website pemda yang masuk ke daftar 10 besar ini. Website ini menempati urutan 1061 Indonesia dan 92 ribu dunia. Website ini mulai berfungsi pada tanggal 28 Januari 1999 (12 tahun).

Stat Summary

 

8. Website Badan Kepegawaian Nasional (bkn.go.id)

BKN

Website BKN menempati ranking 1575 Indonesia dan 147 ribu dunia. Website ini lahir pada 24 Januari 2001 (10 tahun).

Stats Summary

 

 

 

 

9. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (budpar.go.id)

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata

Website Budpar menempati posisi agak jauh di banding 8 website lainnya, yaitu 2794 Indonesia dan 238 dunia. Lahir pada 30 Juni 2002.

Stat Summary

 

10. Website Resmi Pemerintah Indonesia (indonesia.go.id)

Website resmi pemerintah Indonesia berada di posisi 10 dengan ranking 3,728 Indonesia dan 265 ribu dunia. Website ini menyediakan tautan untuk mengunduh peraturan perundangan-undangan. Lahir pada 20 Juli 2001. Kredibilitas website ini cukup tinggi yakni memiliki Google Page Rank dengan nilai 8.

Stat Summary

 

Penutup

Seiring dengan bertambahnya informasi, layanan dan aplikasi online yang disediakan oleh website-website pemerintahan, maka utilisasi website mereka pun makin tinggi. Peran internet dalam kehidupan bernegara kita akan semakin lekat. Mudah-mudahan infrastruktur jaringan internet di Indonesia bisa semakin baik sehingga mampu menopang pertumbuhan teknologi informasi, termasuk di dalamnya teknologi informasi kepemerintahan.

Ke-10 website instansi pemerintahan di atas, telah berhasil menyita perhatian masyarakat karena mampu memberikan solusi alternatif dalam menyajikan pelayanan oleh instansi tersebut. Hal itu patut diapresiasi. Ke-10 website tersebut dapat menjadi contoh bagi website-website pemerintahan lain yang banyak masih belum memberikan nilai tambah pelayanan bagi masyarakat.

Jika terdapat kesalahan dalam mengutip data atau interpretasi data, jangan segan-segan untuk menyampaikannya melalui komentar di bawah ini.

Share

سنة : Dibaca Sanah, Sinah atau Sunnah?

Lika Liku Pembentukan Kata (Sharaf)

Belajar bahasa Arab memang menyenangkan. Selalu ada saja hal-hal unik yang bisa dipelajari. Ada kaidah-kaidah yang terus konsisten dipergunakan, dan ada pula pengecualian-pengecualian yang datang dan pergi sesuka hati :D (sesuka hati dan lidah orang Arab, maksudnya).

Materi tulisan ini saya dapatkan dari sesi pelajaran bahasa Arab yang diasuh Bapak M. Zaini (Bintal Islam, Setjen Kemenkeu). Mudah-mudahan kami dan beliau diberi kemudahan untuk selalu menuntut ilmu, dan diberkahi pula ilmu itu.

Belajar Arab Gundul

Dalam Alquran dan Hadits, terdapat 3 kata yang tulisannya sama namun berbeda cara membaca dan berbeda pula artinya. Untungnya, saat ini mushaf Alquran dan beberapa kitab hadits sudah tidak gundul lagi. Tulisan Arab gundul memang lazim digunakan agar penulis buku tidak direpotkan dengan menuliskan harakat. Bahkan pada fase awal penulisan Quran dan Hadits, tanda titik pada beberapa huruf pun tidak ada. Pada saat itu, hanya orang Arab yang tahu apakah س dalam suatu kata adalah sin  atau syin. Demikian pula dengan huruf ba, ta, tsa dan nun. Semua ditulis tanpa titik.

Dalam kondisi demikian, ada beberapa kata yang penulisannya sama, namun cara membaca berbeda. Demikian pula artinya akan menjadi berbeda sesuai cara membacanya. Cara membaca yang saya maksud adalah berkaitan dengan kaidah sharaf atau perubahan bentuk kata bahasa Arab.

Kata yang dibahas pada kesempatan kali ini adalah:

سنة

Apakah kata tersebut akan dibaca Sanah, Sinah atau Sunnah? Dalam bahasa Arab, ketiga kata tersebut adalah valid. Ketiganya memiliki arti yang berbeda pula. Repot juga kalau kita salah membacanya dan lebih repot lagi kalau salah mengartikan.

Jika Anda meng-copas kata tersebut ke google translate, hanya satu terjemahan saja yang bisa ditebak. Sedangkan dua arti lainnya tersembunyi. Repotnya jika kita masukkan satu kalimat penuh yang mengandung kata سنة ke Google Translate, ternyata ia tetap diartikan dalam satu arti saja.  Artinya, Google Translate masih kalah fasih dibanding pelajar bahasa Arab :P

Baiklah, mari kita ikuti penjelasan dari ketiga cara membaca (sharaf) dan arti dari سنة sebagai berikut.

1. سَنَةٌ

Kata yang pertama adalah سَنَةٌ (sanah), dengan sin dibaca fathah, memiliki arti tahun atau paceklik. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemui di Quran surat Al-Hajj ayat 47 dan Al-Ankabut ayat 14. Mari kita baca ayat tersebut:

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ يَوْماً عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Artinya: “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan melanggar janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Al-Hajj, ayat 47).

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحاً إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَاماً فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ *

Arti: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya,maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (Al-Ankabut, ayat 14).

Kata سَنَةٍ ini berasal dari fi’il  سَنَوَ, dengan mashdar سنوات.

Kata sanah yang berarti paceklik dapat ditemui pada hadits mengenai larangan makan dua-dua (disambung). Hadits tersebut artinya, dari Jabalah bin Sahim, bahwa dia berkata, “Kami pernah mengalami masa paceklik makanan bersama Ibnu Az-Zubair, lalu kami mendapatkan kurma, ketika kami sedang makan, Abdullah bin Umar melewati kami, lalu dia berkata ‘Janganlah kalian menyatukan (mengambil dua biji kurma sekali ambil dan memakannya sekaligus) karena Nabi SAW melarang hal seperti itu, kecuali jika seseorang itu meminta ijin kepada saudaranya’”

Kata sanah juga memiliki hubungan dengan kata sinnun (سِنٌّ) yang berarti gigi. Hal ini karena orang Arab biasa memeriksa umur melalui gigi (misalnya ketika memeriksa usia kambing).

2. سِنَةٌ

Kata yang kedua adalah سِنَةٌ (sinah), dengan sin dibaca kasrah. Artinya adalah mengantuk. Contoh yang populer dapat ditemui di ayat kursi.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

Arti: “(Dialah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagu terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.” (Al-Baqarah, ayat 255).

Kata ini berasal dari fi’il وَسَنَ , dengan bentuk mashdar سِنَةّ. Sharafnya mengikuti wazan فَعَلَ – يَفْعِلُ hanya saja karena ia termasuk fiil mu’tal mitsaal (diawali dengan huruf ilat و ) maka bentuk mashdarnya dengan membuang huruf ilat dan menambah ta’ marbuthoh di belakang fiil. Contoh kata lain yang mengikuti wazan ini adalah وَصَلَ – يَصِلً – صِلَةً (sampai, menyambung).

3. سُنَّةُ

Kata yang ketiga adalah سُنَّةُ (sunnah), dengan sin dibaca dhommah dan nun di-tasydid. Artinya adalah kebiasaan. Dapat ditemui di banyak ayat dan hadits. Contohnya pada Al Hijr ayat 17 berikut ini.

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ

Arti: “Mereka tidak beriman kepadanya (Alquran) dan sesungguhnya telah berlalu sunatullah terhadap orang-orang terdahulu.” (Al Hijr ayat 14).

Contoh lain adalah hadits berikut ini.

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُوِْرِهمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.

Artinya: “Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.”

Kata ini berasal dari fi’il سَنَّ , dengan bentuk mashdar سُنَّةً .

Penutup

Hmm.. mabok juga nih mengikuti penjelasan pak ustadz Zaini tentang sharaf. Belum lagi kosa kata Arab yang saya pahami masih sangat sedikit. Tulisan ini memang saya buat dalam rangka memahami apa yang disampaikan pak Zaini pada saya. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi.

Mohon maaf hanya bisa sharing sedikit mengenai bahasa Arab, karena memang yang saya miliki baru sedikit. Kalo kata pak Ustadz Abdul Hakim: اقل من قليل (lebih sedikit dari yang sedikit). Harapannya supaya Anda yang ilmunya lebih banyak bisa tersulut semangatnya untuk berbagi. Dan bagi Anda yang baru mulai belajar bisa bertambah wawasannya.

Ilustrasi nyomot dari Tribunnews Makassar.

Share

Menikmati Siaran Live Ibadah Haji 2011

Update: Siaran haji live 2011 sudah dihentikan. Mudah-mudahan siaran live Ramadhan dan Haji tahun depan bisa kita nikmati. Namun, Anda tetap masih bisa menikmati siaran Live Streaming dari Makkah.

Content Youtube yang satu ini patut diacungi jempol. Di antara tumpukan link-link video yang amat beragam, terdapat satu channel yang menyiarkan siaran live pelaksanaan ibadah haji tahun 2011 ini. Kita dapat mengikuti pelaksanaan ibadah haji secara live melalui sebuah channel Youtube. Pada saat saya membuat postingan ini, channel tersebut sedang menayangkan khutbah Jumat.

Channel tersebut adalah milik Kementerian Budaya dan Informasi Kerajaan Saudi. Ternyata (maklum, saya baru tahu), sudah sejak awal tahun 2011, Youtube bekerja sama dengan Kementerian tersebut untuk menayangkan ritual-ritual ibadah melalui video streaming Youtube. Sebelum penayangan haji ini, ibadah Ramadhan 1432 H lalu juga sudah ditayangkan.

Kita tidak perlu lagi berlangganan siaran TV berbayar atau menanti siaran TV lokal menayangkan even haji ini. Bagus ditonton bagi Anda yang ingin menambah wawasan, atau sedang menyiapkan perjalanan haji/umroh pada kesempatan berikutnya, atau untuk meningkatkan keimanan dengan penampakan visual.

Google, sebagai pemilik Youtube, menampilkan rilis berita seputar channel ini melalui dua blog resmi: Googleblog dan Blog Youtube Global.

Silahkan menikmati. Jangan lupa, puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah dilaksanakan esok hari di Indonesia, Sabtu 5 November 2011.

Share

The Controversy of Rifdha

The controversy of Rifdha’s future arose especially among people in modern society. A documentary movie called Koran by Heart is revealing Rifdha live as a 10 years old girl who join a Quran memorizing competition. Despite of her achievement in school, especially in math and science, her father wanted her to be a housewife.

A Little Surprise at Premiere Night

In the premiere night of Koran by Heart launching, there was a surprise to the audience. Hoda Osman reported that Rifdha and her whole family were also there watching the movie. They flew from Maldives to New York to join the crowd at the Tribeca Film Festival 2011. It was their first time also to watch the full length final production of the movie.

Koran by Heart at the Tribeca Film Festival 2011, New York

Rifdha is one of the figure in the movie. She was one of the enchanting figure in the movie. Her story agitated most of the audience. Despite of her achievement in school, Rifdha’s father wanted her to be a housewife. Rifdha herself told her mom that she wanted to be an explorer.

At the end of the play, Rifdha and her parents were welcomed by Greg Barker, the director of the movie, to stand on the stage. The audience were giving them a standing ovation.

It was not quite unexpected that they would be asked about the choice Rifdha’s father made to her. Greg mediated the discussion with an adequate argument: You can’t expect people to live your life.

Why Prejudice Housewife?

Being a housewife is simply perceived as masculine culture by major modern society. It is also considered a gender biased choice.

As a moslem, who believed live after death, I would refer to a key of heaven path for a woman: “Your house is your battlefield” said the Prophet. Therefore, a women does able to change the world to a better place from where she stood everyday: to be a housewife. There are lot of references you can find talking about the importance of housewife role in family-, society-, nation- and world wide-perspective.

Why does most modern society prejudice housewife? Is being a housewife a bad profession in the western society?

Poster film Koran by Heart

The Proposed Idea

Well, I have a nice idea to solve what kind of future Rifdha will have. I think she can have those two expectations together. Both pros and cons sides will be settled in a peaceful and satisfying way. I recommend to open a thinking about Rifdha as a wife of a scientist. Therefore, she can be a good housewife to his husband while exploring ocean at the same time.

If you think it is a ridiculous idea, then I won’t be resentful. The idea truly come from my deepest heart for the best of what Rifdha can have in her life. It is driven by a hadeeth, “You won’t become a perfect believing until you love what other moslems have, as you love it to yourself.”

Hopes and Considerations

Rifdha is one of the modern moslem miracles. I want her to be a best moslem she can be. I love her as she love Quran and its teaching. It is a practice of a principle called wala’ (loyalty). A moslem should love other moslems in the level they being obedience of islamic values.

I hope Rifdha will have her best future as a Quran memorizer (hafizhah).

PS: Indonesian version shall written soon insha Allah :D

Share

Investasi Akhirat di Lereng Merapi

Menanamkan Investasi Akhirat di Muslim Center Merapi

Ayo, siapa yang mau membangun rumah di surga? Mari turut berkontribusi dalam pembangunan Muslim Center Merapi. Hanya dengan menyisihkan 50.000 rupiah, kita sudah turut membebaskan 1 m2 tanah untuk pembangunan Muslim Center Merapi.

Dibalik musibah erupsi Merapi, ada hikmah besar yakni lebih diterimanya dakwah Islam di kalangan korban erupsi. Masyarakat muslim lereng Merapi saat ini sudah semakin menyadari pentingnya pemahaman agama yang baik. Dengan demikian, potensi pembangunan pusat dakwah Islam akan memberikan dampak yang luas dan berjangka panjang insya Allah.

Dalam ilmu bisnis yang saya pelajari, investasi yang paling baik adalah investasi yang memiliki hasil yang besar dan mampu bertahan lama. Nah, Allah telah menjanjikan perdagangan yang lebih baik dari yang bisa kita dapatkan di dunia. Saya merasa ‘berinvestasi’ pada program Muslim Center Merapi ini juga dapat memberikan hasil terus-menerus yang awet. Setiap kali ada amal sholih yang dilakukan karena berdirinya MCM, maka para kontributor pembangunan juga akan mendapatkan bagian pahala yang melimpah.

Bagi Anda yang sudah memiliki kesempatan dan kemauan, investasi akhirat ini dapat disalurkan melalui beberapa alternatif rekening berikut:

  1. Rekening BNI Syariah Yogyakarta. No. Rek. 0092167858 a.n. Syarif Mustaqim
  2. Rekening Bank Syari’ah Mandiri (Cab.Yogyakarta). No. Rek. 0307089062 a.n. Syarif Mustaqim
  3. Rekening Bank Mandiri (K.C Yogyakarta UGM). No. Rek. 1370007620327 a.n. Syarif Mustaqim
  4. Rekening Bank Muamalat (Cab.Yogyakarta). No. Rek. 0129933348 a.n. Syarif Mustaqim
  5. Rekening BCA (K.C.P Kaliurang Yogyakarta). No. Rek. 8610169750 a.n. Syarif Mustaqim

Setelah mentransfer, sebaiknya Anda mengirimkan sms konfirmasi ke nomor 0852 2806 6686 (Syarif Mustaqim), dengan format sebagai berikut:

Nama/Alamat/TanggalKirim/JumlahUang/RekeningTujuan/Islamic Center Merapi.

Bisa juga mengontak panitia melalui e-mail: ypiapeduli@yahoo.com atau ypia.jogja@gmail.com.

Bagaimana kita dapat mengikuti perkembangan program ini? Jangan khawair, perkembangan pembangunan Muslim Center Merapi dapat dipantau melalui website: http://www.dakwahmerapi.com/ Atau Anda juga dapat mengunjunginya langsung jika sedang berkunjung ke Jogja.

Sisi Utara dan Sisi Selatan Lerang Merapi

Muslim Center Merapi akan dibangun di daerah Kepuharjo dan Wukirsari yang nota bene berada di sisi selatan Gunung Merapi yang masuk ke wilayah DI Yogyakarta. Anda juga dapat berkontribusi pada program dakwah serupa di sisi utara gunung yang masuk dalam wilayah Jawa Tengah, yaitu program P3BM.

Ayo berlomba-lomba dalam kebaikan! Semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baik balasan. Amin.

Share

Koran By Heart: Film dokumenter HBO tentang Hafidz Cilik

Film ini luar biasa.. Film ini betul-betul luar biasa.. Hehehe.. maaf kalau saya sampai menekankan berkali-kali. Tapi saya memang jarang mendapati film yang bisa saya nikmati seperti film Koran By Heart ini dan saya ingin membagi pengalaman menakjubkan ini dengan Anda.

Koran by Heart adalah sebuah film dokumenter yang dibuat oleh HBO. Film ini mengambil plot sebuah even besar di dunia Islam, yaitu lomba hafalan (tahfidz) Alquran yang diselenggarakan setiap tahun di Mesir. Lomba tersebut diikuti oleh 100 penghafal Alquran dari seluruh dunia setiap tahun.

Poster film Koran by Heart

Pada penyelenggaraan lomba tahfidz tahun 2010, ada tiga orang peserta lomba yang kisahnya diangkat dalam dokumenter ini. Mereka adalah Nabiollah, Rifdha dan Djamil. Nabilollah berasal dari Tajikistan, Rifdha berasal dari Maladewa (Maldives) dan Djamil dari Senegal, pesisir barat Afrika. Mereka bertiga memiliki kesamaan: sama-sama berusia 10 tahun dan sama-sama telah hafal Alquran 30 juz.

Tajikistan terletak di sebelah utara Asia, dan Nabiollah pun berasal dari ras Kaukasus (kebayang kan? bule banget). Sementara Maladewa terletak di Samudra Hindia. Anaknya lucu banget deh, dengan jilbab besarnya ia selalu bergerak aktif. Ia berprestasi di semua mata pelajaran sekolah, menyukai Matematika dan Sains, dan bercita-cita menjadi peneliti. Senegal terletak pesisir barat Afrika, dan seperti keluarga Senegal pada umumnya, Djamil hidup dalam tingkat kesejahteraan yang tidak terlalu baik.

Ketika saya membuka Google Maps untuk melihat ketiga lokasi asal tokoh-tokoh kita ini, saya sangat terkejut. Jarak tempat tinggal ketiganya terpisah ribuan kilometer, namun mereka mempelajari Quran yang sama.

Antara Senegal, Tajikistan dan Maladewa

Ketiganya harus meninggalkan keluarga dan negara mereka untuk mengikuti lomba di Kairo, Mesir. Bahkan Djamil berangkat tanpa disertai oleh satupun sanak famili. Tantangan tersebut makin berat dengan waktu pelaksanaan lomba di dalam bulan Ramadhan. Artinya, para peserta harus berpuasa di siang hari dan berlomba di malam hari. Penggunaan komputer dalam perlombaan juga membuat beberapa peserta bertambah gugup. Komputer bertugas untuk ‘memberitahu’ peserta dari ayat mana ia harus memperdengarkan Quran.

Penilaian dilaksanakan oleh beberapa juri yang telah dikenal memiliki kompetensi dalam hafalan Quran. Jika peserta salah dalam melanjutkan ayat, dia akan dipotong setengah poin jika ia mampu menyadari kesalahannya. Namun, jika juri yang turun tangan membetulkan kesalahan, maka peserta kehilangan satu poin penilaian.

Selain ketiga tokoh utama film ini, saya mengagumi semangat seluruh peserta dalam menghafal Alquran. Menghafal Alquran tidak terbatas hanya bisa dilakukan oleh anak-anak dari Timur Tengah saja, namun seluruh dunia. Para hafidz lain yang muncul dalam dokumenter ini adalah Muhammad (10 tahun) dari Australia, Susana (17 tahun) dari Italia,  Naaman (10 thn) dari Afrika Selatan (tapi kalau dilihat dari tulisan Arabnya, ejaan yang lebih tepat mungkin Nu’man), Yasser (7 tahun) dari Mesir, Abdel (10 thn) dari Pakistan, Omar (19 thn) dari Nigeria, Susana (17 tahun) dari Italia,Abdullah (17 tahun) dari Mesir, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, film ini mampu mematahkan anggapan saya bahwa hanya anak-anak berbahasa Arab saja yang mampu menghafal 30 juz di usia dini.

Banyak lho yang merasa terkesan setelah menonton film ini. Misalnya Haena dari Bandung,  Kaskuser Oda Sensei dari Yogyakarta, Sultan Haidar Samlan dari Jerman, Risyad Tabattala dari Blitar, Adhwa Yahaya dari Malaysia, dan seorang kandidat doktor di Univ. Hokkaido (sebut saja namanya Ummu Harvy). Christopher Campbell, seorang blogger penyuka film, juga menyadari bahwa tahfidz Quran berbeda dengan kompetisi mengeja macam Spelling Bee atau Spellingbound.

Sang sutradara film, Greg Baker, dalam sebuah wawancara dengan majalah Filmmaker mengungkapkan pendapat pribadinya tentang film ini:

Jujur, saya tidak tahu bagaimana film ini akan ditanggapi. Ini adalah subjek asing bagi pemirsa Barat. Sehingga tantangannya adalah membawa seseorang ke dunia itu dan memastikan mereka tidak tersesat di dalamnya. Yang mengagumkan adalah pemirsa akhirnya memahami siapa yang melantunkan Alquran dengan indah dan mana yang bukan. Mereka terpaku pada anak-anak tersebut. Sebelum menonton, mereka tidak menyangka akan mendapati hal seperti itu dalam film.

Saya masih ingin bercerita tentang tokoh-tokoh dalam film ini. Mungkin di posting berikutnya. Menurut saya, mereka adalah sosok-sosok terpilih yang dititipi amanah hafalan Quran di dadanya.

Yang jelas, sulit bagi saya untuk menahan emosi ketika menonton film ini. Rasanya campur aduk melihat anak-anak seusia anak saya sudah mampu mencapai titik yang saya belum pernah capai. Iri, bangga, penasaran, terharu, dst. Mudah-mudahan Allah menambahkan ilmu dan semangat dalam diri saya dan keluarga saya untuk dapat menghafal Alquran. Mudah-mudahan Anda juga mendapatkannya! Amin.

Share

Menjadi Pahlawan Devisa melalui Online Marketing

Ekspor tenaga kerja rupanya menjadi salah satu andalan Indonesia. Setiap tahunnya sekitar 400.000 orang dikirim ke luar negeri untuk bekerja sebagai TKI. Sayangnya, pasar tenaga kerja yang dibidik hanyalah tingkat low-end alias pekerja kasar.

Namun melihat sumbangan yang diberikan para TKI nampaknya kita perlu mengacungkan jempol. Menurut sumber dari BPK, sumbangan devisa dari TKI mencapai US$ 4,37 miliar atau Rp 39,3 triliun setiap tahun. Sumber lain menyebutkan bahwa remitansi TKI mencapai angka US$ 6,617 miliar yang membuatnya menjadi sumber devisa terbesar kedua setelah ekspor migas.

Demo TKI di Hongkong

Banyaknya orang yang mengadu nasib di luar negeri menjadi cermin kondisi lapangan kerja di dalam negeri. Indonesia yang tadinya dikenal sebagai salah satu negara dengan keunggulan low-cost labor ternyata tidak mampu mempertahankan keunggulan itu. Industri-industri asing berbasis tenaga kerja, sudah eksodus ke negara lain.

Apakah dengan demikian potensi bekerja bergaji tinggi hanya bisa ditemui di luar negeri? Ternyata tidak demikian. Berterimakasihlah pada teknologi internet. Saat ini industri online marketing sedang bangkit di Indonesia. Hal ini ditandai dengan munculnya komunitas-komunitas online marketing. Sebut saja forum adsense-id.com. Forum yang memiliki ribuan anggota ini, aktif berbagi ilmu dan informasi seputar online marketing. Para anggota forum saling membagikan ilmu dan membimbing anggota baru untuk dapat menghasilkan penghasilan.

Industri yang bergantung pada internet ini memungkinkan orang-orang Indonesia untuk bekerja mendatangkan devisa tanpa perlu meninggalkan tanah air. Waktu yang tersita pun tidak banyak. Anda masih bisa meluangkan waktu untuk dinikmati bersama keluarga dan teman karib.

Selain itu, pendapatan yang dihasilkan dari online marketing adalah fair untuk seluruh dunia. Tarif pendapatan memang dibuat secara global oleh para broker iklan. Hal ini tentu sangat menguntungkan dibandingkan bekerja pada pekerjaan multinasional yang memiliki kebijakan penggajian yang tidak adil. Contoh paling baru yang kita temui adalah ketidakadilan sistem penggajian Freeport yang memicu karyawan Indonesia untuk mogok kerja.

Sistem pentarifan pendapatan online marketing tidak memandang lokasi geografis, ras, agama, umur, jenis kelamin, ataupun atribut-atribut sosial lainnya. Para publisher iklan (demikian para pekerja online ini kerap disebut) hanya dinilai berdasarkan kinerjanya saja. Semakin baik ia membuat iklan mencapai targetnya, maka semakin besar pula ia menghasilkan pendapatan dari sana. Merit system seperti ini sangat baik diterapkan untuk dapat menjaring potensi SDM Indonesia. Lain halnya dengan sistem di birokrasi PNS atau sebagian perusahaan swasta yang cenderung feodal, sehingga dapat mematikan potensi anak-anak muda Indonesia. (Lebih parah lagi kalau justru mereka terkontaminasi watak dan budaya korupsi).

Untuk dapat menikmati itu semua, hanya ada satu syarat yang harus Anda miliki: Anda harus melek internet.

Berbagai skema penghasilan online marketing menawarkan pilihan dan fleksibilitas dalam mendatangkan penghasilan. Kita dapat memilih skema mana yang paling mungkin kita jalani.

Belum ada data mengenai berapa besar devisa yang dihasilkan dari usaha online marketing yang dijalani oleh anak-anak muda Indonesia. Namun sebagai gambaran kasar, sebuah polling di forum adsense-id.com ini dapat memberikan gambaran berapa besar devisa yang didatangkan dari para pejuang online ini.

Polling Earnings Adsense

Data polling tersebut mungkin saja tidak akurat. Namun sepanjang belum ada data lain yang lebih baik, kita dapat menggunakannya sebagai gambaran saja. Kalau masih tidak yakin, Anda dapat melakukan konfirmasi ke salah satu publisher iklan. Caranya, mampir saja ke forum adsense dan menanyakan ke salah seorang anggota di sana, berapa pendapatan per bulannya.

Katakanlah, 58 orang yang mengaku memiliki pendapatan di atas US$ 10,000 setiap bulan tidak kita masukkan dalam perhitungan. Kemudian, nilai yang digunakan adalah nilai tengah dari masing-masing rentang (untuk rentang $100-$200 kita gunakan $150). Total devisa yang didatangkan dari online marketing adalah:

440 x $ 50 = 22,000
128 x $ 150 = 19,200
135 x $ 250 = 33,750
90 x $ 750 = 67,500
72 x $ 1500 = 108,000
34 x $ 3000 = 102,000
27 x $ 7000 = 189,000
Total US$ 541,500 atau senilai Rp 4,76 miliar (kurs 8.800).

Nilai 4,76 miliar rupiah memang masih ribuan kali lebih kecil dibanding devisa dari TKI. Namun ingat, data tersebut baru berasal dari anggota satu forum saja. Selain itu, menjadi publisher iklan juga lebih terhormat, tidak berisiko kematian (sependek pengetahuan saya), berbasis kecerdasan bukan tenaga kasar semata, terhindar dari pungli, terhindar dari risiko pemerkosaan dan pelecehan, dll. Apalagi biaya koneksi internet di Indonesia sudah semakin murah dan kualitas koneksi yang makin baik.

Tertarik terjun menjalani online marketing dan menjadi pahlawan devisa bagi Indonesia? Mari sama-sama belajar dan berjuang.

Share